[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

KANDIDIASIS

27 Desember 2023 Infeksi Oportunistik

KANDIDIASIS

Diperbarui 27 Desember 2023

 

Apa Kandidiasis Itu?

Kandidiasis adalah infeksi oportunistik (IO) yang sangat umum pada orang dengan HIV. Ini adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur yang umum disebut kandida. Jamur ini ditemukan di tubuh sebagian besar orang. Sistem kekebalan yang sehat menjaganya tetap terkendali. Kandida biasanya menginfeksi mulut, tenggorokan, atau vagina. Infeksi ini bisa terjadi berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum infeksi oportunistik yang lebih serius lainnya. 

Di dalam mulut, infeksi ini sering disangka sariawan. Ketika infeksi menyebar lebih dalam ke tenggorokan, infeksi ini disebut esofagitis. Gejalanya terlihat seperti bercak putih mirip keju, atau bintik merah. Infeksi ini bisa menyebabkan sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, mual, dan hilangnya nafsu makan. Sariawan juga bisa menyebabkan retakan di sudut bibir, yang disebut sebagai kheilitis angularis.

Di dalam vagina, infeksi ini disebut vaginitis. Ini adalah infeksi vagina yang umum. Gejalanya termasuk gatal, rasa terbakar, dan keluarnya cairan putih tebal.

Kandida juga dapat menyebar dan menyebabkan infeksi di otak, jantung, sendi, dan mata.

 

Bagaimana Kandidiasis Dicegah?

Tidak ada cara untuk mencegah pajanan terhadap kandida. Biasanya, obat tidak digunakan untuk mencegah kandidiasis. Ada beberapa alasan untuk ini:

  1. Jamur tersebut tidak terlalu berbahaya.

  2. Ada obat yang efektif untuk mengobatinya.

  3. Jamur ini dapat mengembangkan resistensi terhadap obat.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan menjalani terapi antiretroviral kombinasi (ART) merupakan cara terbaik untuk mencegah timbulnya kandidiasis.

 

Bagaimana Kandidiasis Diobati?

Sistem kekebalan tubuh yang sehat menjaga kandida tetap seimbang. Bakteri yang biasanya ditemukan dalam tubuh manausia juga dapat membantu mengontrol infeksi kandida. Namun penggunaan beberapa antibiotik dapat membunuh bakteri yang berguna ini dan menyebabkan timbulnya kandidiasis. Mengobati kandidiasis tidak akan menghilangkan ragi sepenuhnya, tetapi akan menjaganya tetap terkendali.

Terapi dapat bersifat lokal atau sistemik. Terapi lokal diterapkan di tempat infeksi ditemukan. Terapi sistemik mempengaruhi seluruh tubuh. Banyak penyedia layanan kesehatan lebih memilih menggunakan terapi lokal terlebih dahulu. Terapi ini dilakukan dengan menerapkan obat langsung di tempat yang dibutuhkan. Terapi ini memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan terapi sistemik. Selain itu, risiko kandida menjadi resisten terhadap obat lebih rendah. Obat-obatan yang digunakan untuk melawan kandida adalah obat antijamur. Hampir semua namanya diakhiri dengan "-azole." Mereka termasuk clotrimazole, nystatin, fluconazole, dan itraconazole.

 Terapi lokal dapat berupa:

  1. Krim

  2. Supositoria untuk mengobati vaginitis

  3. Cairan

  4. "Troches" atau "lozenge" yang larut di dalam mulut

Terapi lokal mungkin menyebabkan sedikit rasa terbakar atau iritasi.

Terapi sistemik diperlukan jika terapi lokal tidak berhasil, atau jika infeksi telah menyebar ke dalam tenggorokan (esofagitis) atau bagian tubuh lainnya. Beberapa obat sistemik diambil dalam bentuk pil. Efek samping yang paling umum adalah mual, muntah, dan nyeri perut. Kurang dari 20% orang mengalami efek samping ini.

Kandidiasis dapat kembali berulang kali. Beberapa penyedia layanan kesehatan meresepkan obat antijamur secara berkelanjutan. Ini dapat menyebabkan resistensi. Jamur dapat bermutasi sehingga obat tidak lagi efektif.

Beberapa kasus serius tidak merespons obat lain. Dalam hal ini, amfoterisin B mungkin digunakan. Ini adalah obat yang sangat kuat dan toksik, diberikan secara oral atau melalui intravena. Efek samping utama adalah masalah ginjal dan anemia. Reaksi lain termasuk demam, kedinginan, mual, muntah, dan sakit kepala. Biasanya, gejala kandidiasis akan membaik setelah beberapa dosis pertama.

 

Terapi Non-Obat

Beberapa terapi non-obat tampaknya membantu. Namun, belum ada studi yang cermat untuk membuktikan keefektifannya.

  1. Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula

  2. Minum teh Pau d'Arco. Teh ini terbuat dari kulit pohon di Amerika Selatan.

  3. Mengonsumsi suplemen bawang putih atau makan bawang putih mentah. Bawang putih memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Namun, perlu diingat bahwa bawang putih dapat berinteraksi dengan obat protease inhibitor.

  4. Berkumur dengan minyak pohon teh yang diencerkan dalam air.

  5. Mengonsumsi kapsul lactobacillus (asidofilus) atau makan yogurt dengan bakteri ini. Pastikan label menyatakan memiliki kultur hidup yang aktif. Ini mungkin membantu jika dikonsumsi setelah menggunakan antibiotik.

  6. Mengonsumsi suplemen asam gamma-linolenat (GLA) dan biotin. Keduanya tampaknya melambat penyebaran kandida. GLA dapat ditemukan dalam beberapa minyak yang diperas secara dingin. Biotin adalah vitamin B.

 

Diperbarui 27 Desember 2023