[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

TERAPI PENUNJANG

27 Maret 2013 Terapi Penunjang

Apa Terapi Penunjang Itu?

Semacam  terapi  yang dianggap  bukan praktik medis baku ‘barat’ disebut sebagai terapi penunjang atau terapi alternatif. Istilah ‘penunjang’ lebih disukai, sebab terapi ini lebih cocok dipakai untuk melengkapi  terapi ‘medis’, bukan sebagai alternatif pada terapi tersebut.

Terapi penunjang termasuk:

y Praktek pemulihan tradisional, misalnya akupunktur

y Terapi  fisik, misalnya  pijat, yoga,  dan refleksi

y Terapi jamu dan aroma

y Teknik relaksasi, misalnya meditasi dan musik

y Terapi spiritual, termasuk paranormal

y Suplemen  makanan,  misalnya  vitamin dan zat mineral – lihat Lembaran Infor- masi (LI) 801

Beberapa dokter siap mendukung  peng- gunaan  terapi penunjang  sebagai  peleng- kap. Mereka merasa bahwa terapi penun- jang dapat mengurangi stres, meringankan beberapa efek samping obat antiretroviral (ARV), dan mempunyai manfaat lain.

Dokter  lain tidak setuju  dengan  terapi penunjang. Mereka menganggap bahwa terapi ini tidak berdasarkan bukti uji coba yang resmi (evidence-based). Mereka yakin bahwa pasien selalu lebih mendapat man- faat dengan terapi medis.

Apakah Terapi Penunjang Aman?

Terapi penunjang dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Istilah ‘alam’ atau ‘jamu tradisional’ tidak menjamin keamanan. Walaupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendaftarkan beberapa jamu, pendaftaran itu tidak menjamin bahwa jamu tersebut aman untuk semua keadaan. Lagi pula, beberapa jamu diketahui merangsang sistem kekebalan tubuh, yang dapat berdampak  buruk pada Odha, terutama dengan jumlah CD4 yang rendah. Lagi pula, beberapa ramuan dapat menurunkan tingkat ARV dalam darah. Pastikan dokter tahu SEMUA jamu/terapi yang kita pakai.

Kita juga sering ditawarkan berbagai macam jamu yang tidak didaftarkan oleh BPOM, dan dalam kemasan yang tidak menunjukkan nama produsen atau kan- dungan. Jamu ini tidak terjamin bersih, dan mungkin juga mengandung jamur atau kuman dan kotoran lain, yang dapat menim- bulkan risiko yang lebih besar untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Daripada kita mengambil risiko dengan memakai jamu dalam kemasan yang tidak jelas, sebaiknya kita cari resep dan membuatnya sendiri dengan membeli bahan yang segar di pasar.

Walaupun  kita semua  menantikan  obat yang mampu memberantas virus dari tubuh kita, kita harus sadar bahwa hingga saat ini, obat penyembuh  belum ditemukan.  Jelas bila obat macam ini ditemukan, hal ini akan menjadi berita yang heboh di seluruh dunia. Jadi, kita harus mengambil  sikap sangat berhati-hati bila ditawarkan jamu atau terapi lain yang dikatakan dapat menyem- buhkan AIDS agar kita tidak tertipu. Walaupun mungkin jamu tersebut tidak menimbulkan  efek fisik yang berbahaya, dampak psikologis dapat sangat berat waktu dibuktikan tidak berhasil, apa lagi bila kita mengeluarkan  banyak biaya untuk mema- kainya.

Sementara banyak orang mendapatkan manfaat dari dukungan spiritual/agama, kita harus sangat berhati-hati dengan terapi yang ditawarkan  oleh orang pintar atau dukun. Ada cukup banyak cerita mengenai orang yang  berhenti  penggunaan  terapi ARV (ART)  setelah  dinyatakan  ‘sembuh’ oleh dukun, dengan dampak yang sangat negatif pada kelanjutan hidupnya.

Apakah Terapi Penunjang Efektif?

