Apa Darunavir/Cobicistat itu?
Darunavir dan cobicistat adalah obat yang digunakan sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Darunavir juga dikenal dengan merk dagang Prezista. Darunavir diproduksi oleh Janssen Pharmaceuticals; cobicistat diproduksi oleh Gilead Sciences.
Darunavir adalah sebuah protease inhibitor. Obat ini mencegah pekerjaan enzim protease. Enzim protease HIV bekerja seperti gunting kimia. Enzim ini menggunting bahan baku HIV yang dibutuhkan untuk membentuk virus baru. Protease inhibitor merusak gunting ini.
Cobicistat (Tybost, lihat Lembaran Informasi 455) adalah sebuah obat yang digunakan untuk menguatkan tingkat obat yang dimetabolisasi oleh hati. Darunavir membutuhkan penguat seperti cobicistat atau ritonavir (Norvir, lihat Lembaran Informasi 442) sebagai bagian dari kombinasi pengobatan HIV.
Siapa yang sebaiknya menggunakan kombinasi darunavir/cobicistat?
Kombinasi darunavir/cobicistat disetujui pada tahun 2014; darunavir disetujui pada tahun 2006 sebagai terapi antiretroviral (ARV) untuk pengobatan HIV bagi orang dengan HIV yang belum pernah menggunakan pengobatan (naif) dan orang yang berpengalaman dengan pengobatan dengan virus yang tidak resistan terhadap darunavir. Obat ini tidak boleh digunakan oleh orang di bawah usia 18 tahun atau orang dengan penyakit hati lanjut.
Terapi antiretroviral (ART) sekarang direkomendasikan untuk semua orang dengan HIV, tidak ada aturan yang mutlak mengenai kapan untuk memulai ART. Anda dan penyedia kesehatan Anda harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load dan gejala yang Anda alami, dan sikap Anda terhadap menggunakan ART. Lembaran Informasi 404 memiliki informasi mengenai Pedoman Nasional penggunaan ART.
Jika Anda menggunakan darunavir dengan ARV lain, Anda dapat mengurangi jumlah viral load sampai ke tingkat yang sangat rendah, dan meningkatkan jumlah CD4. Ini berarti Anda dapat hidup sehat lebih lama.
Bagaimana dengan resistansi obat?
Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Bibit HIV baru yang berbeda ini disebut dengan mutan.
Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART, mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat Lembaran Informasi 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.
Terkadang, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.
Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.
Darunavir dikembangkan secara khusus untuk mengendalikan HIV yang sudah resistan terhadap protease inhibitor lain. Oleh karena itu, kemungkinan darunavir akan menunjukkan resistansi silang dengan protease lain adalah rendah.
Bagaimana obat ini digunakan?
Darunavir/cobicistat digunakan melalui mulut sebagai tablet. Dosis normal adalah tablet 800/150 miligram (mg) yang digunakan sekali sehari. Obat ini harus digunakan dengan makanan.
Darunavir/cobicistat harus selalu digunakan dengan makanan.
Menggunakan obat ini dengan makanan meningkatkan tingkat darunavir dalam darah. Jenis makanan tidak penting. Darunavir harus disimpan dalam suhu ruang.
Apa efek samping darunavir/cobicistat?
Efek samping umum dari darunavir/ cobicistat termasuk diare, sakit kepala, mual dan ruam. Efek samping yang kurang umum adalah kelelahan, rasa sakit pada otot dan sakit perut.
Darunavir belum dipelajari dengan seksama untuk pasien yang berusia lebih dari 65 tahun atau mereka dengan hepatitis B atau hepatitis C, atau orang dengan penyakit hati. Kondisi ini harus dipantau dengan seksama. Beberapa kasus kerusakan hati berat telah dilaporkan.
Darunavir yang digunakan dengan cobicistat dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dan trigliserida (tingkat lemak darah). Lihat Lembaran Informasi 123 untuk informasi lebih lanjut mengenai tingkat lemak dalam darah. Tingkat yang tinggi dari lemak darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Pastikan dokter Anda memeriksa tingkat lemak darah Anda sebelum mulai menggunakan darunavir, dan pastikan tes dilakukan secara rutin setelah penggunaan darunavir.
Darunavir adalah obat sulfa. Jika Anda alergi terhadap obat sulfa, pastikan Anda memberi tahu dokter Anda. Cobicistat menyebabkan peningkatan kreatinin (sebuah kimia dalam darah yang digunakan untuk mengestimasi fungsi ginjal) yang tidak terkait dengan masalah ginjal. Peningkatan ini harusnya tidak lebih tinggi dari 0.4 mg/dl.
Bagaimana darunavir/cobicistat berinteraksi dengan obat lain?
Darunavir dengan ritonavir dapat berinteraksi dengan obat atau suplemen lain yang Anda gunakan. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat dalam darah dan dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan dosis. Interaksi baru sedang diidentifikasi dari waktu ke waktu.
Obat yang harus diperhatikan termasuk ARV, obat untuk mengobati tuberkulosis (lihat Lembaran Informasi 518), disfungsi ereksi (seperti Viagra), antidepresan, obat untuk ritme jantung (antiaritmia) dan untuk migrain. Interaksi juga mungkin terjadi dengan penggunaan antihistamin, obat penenang, obat untuk menurunkan kolesterol, dan obat anti jamur. Pastikan dokter Anda mengetahui SEMUA obat dan suplemen yang Anda gunakan.
Beberapa pil KB mungkin tidak bekerja jika Anda menggunakan darunavir. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai cara pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan. Darunavir menurunkan tingkat metadon dalam darah. Perhatikan tanda sedasi yang berlebihan jika menggunakan darunavir dengan buprenorfin.
Jamu St. John’s Wort menurunkan beberapa kadar obat protease inhibitor dalam darah. Jangan menggunakan obat ini bersama dengan darunavir.
Edisi 1 Oktober 2015 berdasarkan FS 451 dari The AIDS InfoNet 10 Oktober 2014
Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia. Jl. Johar Baru Utara V No 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422 5163/8. E-mail: [email protected].id. Situs web: www.spiritia.or.id.
Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.
Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http://aidsinfonet.org