[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

ECHINACEA

01 November 2013 Terapi Penunjang

Catatan: Keberadaan lembaran infor- masi ini bukan berarti penggunaan jamu ini disokong atau didukung oleh Yayasan Spiritia - lihat Lembaran Informasi 700 mengenai Terapi Penun- jang.

Apa Echinacea Itu?

Echinacea  adalah tanaman  berbunga. Nama lainnya adalah ‘Purple Cone- flower’. Tanaman ini terutama tumbuh di Eropa dan Amerika Utara. Ada beberapa jenis yang serupa: Echinacea purpurea, angustifolia, dan palida. Masing-masing mempunyai sifat medis yang sedikit berbeda. Echinacea purpurea tampak lebih aktif dalam tabung percobaan. Echinacea angustifolia tampak lebih efektif pada manusia.

Echinacea adalah jamu yang paling umum dipakai oleh orang asli Amerika di daerah Great Plains. Echinacea  adalah salah satu jamu yang paling laku di AS.

Sejak akhir 1930-an,  peneliti Jerman meneliti echinacea dan dampaknya pada sistem kekebalan tubuh. Pemerintah Jerman sudah menyetujui akar Echinacea palida  dan daun  Echinacea  purpurea untuk dipakai terhadap selesma, flu, dan infeksi saluran pernapasan  dan saluran kencing yang kronis. Banyak penelitian mendukung penggunaannya. Namun satu penelitian di AS pada 2006 tidak mene- mukan manfaat dari satu bentuk tertentu.

Bagaimana Echinacea Dipakai?

Pendukung echinacea mengusulkan jamu dipakai sebagai teh yang dibuat dari sejumlah rempah yang kecil berusia kurang dari satu tahun. Echinacea tersedia dalam kapsul yang mengandung  bubuk tanaman atau akar yang dikeringkan, dan juga sebagai tincture (larutan dalam alkohol). Pada kasus tertentu, orang minum  jus yang diperas  dari tanaman segar. Untuk mengobati  masalah  kulit, jamu khusus yang mengandung jus tersebut dipakai.

Takaran  echinacea  yang  disarankan tergantung pada jenis dan bagian tanaman yang dipakai. Secara umum, sebaiknya echinacea tidak dipakai secara terus- menerus lebih dari dua minggu.

Echinacea  adalah satu ramuan dalam beberapa kombinasi jamu yang dipasar- kan untuk masalah hati, yang sering disebut sebagai ‘hepatoprotektor’  (lihat Lembaran Informasi 760).

Apa Manfaat Echinacea?

Kegunaan utama echinacea adalah untuk mengobati selesma dan flu. Echina- cea juga dipakai untuk infeksi saluran kencing, luka pada kulit yang tidak pulih, dan masalah kulit seperti psoriasis dan eksema.

Echinacea  merangsang  sistem  kekebalan tubuh. Jamu ini mendorong peng- giatan sel CD4 dan meningkatkan  ke- giatan sistem kekebalan tubuh. Echinacea juga membantu sel darah putih melawan kuman. Dampak  ini dapat menjadi  se- makin kurang bila echinacea dipakai lebih dari beberapa minggu.

Echinacea  secara  umum  tidak  disa- rankan untuk dipakai oleh orang dengan penyakit  pada sistem kekebalan  tubuh seperti HIV, multiple sclerosis, atau TB. Pemerintah  Jerman mengusulkan  echi- nacea tidak dipakai bila kita mengalami penyakit  ini. Beberapa  peneliti  meng- anggap bahwa echinacea sebetulnya dapat memperburuk masalah sistem kekebalan tubuh. Beberapa ahli jamu tidak meng- usulkan  echinacea  dipakai  oleh orang dengan jumlah CD4 di bawah 200.

Mengapa Odha Memakai Echinacea?

Banyak Odha memakai echinacea karena jamu ini merangsang sistem kekebalan tubuh, atau untuk jangka pendek sebagai pengobatan untuk selesma atau flu. Penggunaan echinacea oleh Odha adalah kontroversial.

Beberapa  dokter menganggap  bahwa sistem  kekebalan  tubuh orang dengan masalah kekebalan sebaiknya tidak dirangsang. Meningkatkan penggiatan sel CD4 dapat memberi HIV lebih banyak ‘sel sasaran’ untuk diinfeksikan. Dokter lain menganggap bahwa beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh Odha sudah terlalu  aktif, dengan  akibat kerusakan pada sel dan jaringan yang sehat.

Dokter juga prihatin terhadap penelitian pada hewan yang menunjukkan  bahwa echinacea  meningkatkan  tingkat faktor tumor nekrosis alfa (TNF-alpha), sebuah senyawa yang dibuat oleh sistem keke- balan tubuh untuk membunuh  sel yang tidak sehat. Tingkat  tinggi TNF-alpha pernah dikaitkan dengan kelanjutan penyakit HIV.

Sayangnya belum pernah dilakukan penelitian  secara teliti terhadap  Odha, seperti halnya dengan hampir semua jenis jamu. Belum dilaporkan penelitian yang menemukan  hasil yang berbahaya  dari penggunaan echinacea oleh Odha. Belum dilakukan penelitian mengenai peng- gunaan echinacea oleh perempuan hamil. Mereka sebaiknya hati-hati bila memakai tincture karena kandungan alkohol yang tinggi.

Beberapa peneliti menganggap bahwa penggunaan dalam jangka pendek (hingga dua minggu)  untuk mengobati  selesma atau flu tidak menimbulkan  risiko yang bermakna pada Odha. Namun baik peneliti AIDS  maupun  praktisi  jamu mengusulkan agar echinacea tidak dipakai dalam jangka panjang.

Apa Efek Samping Echinacea?

Tidak diketahui efek samping dari penggunaan echinacea melalui mulut atau pada kulit. Peringatan mengenai dampak negatif dari penggunaan  echinacea oleh orang dengan  masalah  kekebalan  ber- dasarkan penelitian dalam laboratorium. Belum ada penelitian terhadap manusia yang menemukan efek samping tersebut.

Bagaimana Echinacea Berinteraksi dengan Obat Lain?

Kebanyakan  interaksi  antara ramuan dan obat belum diteliti secara hati-hati. Echinacea ditunjukkan menurunkan tingkat beberapa obat antiretroviral (ARV) dalam darah. Namun belum ada interaksi yang terbukti bermakna atau yang mem- butuhkan penyesuaian takaran. Pastikan dokter tahu SEMUA  obat, suplemen dan jamu yang kita pakai, termasuk echinacea.

Garis Dasar

Echinacea  adalah tanaman  berbunga yang dipakai sebagai jamu untuk meng- obati masalah  saluran  pernapasan  dan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Jamu ini sangat populer di AS. Ada ratusan penelitian terhadap echinacea yang diterbitkan,  kebanyakan  di Eropa. Penelitian ini membuktikan dampak echinacea  pada sistem kekebalan  tubuh dan manfaatnya dalam mengobati selesma dan flu.

Beberapa peneliti menganggap bahwa dampak echinacea pada sistem kekebalan tubuh dapat menimbulkan masalah untuk Odha. Namun belum diterbitkan  pene- litian yang menunjukkan dampak buruk dari penggunaan  echinacea  oleh Odha. Kemungkinan tidak ada risiko asal echinacea  tidak dipakai lebih dari dua minggu.

Ditinjau 1 November 2013 berdasarkan FS 726

The AIDS InfoNet 16 Mei 2013

 

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected]r.id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org