SINDROM PEMULIHAN KEKEBALAN
Beberapa orang yang mulai memakai terapi antiretroviral (ART) untuk HIV mengalami masalah kesehatan walaupun HIV-nya mulai terkendali. Kadang kala infeksi yang kita miliki sebelumnya dapat kambuh. Atau kita dapat mengem- bangkan penyakit baru. Kejadian ini dikaitkan dengan pemulihan pada sistem kekebalan tubuh. Masalah tersebut biasanya terjadi dalam dua bulan pertama sejak mulai ART. Kondisi ini, yang disebut sebagai Immune Reconstitution Inflammatory Syndrome (IRIS), biasa disebut sebagai sindrom pemulihan kekebalan. Akhir-akhir ini, sindrom ini juga dikenal sebagai sindrom pulih imun (SPI) dalam kalangan medis. Sindrom ini dapat terjadi pada kurang lebih 20% orang yang mulai memakai ART. Bagaimana Sindrom Ini Dikenal?
Beberapa pasien mengembangkan penyakit CMV (virus sitomegalo) setelah mereka mulai ART. Lihat Lembaran Informasi (LI) 501 untuk informasi lebih lanjut tentang CMV. Pada beberapa kasus, pasien tersebut belum didiagnosis CMV sebelum mulai ART.
Para dokter menyimpulkan bahwa pasien tersebut terinfeksi CMV sebelum mereka mulai ART. Namun, sistem kekebalannya terlalu lemah untuk mem- buat reaksi terhadap infeksi CMV itu. Waktu mereka mulai ART, sistem keke- balannya menjadi lebih kuat, dan mulai menyerang infeksi CMV-nya. Pada waktu itu, apa yang terlihat sebagai infeksi CMV baru berkembang pada pasien tersebut.
Terjadi pula kasus serupa pada pasien dengan infeksi lain. Beberapa pasien mengalami demam atau pembengkakan pada kelenjar getah bening. Yang lain mengalami radang pada beberapa bagian tubuhnya. Hampir semuanya mulai ART dengan jumlah CD4 yang sangat rendah (