info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

MEROKOK DAN HIV

15 September 2023 Gizi dan Olahraga

MEROKOK dan HIV

Diperbarui 15 September 2023

 

Tembakau adalah obat yang legal dan banyak digunakan. Namun, rokok bersifat adiktif dan terdapat bukti jelas bahwa merokok merusak kesehatan dalam banyak hal. Sekitar 6,9 juta orang dewasa merokok di Inggris. Merokok adalah penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah di Inggris dan menyebabkan sekitar 78.000 kematian per tahun.

 

Risiko kesehatan dari merokok

Merokok merusak jantung dan sirkulasi darah Anda, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (jantung), tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Pria mungkin mengalami impotensi akibat merokok karena suplai darah ke penis menjadi terbatas.

Merokok menyebabkan sekitar 70% kasus kanker paru-paru dan menyebabkan banyak jenis kanker lainnya, termasuk kanker mulut, bibir, tenggorokan, kandung kemih, ginjal, pankreas, lambung, hati, dan leher rahim.

Merokok merusak paru-paru dan dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, emfisema, dan pneumonia. Hal ini juga dapat memperburuk atau memperpanjang gejala asma dan kondisi pernafasan lainnya.

Merokok juga dapat mempengaruhi kesuburan dan menyebabkan keguguran. Merokok juga dapat merusak kulit, gigi, dan indera penciuman dan rasa.

 

Merokok dan HIV

Merokok sendiri tidak memperburuk infeksi HIV. Tingkat perkembangan penyakit HIV atau jumlah sel CD4 yang hilang pada perokok tidak lebih besar dibandingkan pada bukan perokok. Namun, tingkat merokok di kalangan Odha lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum, disertai dengan risiko kesehatan.

Merokok sangat berbahaya bagi orang yang hidup dengan HIV. Bagi orang yang memakai pengobatan HIV dan memiliki viral load tidak terdeteksi, merokok memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap harapan hidup dibandingkan infeksi HIV. Merokok dapat memperpendek harapan hidup orang dengan HIV selama rata-rata enam tahun dan meningkatkan risiko kematian dua kali lipat bagi orang dengan HIV yang memakai pengobatan HIV.

Orang yang hidup dengan HIV kehilangan fungsi paru-parunya lebih cepat dibandingkan orang HIV-negatif, dan penurunan ini lebih cepat terjadi pada orang yang memiliki jumlah CD4 sangat rendah. Orang dengan HIV mempunyai peningkatan risiko terkena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan risiko ini bahkan lebih besar lagi jika Anda merokok.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perokok dengan HIV 82% lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan orang dengan HIV yang tidak merokok. Para peneliti memperkirakan bahwa 37% dari seluruh serangan jantung pada Odha dalam penelitian ini dapat dicegah dengan tidak merokok. Beberapa obat ARV dapat menyebabkan peningkatan lemak darah, dan ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Jadi, jika Anda merokok dan mengonsumsi obat anti-HIV tertentu, risiko Anda mungkin semakin meningkat.

Perokok dengan HIV lebih mungkin meninggal karena kanker paru-paru dibandingkan penyebab terkait AIDS. Orang yang hidup dengan HIV memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru dibandingkan orang HIV-negatif, pada usia yang lebih muda dibandingkan orang HIV-negatif, dan peningkatan risiko kematian akibat kanker paru-paru dibandingkan dengan orang HIV-negatif.

Penelitian menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker yang tidak terdefinisi AIDS, (seperti kanker hati) dan satu dari empat diagnosis kanker di antara Odha dapat dicegah dengan tidak merokok. Perokok dengan HIV 61% lebih mungkin terkena kanker; setelah mengecualikan kanker paru-paru, perokok masih 36% lebih mungkin terkena kanker lainnya. Lebih jauh lagi, HIV sendiri merupakan faktor risiko independen terhadap kanker yang berhubungan dengan merokok, dan hal ini terutama berlaku pada perempuan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa merokok meningkatkan risiko keguguran pada perempuan hamil yang hidup dengan HIV.

