[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

KURKUMA (KUNYIT)

01 November 2013 Terapi Penunjang

Catatan: Keberadaan lembaran infor- masi ini bukan berarti penggunaan jamu ini disokong atau didukung oleh Yayasan Spiritia - lihat Lembaran Informasi 700 mengenai Terapi Penun- jang.

Apa Kurkuma Itu?

Kurkuma adalah semacam jamu yang dibuat dari tanaman Curcuma domestica atau Curcuma longa, dari familia (jenis) Zingiberaceae. Jenis lain dalam familia ini termasuk Curcuma xanthorrhizae, yang lebih dikenal sebagai temu lawak (lihat Lembaran Informasi (LI) 741), Curcuma heyneana atau temu giring, dan Curcuma aeruginosa atau temu hitam. Semuanya mempunyai bentuk akar yang disebut sebagai rimpang (rhizome), dan biasanya bagian ini yang dipakai untuk membuat jamu.

Temu giring dan temu hitam paling sering dipakai untuk pengobatan cacing. Kurkuma dan temu lawak lebih sering dipakai oleh Odha. Kurkuma adalah satu ramuan dalam beberapa kombinasi jamu yang dipasarkan untuk masalah hati, yang sering disebut sebagai ‘hepatoprotektor’ (lihat LI 760).

Kurkuma lebih dikenal sebagai bumbu dapur kunyit. Kunyit adalah bumbu untuk memasak kari, sering juga disebut sebagai turmeric.

Apa Kegunaan Kurkuma?

Kandungan aktif kunyit adalah senyawa kimia yang disebut sebagai curcuminoid. Curcuminoid dalam kunyit adalah cur- cumin (75%), demethoxycurcumin (15-20%) dan bisdemethoxycurcumin (ku- rang lebih 3%). Dalam penelitian, curcuminoid ditemukan mempunyai sifat antioksidan dan antiradang. Pada awal 1990-an, para peneliti juga menemukan bawah curcumin bertindak sebagai anti- HIV dalam tabung percobaan.

Namun dua uji coba klinis pada manu- sia mengambil kesimpulan yang berten- tangan. Satu, yang dilakukan di Los Angeles pada 1994 mengamati penu- runan viral load di antara orang yang memakai kurkuma. Namun sebuah uji coba klinis lain yang dilakukan di AS pada 1996 tidak menemukan bukti bahwa kurkuma dengan takaran tinggi atau rendah berhasil mengurangi viral load atau meningkatkan jumlah sel CD4. Sayangnya belum dilakukan penelitian lanjutan terhadap dampak kurkuma pada HIV sejak waktu itu.

Tampaknya juga, kurkuma dapat melindungi hati dari beberapa senyawa beracun. Sekali lagi belum ada dasar bukti yang jelas mengenai dampak ini.

Mengapa Odha Memakai Kurkuma?

Selain anggapan bahwa kurkuma dapat membantu tubuh melawan dengan HIV, sifat antiracun pada hati mungkin dapat membantu Odha. Jamu ini dipakai oleh praktisi pengobatan tradisional di Indo- nesia antara lain untuk mengobati penyakit kuning. Beberapa obat yang dipakai untuk melawan HIV dapat merusak hati. Orang yang terinfeksi hepatitis B atau C (HBV dan HCV) lebih mungkin mengalami masalah hati waktu memakai obat antiretroviral (ARV). Diharapkan kurkuma dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan pada hati.

Kurkuma diketahui mempunyai sifat antiradang, sehingga dapat dipakai untuk mengobati masalah peradangan. Pera- dangan, sebagai tanggapan tubuh ter- hadap infeksi, dikaitkan dengan beberapa penyakit, termasuk HIV (lihat LI 484). Sekarang ada teori bahwa tingkat pera- dangan yang rendah yang berlanjut bertahun-tahun dapat memperparah beberapa infeksi kronis, termasuk HIV. Oleh karena itu, mungkin penggunaan kurkuma dapat mengurangi dampak jangka panjang infeksi HIV.

Bagaimana Kurkuma Dipakai?

Empu rimpang kunyit dicampur dengan bahan rempah lain kemudian direbus, lalu airnya diminum sebagai obat. Atau kunyit dapat diparut dan ditambah air minum, diperas lalu diminum dua kali sehari.

Kurkuma dapat dibeli sebagai jamu sari kunyit dengan 90-95% curcumin, yang dipakai dengan takaran 250-500mg tiga kali sehari.

Apa Efek Samping Kurkuma?

Bila dipakai dengan takaran yang diusulkan, kurkuma dianggap aman. Beberapa ahli menganjurkan agar kur- kuma tidak dipakai dengan takaran tinggi oleh perempuan hamil, karena dapat menimbulkan masalah rahim. Orang dengan batu empedu atau hambatan pada saluran empedu sebaiknya bicara dengan dokter sebelum memakai kurkuma.

Apakah Kurkuma Berinteraksi dengan Obat Lain?

Tidak tercatat interaksi antara kurkuma dengan ARV. Kurkuma dapat mengurangi kemampuan pembekuan darah setelah luka-luka, Karena aspirin juga dapat menunda pembekuan darah, sebaiknya kurkuma tidak dipakai bersamaan dengan aspirin. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai, termasuk kurkuma.

Garis Dasar

Kunyit mengandung beberapa jenis curcumin yang sudah lama dipakai sebagai jamu untuk mengobati berbagai penyakit. Jamu ini sudah dipakai selama ribuan tahun, dan belum dialami efek samping yang berat atau interaksi yang gawat.

Walaupun ada bukti bahwa curcumin mempunyai tindakan anti-HIV dalam tabung percobaan, hal ini belum dibukti- kan dengan uji coba klinis pada manusia. Namun hanya sedikit uji coba itu dilaku- kan, dan oleh karena itu dan kenyataan bahwa jamu ini aman dan murah, tidak ada kesalahan bila Odha ingin coba sendiri, asal harapannya tidak terlalu tinggi.

Beberapa praktisi menganggap bahwa kurkuma dapat mengurangi kerusakan pada hati yang diakibatkan oleh beberapa jenis racun termasuk obat antiretroviral.

Ditinjau 1 November 2013 berdasarkan DrugDigest 22 Desember 2010 dan beberapa sumber lain

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected]r.id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org