Catatan: Keberadaan lembaran informasi ini bukan berarti penggunaan bahan ini disokong atau didukung oleh Yayasan Spiritia – lihat Lembaran Informasi 700 mengenai Terapi Penun- jang.
Apa DHEA Itu?
Dehydroepiandrosterone (DHEA) adalah sejenis hormon steroid yang dibuat oleh kelenjar adrenal pada laki- laki dan perempuan. Hormon adalah senyawa kimia yang dibuat oleh satu bagian tubuh dan dibawa ke bagian lain tubuh, di mana hormon tersebut mem- punyai efek khusus. Kelenjar adrenal berada di atas ginjal.
DHEA adalah steroid yang paling umum pada manusia. DHEA dapat diubah bentuknya dalam tubuh menjadi testosteron (hormon seks laki-laki yang primer), estrogen (hormon seks perem- puan yang penting), atau steroid lain. Namun suplemen DHEA dibuktikan tidak meningkatkan testosteron pada laki- laki. Dampak ini hanya terlihat pada perempuan.
DHEA tidak menunjukkan efek serupa dengan steroid anabolik (yang mem- bangun otot), tetapi ada kemungkinan bahan ini dapat dianggap obat yang harus diawasi secara ketat oleh pemerintah.
Pada orang dewasa yang sehat, tingkat DHEA menjadi paling tinggi pada usia kurang lebih 20 tahun, dan kemudian semakin menurun. Odha dengan lipo- distrofi (lihat Lembaran Informasi (LI) 553) mempunyai tingkat DHEA yang sangat rendah.
Apa Manfaat DHEA?
Orang dengan berbagai penyakit mempunyai tingkat DHEA yang luar biasa rendah. DHEA dipakai selama kurang lebih 30 tahun terakhir ini untuk mengobati obesitas (tubuh yang sangat gemuk), diabetes, dan lupus. Ditemukan juga bahwa DHEA dapat memperbaiki tidur. Banyak orang yang pernah me- makai DHEA melaporkan lebih ber- tenaga dan merasa sangat nyaman.
Mengapa Odha Memakai DHEA?
Beberapa Odha memakai DHEA de- ngan jumlah yang cukup untuk mening- katkan tingkatnya dalam tubuh menjadi normal. Penggunaan ini dapat membantu meningkatkan tenaganya. Beberapa penelitian menemukan bahwa DHEA meningkatkan tingkat IL-2, sebuah pembawa pesan kimia yang mening- katkan pembuatan sel CD4. Lihat LI 482 untuk informasi mengenai IL-2. DHEA juga meningkatkan kemampuan sel CD8 untuk membunuh sel yang terinfeksi. DHEA mungkin membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah pene- litian baru menunjukkan bahwa DHEA dapat mengurangi depresi pada Odha.
Bagaimana DHEA Dipakai?
DHEA tersedia dengan bentuk “re- gular”, yaitu DHEA-S (DHEA sulfat). Tubuh kita dapat mengubah DHEA menjadi DHEA-S dan sebaliknya.
Satu pendekatan untuk memakai DHEA adalah untuk mencoba menahan tingkat DHEA dalam darah yang serupa dengan orang dewasa muda. Hal ini umumnya berarti pasiennya memakai 200mg DHEA sekali atau dua kali sehari.
Ada tes darah dan ludah untuk meng- ukur tingkat DHEA dalam darah. Tes ini dapat membantu menentukan berapa DHEA yang harus dipakai dan apakah tingkatnya sudah sesuai dengan kei- nginan. Tingkat DHEA berubah-ubah dari pagi sampai sore, jadi sebaiknya kita selalu melakukan tes pada jam yang sama.
DHEA tidak dianjurkan untuk anak dan remaja dengan HIV. Penggunaan mung- kin mengganggu keseimbangan hormon yang normal.
Apa Efek Samping DHEA?
Hanya ada sedikit efek samping yang tercatat akibat penggunaan DHEA dengan takaran sampai 2.500mg per hari. Namun ada laporan mengenai pening- katan akne (jerawat) dan bulu wajah, serta penurunan pada tingkat lipoprotein kepadatan tinggi (kolesterol ‘baik’).
Beberapa penelitian memberi kesan bahwa Odha dengan sarkoma Kaposi (KS, lihat LI 508) mempunyai tingkat DHEA yang sangat tinggi. Penggunaan DHEA oleh orang tersebut mungkin berbahaya. Ukur tingkat DHEA dalam darah dan air seni sebelum memakainya.
Bagaimana DHEA Berinteraksi dengan Terapi Lain?
Belum ada interaksi yang tercatat antara DHEA dan terapi lain. Karena DHEA secara alamiah berada dalam tubuh manusia, tidak mungkin akan ditemukan interaksi. Adalah mungkin bahwa DHEA dapat berpengaruh pada penguraian obat oleh hati, tetapi hal ini belum diteliti.
Bagaimana Kita Tahu DHEA Berhasil?
Ada perhatian ilmiah terus-menerus pada DHEA, dengan lebih dari 100 artikel ilmiah diterbitkan setiap tahun selama empat tahun terakhir ini. Namun, belum ada banyak penelitian yang menunjukkan manfaatnya pada kesehatan manusia, dan beberapa hasil awal yang baik belum dikonfirmasi dengan pene- litian lanjutan.
Belum ada dukungan ilmiah yang kuat untuk memakai suplemen DHEA (me- nambah tingkat DHEA dalam tubuh di atas tingkat normal). Namun beberapa dokter menganjurkan penggunaan DHEA sebagai pengganti, yang berarti memakai secukupnya untuk meningkatkan tingkat DHEA yang rendah menjadi normal.
Garis Dasar
DHEA adalah hormon steroid yang dibuat oleh tubuh manusia. Tingkat DHEA semakin menurun dengan usia semakin tua, dan menurun lebih cepat dengan berbagai penyakit termasuk HIV. DHEA dapat membantu fungsi keke- balan, meningkatkan tenaga, dan meng- urangi depresi.
Mungkin ada manfaat kalau kita memakai cukup DHEA untuk mening- katkan tingkat DHEA dalam darah menjadi normal kembali. Hal ini disebut sebagai terapi pengganti (replacement therapy). Sebelum DHEA dipakai, sebaiknya kita mengukur tingkat DHEA dengan tes darah atau ludah.
Saat ini, belum ada penelitian yang mendukung penggunaan DHEA sebagai suplemen (dengan takaran yang akan menghasilkan tingkat DHEA dalam darah di atas normal).
Ditinjau 1 November 2013 berdasarkan FS 724
The AIDS InfoNet 11 Juni 2013
Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected]r.id Situs web: http://spiritia.or.id/
Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.
Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org