Pengadaan Jasa Konsultan : Konsultan Komunitas Untuk Finalisasi RAN HIV 2025-2029
27 Februari 2026,
Pengadaan
Epidemi HIV di Indonesia masih terkonsentrasi pada populasi kunci, yaitu lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), waria (transgender), pekerja seks perempuan (PSP), dan pengguna napza suntik (Penasun), dengan pengecualian di Tanah Papua di mana epidemi telah meluas ke populasi umum (prevalensi 2,3% usia 15–49 tahun).
Pada tahun 2024 diperkirakan terdapat 570.000 orang dengan HIV (ODHIV), dengan 25.000 infeksi baru dan 24.000 kematian terkait AIDS. Namun, hingga akhir 2024, baru 60% ODHIV mengetahui statusnya, 41% mendapatkan ART, dan 38% mencapai supresi viral. Artinya, Indonesia masih perlu mempercepat pencapaian target 95-95-95 menuju eliminasi AIDS pada tahun 2030.
Indonesia telah menyelesaikan implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) HIV 2020–2024 dan saat ini sedang menyusun draft Rencana Aksi Nasional (RAN) HIV 2025–2029. Selain penguatan sistem kesehatan, respons berbasis komunitas, perlindungan hak asasi manusia, dan kesetaraan gender merupakan elemen kunci dalam mengakhiri AIDS. Tantangan yang masih dihadapi meliputi stigma dan diskriminasi di layanan kesehatan, kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung, keterbatasan pelibatan komunitas dalam pengambilan keputusan, ketimpangan gender, serta terbatasnya pendanaan layanan berbasis komunitas.
Terkait hal tersebut, Yayasan Spiritia membuka lowongan Konsultan Komunitas untuk memberikan masukan terhadap draft RAN HIV 2025-2029 yang saat ini telah dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan. Draft RAN HIV 2025-2029 terkini saat ini tengah mengalami proses review internal untuk menyelaraskan dengan standard penulisan RAN di lingkungan Kementerian Kesehatan.
Calon konsultan yang berminat diminta untuk mengirimkan aplikasi elektronik ke:
[email protected],
[email protected], dengan tembusan ke
[email protected],
[email protected], selambat-lambatnya hari Kamis tanggal 05 Maret 2026 pukul 17:00 UTC + 07:00
TOR bisa diunduh di bawah ini
Unduh Pengumuman