Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

Kembali ke Lembar Informasi
Referensi 05 Juli 2021

Jangan Salah Persepsi, Ini Lima Anggapan Keliru Tentang Penderita HIV

Cari Topik Ini

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Beberapa waktu lalu kita mendengar dari berbagai berita daring tentang kasus seorang anak yang dikeluarkan dari sekolahnya karena mengidap penyakit HIV.

Satu dari sekian kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum memahami proses penularan HIV.

Kesalahan informasi dan penyebarannya menjadi faktor utama yang membuat sebagian orang memiliki anggapan keliru tentang penyakit ini.

Kekeliruan anggapan ini kemudian memunculkan stigma penderita HIV selama bertahun-tahun, bahkan hingga saat ini.

Tak jarang penderita HIV yang kemudian diperlakukan secara diskriminatif oleh lingkungannya. Hal ini tentu menjadi beban psikologis bagi penderita dan mereka tidak bisa menjalankan hidup selayaknya orang pada umumnya.

Kini berbagai informasi faktual bisa diakses dari berbagai sumber. Jadilah masyarakat yang cerdas dan membaca dulu sebelum berasumsi.

Berikut anggapan keliru tentang HIV yang dirangkum dari berbagai sumber.

  1. HIV Sama dengan AIDS

Sebenarnya HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. HIV merupakan Human Immunodeficiency Virus, nama virus yang membawa penyakit defidiensi imun.

Sedangkan AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome, yang merupakan diagnosa lanjutan setelah seseorang terjangkit virus dan melemahkan sistem imun seseorang, sehingga orang tersebut berada pada risiko yang tinggi terhadap penyakit sistem imun itu.

  1. Seseorang yang Terkena HIV/AIDS Mudah Dikenali

Ini merupakan anggapan yang salah. Pada umunya, penderita HIV mengalami gejala yang menyerupai flu dan kemudian sembuh begitu saja.

Kondisi ini bisa hilang dalam waktu yang lama, tanpa mereka sadari bahwa mereka telah terjangkit virus HIV.

Satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa seseorang terkena virus HIV adalah dengan melakukan tes darah.

  1. HIV/AIDS Hanya Dialami Kaum Homoseksual, Pekerja Seks, dan Pengguna Narkoba Saja

Tidak sedikit orang yang mempunyai anggapan demikian. Meskipun jumlah penularan HIV melalui hubungan seksual dan jarum suntik narkoba mencapai angka yang substansial, tetapi orang sehat pun dapat terinfeksi HIV.

Misalnya, lewat prosedur transfusi darah yang salah. Tidak menutup kemungkinan orang akan terjangkit virus HIV, maka tetaplah berhati-hati.

  1. Penderita HIV/AIDS tidak berumur panjang

Di awal tahun epidemi, angka kematian penderita HIV/AIDS cukup tinggi.

Namun, seiring dengan perkembangan Sains, obat retroviral memungkinkan penderita untuk bisa tetap menjalankan hidup.

Mereka bisa mendapatkan umur lebih panjang, normal, dan bisa produktif.

  1. Bayi dari Ibu yang HIV Akan Tertular Otomatis

Memang ada bayi yang tertular HIV dari ibunya, tetapi jumlah kasus ini hanya kurang dari dua persen.

Seseorang bisa mencegah anaknya terinfeksi virus HIV, jika kondisi tubuh ibu sudah diketahui sebelumnya.

Namun, belum disetujui apakah ibu bisa menyusui bayinya atau tidak. Sebuah penelitian di Afrika Selatan mengungkapkan bahwa potensi penularan HIV akan lebih kecil, apabila ibu positif HIV yang menyusui anaknya juga menambahkan makanan padat.

Penderita HIV tidak seharusnya mengalami stigma dan perlakuan diskriminatif. Kurangi beban mereka dengan tetap bersikap baik dan berikan semangat. (Kinanthi)