 

Berhenti merokok

Berhenti merokok (atau tidak memulainya) akan mengurangi risiko terkena penyakit terkait merokok secara signifikan. Bukti menunjukkan bahwa berhenti merokok secara substansial mengurangi risiko berbagai jenis kanker yang berhubungan dengan merokok setelah satu tahun atau lebih berhenti merokok.

Berhenti merokok pada usia berapapun, dapat meningkatkan kesehatan Anda sehari-hari serta berpotensi meningkatkan harapan hidup Anda. Kemungkinan besar Anda akan berhenti merokok dan tetap berhenti merokok jika Anda termotivasi. Ada banyak cara untuk mendapatkan bantuan untuk berhenti merokok.

Rokok menimbulkan kecanduan karena mengandung zat nikotin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang hidup dengan HIV memetabolisme nikotin lebih cepat dibandingkan perokok tanpa HIV, sehingga membuat mereka lebih sulit untuk berhenti.

Anda mungkin menemukan bahwa terapi pengganti nikotin dapat membantu mengurangi keinginan untuk merokok dan mempermudah berhenti merokok. Dokter Anda mungkin meresepkan koyo, permen karet, atau tablet hisap yang mengandung nikotin. Tidak ada bukti bahwa obat ini berinteraksi dengan obat anti-HIV. Anda juga dapat membelinya tanpa resep.

Rokok elektronik (e-cigarettes) adalah alat bantu populer untuk berhenti merokok. Rokok elektrik baru memasuki pasar sekitar satu dekade lalu, dan dampak jangka panjangnya masih dipelajari. Pada beberapa waktu belakangan ini, dilaporkan suatu gejala yang dikenal dengan nama e-cigarette or vaping use-associated lung injury (disingkat EVALI/cedera paru-paru terkait penggunaan rokok elektrik atau vaping). Awalnya dikenal sebagai vaping associated pulmonary illness (disingkat VAPI/penyakit paru terkait vaping). Nama baru ini merupakan respons terhadap meningkatnya jumlah kasus penyakit paru-paru parah terkait penggunaan rokok elektrik dan produk vaping, yang pertama kali teridentifikasi pada tahun 2019. Para peneliti masih mempelajari penyakit ini, sehingga perubahan terminologi mungkin terus dilakukan dan sebaiknya penggunaannya dibatasi atau dihindari.

 

Dokter Anda dapat meresepkan obat untuk membantu Anda berhenti merokok, seperti obat yang disebut Champix. Champix (varenicline) aman digunakan oleh Odha tetapi, seperti semua obat, memiliki efek samping tersendiri. Bicarakan dengan dokter Anda apakah varenicline cocok untuk Anda.

Obat antidepresan Bupropion (Zyban) juga dapat membantu Anda berhenti merokok. Namun, obat ini berinteraksi dengan beberapa obat anti-HIV, terutama ritonavir dan efavirenz – obat ini dapat menurunkan kadar Bupropion dalam darah Anda. Dokter perlu untuk mempertimbangkan dosis Bupropion jika menggunakan ritonavir dan efavirenz. Obat tersebut juga dapat menimbulkan efek samping, antara lain mulut kering, insomnia, sakit kepala, dan kejang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada Odha, kombinasi pengobatan untuk berhenti merokok, kecemasan, dan depresi lebih efektif dibandingkan pengobatan untuk berhenti merokok saja.

Berhenti merokok itu sulit. Kemungkinan besar Anda dapat berhenti merokok jika mendapatkan dukungan. Namun ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, misalnya menghindari ‘pemicu’ – aktivitas yang Anda kaitkan dengan merokok. Olahraga juga bisa membantu seseorang yang sedang berhenti merokok. Beberapa orang menemukan bahwa terapi alternatif seperti akupunktur dan hipnoterapi membantu mereka berhenti merokok.

 

Sumber asli:

  1. E-cigarette or Vaping Use-Associated Lung Injury (EVALI)

  2. Smoking and HIV

Tautan asli:

  1. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/evali

  2. https://www.aidsmap.com/about-hiv/smoking-and-hiv

 

Diperbarui 15 September 2023