Berbeda  dengan  obat medis,  sebagian besar terapi penunjang  belum pernah diuji coba  dengan  cara  yang  teliti  dan dapat dipercaya.  Jadi adalah sulit mencari infor- masi yang baik mengenai efektivitas terapi penunjang. Namun sebaiknya kita coba. Cari informasi dari praktisi pengobatan tradisional yang dapat dipercaya, dari internet, atau dari kemasan. Tetapi kita selalu harus mengambil sikap ‘curiga’ terhadap semua informasi ini. Usulan dari teman yang pernah memakai terapi tersebut  mungkin  dapat membantu, tetapi kita harus sadar bahwa semua orang berbeda: yang efektif untuk satu orang mungkin tidak cocok untuk orang lain. Lagi pula, masalah  kesehatan  sering membaik secara alam tanpa tindakan; perbaikan yang terjadi setelah mulai memakai jamu mungkin adalah kebetulan.

Kadang kita ditawarkan jamu untuk meningkatkan jumlah CD4 kita. Sampai saat ini, satu-satunya tindakan yang terbukti efektif untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan jumlah CD4 adalah ART.

Ada beberapa tantangan yang lain dalam pencarian informasi yang dapat membantu kita mengambil keputusan:

y Jamu jarang dibakukan. Merek berbeda mengandung jumlah unsur aktif yang berbeda. Lagi pula sering ada berbagai jenis tanaman obat yang serupa, tetapi tidak persis sama, walaupun pakai nama lokal yang sama.

y Banyak  tanaman  obat  mengandung berbagai unsur aktif, dan tidak semuanya diketahui.  Lagi pula ada kemungkinan unsur  aktif dapat  hilang  dalam  proses pembuatan jamu.

y Jamu sering dipasarkan dalam kombinasi, dan kegunaan  beberapa  unsur mungkin tidak jelas.

y Sering  dianggap  adanya  sinergi  antara berbagai unsur dalam kombinasi jamu. Ini berarti unsur saling membantu dengan akibat kombinasi  lebih efektif daripada masing-masing unsur sendiri.

y Lebih sulit lagi menilai efektivitas praktek fisik seperti akupunktur atau refleksi, yang sangat tergantung pada keterampilan praktisinya.

Lembaran Informasi Spiritia hanya membahas berbagai macam jamu yang sering dipakai di Indonesia, dan mencoba memberi informasi untuk membantu mengambil  keputusan apakah terapi patut dicoba, dan efek samping yang dilaporkan akibat penggunaan jamu tersebut. Namun, keberadaan  lembaran informasi mengenai macam jamu tidak berarti bahwa peng- gunaan jamu tersebut disokong atau didukung oleh Spiritia.

Kerja Sama dengan Dokter

Kita sebaiknya  membahas  penggunaan semua  terapi  penunjang  yang kita pakai dengan  dokter.  Ini sangat  penting  agar dokter tidak bingung bila ada reaksi buruk pada jamu yang dipakai. Lagi pula, mungkin ada jamu yang tidak boleh dipakai bersama dengan ARV yang kita pakai. Misalnya, ada jamu yang mengurangi  tingkat  berbagai jenis ARV dalam darah.

Mudah-mudahan dokter akan terbuka ter- hadap penggunaan  terapi penunjang,  dan akan membantu kita dalam penilaian pilihan terapi penunjang kita.

Garis Dasar

Sebagian besar Odha memakai sedikitnya satu macam terapi penunjang. Penting kita sadar bahwa ada terapi penunjang yang berbahaya, apa lagi bila kita memakai terapi antiretroviral. Yang lain adalah aman, tetapi mungkin juga tidak memberi manfaat, atau terlalu membebani kantong kita. Ada juga yang tampaknya sangat bermanfaat.

Sebaiknya kita memberi tahu dokter kita mengenai semua terapi penunjang yang kita pakai.

Ditinjau 1 November 2013 berdasarkan FS 700

AIDS InfoNet 27 Maret 2013 dan sumber lain

 

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected]r.id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org