Apa Raltegravir Itu?
Raltegravir (RGV) adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini dibuat oleh Merck, dengan nama merek Isentress.
Raltegravir adalah obat pertama dalam golongan antiretroviral (ARV) yang disebut sebagai “integrase inhibitor”. Saat HIV menulari sebuah sel dalam tubuh manusia, DNA (kode genetik) HIV dipadukan dalam DNA sel induk – lihat Lembaran Informasi (LI) 106, langkah 5. Pemaduan ini dibantu oleh enzim inte- grase. Raltegravir menghambat pekerjaan enzim ini, dengan akibat DNA HIV tidak dipadukan pada DNA sel induk. HIV menulari sel tersebut, tetapi tidak mampu menggandakan diri.
Siapa Sebaiknya Memakai Raltegravir?
Raltegravir disetujui di AS pada 2007 sebagai ARV untuk orang terinfeksi HIV. Obat ini pertama diuji coba pada orang dewasa dengan HIV yang sudah menjadi resistan terhadap ARV lain. Lihat LI 126 untuk informasi mengenai resistansi. Pada akhir 2008, raltegravir disetujui untuk dipakai oleh pasien yang baru mulai ART. Raltegravir belum disetujui untuk dipakai oleh anak, ibu hamil, dan orang lanjut usia.
Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. LI 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.
Raltegravir lebih mungkin dipakai oleh orang yang hanya mempunyai sedikit pilihan ARV lain akibat resistansi. Jika kita memakai raltegravir dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita sampai tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.
Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?
Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap
obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengem- bangkan resistansi’ terhadap obat ter- sebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.
Raltegravir menunjukkan kegiatan terhadap HIV yang sudah resistan terhadap beberapa ARV lain.
Resistansi terhadap raltegravir belum dipahami dengan baik. Dengan peng- gunaan terapi kombinasi (tiga atau lebih ARV sekaligus), HIV bermutasi lebih
pelan, sehingga HIV lebih lama untuk mengembangkan resistansi. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melupakan atau mengurangi dosis.
Kadang kala, jika virus kita mengem- bangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain. Karena raltegravir
adalah obat pertama dalam golongan ARV yang baru, tampaknya hampir tidak ada resistansi silang terhadap ARV dari golongan yang lebih tua.
Bagaimana Raltegravir Dipakai?
Raltegravir boleh dipakai dengan atau tanpa makanan. Raltegravir tersedia sebagai tablet 400mg. Dosis raltegravir untuk orang dewasa adalah 400mg dua kali sehari. Juga ada tablet yang dapat dikunyah, yang dipakai dua kali sehari.
Raltegravir juga boleh dipakai oleh anak. Dosis untuk anak di bawah 12 tahun tergantung pada berat badan.
Merck menelitikan dosis 800mg sekali sehari. Dosis ini kurang efektif untuk mengendalikan HIV dibandingkan dosis dua kali sehari yang disetujui. Perbedaan dalam efektivitas lebih besar pada pasien yang mulai penggunaannya dengan viral load lebih dari 100.000.
Apa Efek Samping Raltegravir?
Pada uji coba terhadap manusia, efek samping yang paling lazim pada orang yang memakai raltegravir adalah diare, mual dan sakit kepala. Laporan dari orang yang memakai raltegravir juga termasuk ruam dan depresi. Pada kasus yang jarang, ruam kulit dapat menjadi berat dan gawat. Hubungi dokter secepatnya bila kita mengalami ruam berat waktu kita pakai raltegravir.
Bagaimana Raltegravir Berinteraksi dengan Obat Lain?
Raltegravir diuji coba untuk menen- tukan apakah ada interaksi dengan obat lain (lihat LI 407). Rifampisin, yang dipakai untuk mengobati TB (lihat LI 515) mengurangi tingkat raltegravir dalam darah. Dosis raltegravir yang lebih tinggi harus dipakai.
Raltegravir belum diuji coba dengan semua obat, suplemen, vitamin atau jamu. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.
Garis Dasar
Raltegravir adalah obat pertama dalam golongan ARV baru, yaitu integrase inhibitor. Golongan obat ini menghambat pemaduan DNA HIV dengan DNA sel yang terinfeksi. Hal ini menghambat penggandaan HIV. Raltegravir membantu mengendalikan HIV, kendati virus sudah resistan terhadap ARV lain.
Dperbarui 14 Desember 2014 berdasarkan FS 465 The AIDS InfoNet 24 Februari 2014
Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected].id Situs web: http://spiritia.or.id/
Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org