HISTOPLASMOSIS
Diperbarui 10 November 2023
Apa Histoplasmosis Itu?
Histoplasmosis adalah infeksi oportunistik (IO) yang umum pada orang dengan HIV. Infeksi ini disebabkan oleh jamur Histoplasma capsulatum. Jamur ini berkembang dalam tanah yang tercemar dengan kotoran burung, kelelawar dan unggas, sehingga ditemukan dalam di kandang burung/unggas. Infeksi menyebar melalui spora (debu kering) jamur yang dihirup saat bernapas, dan tidak dapat menular dari orang yang terinfeksi.
Jamur ini dapat tumbuh dalam aliran darah orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rusak, biasanya dengan jumlah CD4 di bawah 150, walau gejala ringan dapat timbul dengan jumlah CD4 lebih tinggi. Setelah berkembang, infeksi dapat menyebar pada paru, kulit, dan kadang kala pada bagian tubuh yang lain. Histoplasmosis adalah salah satu penyakit yang mendefinisi AIDS.
Gejala awal muncul serupa dengan penyakit flu yang ringan, dan berkembang dengan berbagai gejala, termasuk demam, kelelahan, kehilangan berat badan, hepatosplenomegali (pembengkakan pada hati dan/atau limpa) dan limfadenopati (pembengkakan pada kelenjar getah bening). Kurang lebih 50% pasien mengalami batuk kering, sakit dada dan sesak napas, sementara sejumlah yang lebih kecil mengalami masalah perut-usus dan kulit. Kurang lebih 10% mengalami renjatan dan kegagalan beberapa organ tubuh
Histoplasmosis juga dapat berpengaruh pada sumsum tulang, dengan akibat anemia (kurang darah merah), leukopenia (kurang beberapa jenis darah putih) dan trombositopenia (kurang trombosit, dengan akibat darah sulit beku). Kurang lebih separuh penderita mengalami masalah paru; rontgen dada dapat menunjukkan tanda yang khas pada paru. Penyakit paru akibat histoplasmosis serupa dengan TB dan dapat semakin berat selama bertahun-tahun. Histoplasmosis juga dapat berpengaruh pada susunan saraf pusat (SSP), dengan sampai 20% pasien mengalami gejala kejiwaan.
Untuk orang dengan jumlah CD4 di atas 300, gejala histoplasmosis umumnya dibatasi pada saluran napas, yaitu batuk, sesak napas dan demam.
Bagaimana Histoplasmosis Didiagnosis?
Untuk mendiagnosis histoplasmosis, dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala yang dialami pasien, lingkungan kerja pasien, dan apakah pasien pernah terpapar kotoran burung atau kelelawar. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti:
Tes darah dan tes urine
Kultur dahak, urine, dan darah
Biopsi (pengambilan sampel jaringan) dari paru-paru, hati, kulit, atau sumsum tulang
Pemindaian dengan foto Rontgen atau CT scan
Dapatkah Histoplasmosis Dicegah?
Histoplasmosis bisa terjadi pada siapa saja. Namun, orang dengan pekerjaan di bawah ini lebih berisiko terpapar spora jamur penyebab histoplasmosis:
Petugas pengendali hama
Petani dan peternak
Tukang kebun
Pekerja konstruksi
Penjelajah gua
Cara terbaik untuk mencegah penyakit histoplasmosis diantara orang dengan HIV adalah dengan memakai terapi antiretroviral (ART). Itrakonazol dapat dipakai untuk mencegah munculnya penyakit akibat infeksi jamur termasuk histoplasmosis. Profilaksis terhadap histoplasmosis dapat dipertimbangkan untuk Odha dengan jumlah CD4 di bawah 150 dengan pekerjaan berisiko tinggi tersebut di atas.
Untuk profilaksis dengan itrakonazol, ada kesepakatan bahwa profilaksis sekunder ini dapat dihentikan bila terapi sudah dilakukan lebih dari 12 bulan, jumlah CD4 di atas 150, dan terapi antiretroviral dipakai selama lebih dari enam bulan, serta tes pada urin sudah mendukung. Diskusikan mengenai hal ini dengan dokter Anda.
Pengobatan Histoplasmosis
Pasien histoplasmosis ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Pada banyak kasus, gejala histoplasmosis akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, pada kasus yang berat, gejalanya bisa berlangsung lebih lama, terutama bila infeksinya makin parah.
Pada pasien yang mengalami gejala berat, histoplasmosis kronis, atau histoplasmosis diseminata, dokter akan memberikan obat antijamur, seperti itraconazole, ketoconazole, atau amphotericin B.
Obat antijamur yang diberikan bisa dalam bentuk tablet atau suntik, dan obat bisa diberikan sampai 2 tahun atau lebih, tergantung pada tingkat keparahan histoplasmosis.
Pada Odha yang mengalami Histoplasmosis, terapi antiretroviral sebaiknya dimulai sekaligus dengan pengobatan untuk histoplasmosis.
Diperbarui 10 November 2023