[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

Penelitian di AS, Vaksin TBC Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Covid-19

16 Agustus 2021 Referensi

PIKIRAN RAKYAT - Kasus corona di Indonesia masih terus bertambah dan belum menunjukkan adanya penurunan. 

Beberapa peneliti dan para ahli terus berusaha untuk meneliti virus tersebut dan terus mencari alternatif pengobatannya.

Menurut studi awal Amerika Serikat, vaksin tuberkulosis atau TBC yang sudah berusia seabad ini bisa berperan dalam mengurangi angka kematian Covid-19.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com melalui South China Morning Post, para peneliti dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dari National Institutes of Health membuat tautan ke Bacille Calmette-Guerin, atau BCG, setelah membandingkan data tentang tingkat kematian Covid-19 di seluruh dunia.

BCG, dinamai dari mikrobiolog Perancis Albert Calmette dan Camille Guerin yang mengembangkannya, mengandung strain hidup Mycobaterium bovis, yang terkait dengan bakteri penyebab TBC.

Penyakit yang menyebabkan satu dari tujuh kematian di Amerika dan Eropa pada pergantian abad ke-20, dapat dicegah setelah vaksin diperkenalkan pada tahun 1921.

Menurut penelitian, tempat-tempat di mana angka kematian Covid-19 lebih rendah bervariasi dalam hal usia, pendapatan, dan akses perawatan kesehatan, tetapi mereka semua memiliki satu kesamaan yaitu program vaksinasi TBC.

Para peneliti mengatakan efek positif dari vaksin TBC ditemukan signifikan, tetapi mereka tidak memiliki jawaban pasti mengenai alasannya.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa vaksin itu juga dapat memberi anak-anak perlindungan luas terhadap penyakit lain seperti infeksi saluran pernapasan yang tidak terkait dengan TBC.

Fenomena ini telah dilaporkan di negara-negara termasuk Guinea-Bissau dan Spanyol.

Para peneliti menduga vaksin itu dapat 'melatih' respons imun bawaan anak.

Tetapi para peneliti mengingatkan bahwa hasil mereka adalah awal dan tidak boleh digunakan untuk memandu kebijakan pemerintah pada tahap ini.***