[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

PENGOBATAN HIV UNTUK ANAK

16 Juli 2014 Populasi Pasien

Pengobatan Apa yang Dibutuhkan oleh Anak Terinfeksi HIV?

Seperti orang dewasa, anak terinfeksi HIV dapat mengembangkan penyakit HIV yang berat. Kelanjutan penyakit bisa lebih cepat pada anak – lihat Lembaran Informasi (LI) 612. Namun  seperti  juga orang  dewasa, anak dapat diobati, baik dengan terapi anti- retroviral  (ART, lihat LI 619) atau untuk infeksi oportunistik (IO, LI 500). Dan pada akhirnya, perawatan dan pengobatan paliatif harus diberikan pada anak agar mereka tidak terlalu menderita  rasa sakit, dan untuk memberi kenyamanan pada orang tua dan keluarga lain.

Cara  terbaik  untuk  mencegah  atau mengobati  IO adalah dengan ART. Seharusnya  ART  terjangkau  dengan  subsidi penuh oleh semua anak di Indonesia yang membutuhkannya.  Namun  jika terapi ini tidak dapat diperoleh,  masih ada banyak upaya yang dapat dilakukan untuk memper- panjang hidup anak dengan HIV, maupun meningkatkan mutu hidupnya.

Pemeriksaan oleh Dokter

Anak yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV sebaiknya diperiksa dokter setiap bulan sampai usia tiga bulan, kemudian pada usia enam bulan, dan selanjutnya setiap enam bulan. Pada kunjungan ini, dokter harus memantau  keadaan,  dan mengobati gejala yang muncul. Penting juga untuk menilai keadaan gizinya pada kunjungan ini.

Di luar jadwal  ini, orang tua/pengasuh anak juga dianjurkan untuk membawa anak ke dokter bila sakit.

Pengobatan Penunjang

Kekurangan vitamin A adalah umum pada anak dengan  HIV, dan ini meningkatkan kemungkinan  akan muncul infeksi. Dosis tunggal  suplemen  vitamin  A diusulkan setiap enam bulan.

Jika mungkin  ada kekurangan  zat besi atau asam folat (yang dapat menyebabkan anemia), beri suplemen yang mengandung zat tersebut.

Infeksi Oportunistik

Sebaiknya diberi obat untuk mencegah PCP (lihat LI 512) pada semua anak yang dilahirkan oleh ibu terinfeksi HIV, dari usia enam minggu (lihat LI 950 untuk informasi lebih lanjut mengenai profilaksis kotri untuk bayi dan anak). Jika ternyata anak tidak terinfeksi, pencegahan tersebut dapat dihentikan. Obat ini juga akan mencegah infeksi tokso (lihat LI 517) dan beberapa infeksi lain.

Berdasarkan pedoman TB di Indonesia, semua anak (terutama yang di bawah usia dua tahun) yang berhubungan dengan pasien TB aktif, dan mereka yang menunjukkan tanggapan pada tes kulit TB, sebaiknya  diberi  obat pencegahan  untuk TB, kecuali jika didiagnosis TB aktif.

Anak-anak  sering mengalami  kesulitan memakai banyak obat. Takaran harus disesuaikan dengan berat badan anak. Obat sebaiknya ditelan jika mungkin, dan anak diberi pilihan antara tablet utuh atau yang dapat dicampur dalam air atau ASI, dibuat puyer, atau sirop.

Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif adalah perawatan penunjang untuk meningkatkan mutu hidup, meringankan penderitaan penyakit, dan juga harus disediakan pada tahap yang tidak dapat disembuhkan. Perawatan tersebut mungkin  dibutuhkan  dari masa bayi dan untuk bertahun-tahun untuk beberapa anak, sementara yang lain baru memerlukannya setelah mereka lebih tua, dan untuk jangka waktu yang singkat.

Sebagian besar anak dengan penyakit berat  dirawat  di rumah.  Orang  tuanya adalah  bagian  dari  tim perawatan  serta anggota keluarga yang membutuhkan dukungan. Sebagai perawat primer anak, mereka harus terlibat dalam tim perawatan diberi informasi, kesempatan untuk membahas rencana pengobatan, keterampilan yang dibutuhkan,  dan diyakinkan  bahwa nasihat  dan  dukungan  tersedia  24 jam. Akhirnya, mereka harus diberi kesempatan untuk berduka  cita atas kehilangan  anak yang meninggal dunia.

Pengobatan Rasa Nyeri (Sakit)

WHO menyusun strategi pengobatan bertahap dengan tiga langkah untuk orang dewasa dengan rasa nyeri yang berat, yang disebut ‘jenjang analgesik’ (lihat LI 560). Namun WHO mengubah jenjang ini untuk anak kecil, dengan  diusulkan  hanya  dua langkah.  Langkah  pertama  pada jenjang tersebut meliputi pengobatan dengan parasetamol dan NSAID (mis. ibuprofen). Langkah kedua, dengan nyeri sedang atau berat, memberikan opioid sedang atau berat, biasanya morfin. Sayang, sebagian besar dokter belum berpengalaman meresepkan morfin untuk anak, dan sering terlalu berhati-hati. Dengan pengobatan yang sesuai, rasa nyeri yang berat hampir selalu dapat ditangani, dan seharusnya tidak ada pasien yang terlalu menderita akibat rasa nyeri.

Anak kecil sering tidak dapat langsung menunjukkan tingkat rasa sakitnya. Ada gambar yang dapat dipakai untuk menilai tingkat rasa nyeri pada anak; gambar ini bisa diminta dari dokter anak.

Makanan

Makanan terbaik untuk bayi terinfeksi HIV adalah air susu ibu (ASI). Bila bayi terlanjur  terinfeksi  HIV, tidak ada alasan untuk tidak menyusui, dan tidak ada alasan untuk berhenti penyusuan setelah enam bulan. Kalau ibu mengalami kesulitan dalam menyediakan  ASI, sebaiknya  kon- sultasi dengan ahli laktasi.

Jika ada kesulitan memberi makanan pada anaknya, banyak orang tua merasa sangat bingung, sehingga mungkin mereka merasa tidak berhasil sebagai orang tua. Menghisap dan memakan adalah bagian dari perkem- bangan  anak, dan memberi  kenyamanan, kebahagiaan, dan perangsang. Masalah ini harus dipertimbangkan bersama dengan masalah medis dan praktis si anak terkait dengan makanan.

Masalah makanan sering dipersulit oleh rasa mual dan muntah. Obat yang dipakai untuk menghadapi masalah ini pada orang dewasa juga sering dapat dipakai oleh anak.

Dukungan untuk Keluarga

Keluarga membutuhkan dukungan mulai saat anaknya didiagnosis dan selama pengo- batan, bukan hanya pada waktu penyakit sangat lanjut. Setiap keluarga adalah berbeda, dengan kekuatan dan keterampilan untuk menangani yang berbeda. Kebutuhan kakak-adik  dan nenek-kakek  juga harus diperhatikan. Harus dipertimbangkan ketersediaan kelompok dukungan sebaya untuk keluarga yang mengasuh anak dengan HIV. Umumnya,  sedikitnya  ibu  dari  anak terinfeksi HIV juga terinfeksi sendiri. Oleh karena itu, orang tua sering membutuhkan dukungan dan bantuan tambahan, apa lagi bila mereka merasa salah karena anaknya harus menderita penyakit berat ini.

Garis Dasar

Anak dengan HIV perlu pengobatan seperti orang dewasa. Sebagian besar pengobatan orang dewasa cocok untuk anak, walaupun  belum ada banyak  pene- litian mengenai efek samping atau takaran. Jelas takarannya harus diubah sesuai dengan  berat badan,  dan oleh karena  itu takaran mungkin harus disesuaikan setiap beberapa bulan.

Anak yang terinfeksi HIV sebaiknya diobati oleh dokter spesialis anak yang berpengalaman menatalaksana HIV, dan diperiksa dokter secara berkala.Seperti dengan orang dewasa, tidak ada alasan anak harus menderita rasa nyeri yang berlebihan. Anak dapat diberikan obat penawar nyeri, sampai dengan morfin.

Keluarga anak dengan AIDS membutuh- kan banyak dukungan, apa lagi jika orang tuanya sendiri terinfeksi HIV.

 

Diperbarui 16 Juli 2014 berdasarkan beberapa sumber

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected].id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org