[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

DARUNAVIR

04 Februari 2014 Terapi Antiretroviral

Apa Darunavir Itu?

Darunavir  adalah  obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART).  Obat ini juga dikenal  sebagai Prezista (nama merek), dan dahulu dikenal sebagai TMC114. Darunavir dibuat  oleh Tibotec  Pharmaceuticals. Darunavir  belum tersedia sebagai versi generik. Saat ini darunavir belum tersedia secara umum di Indonesia.

Darunavir adalah protease inhibitor. Obat golongan  ini mencegah  pekerjaan enzim protease. Protease HIV bertindak seperti gunting kimia. Enzim ini memotong bahan baku HIV menjadi potongan khusus yang dibutuhkan untuk membangun  virus baru. Protease  inhibitor merusak gunting ini.

Siapa Sebaiknya Memakai Darunavir?

Darunavir  disetujui  di AS pada 2006 sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang dengan infeksi HIV. Darunavir tidak boleh dipakai oleh anak berusia di bawah tiga tahun, dan belum diteliti pada anak berusia antara tiga dan enam tahun.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan  jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran  Informasi  (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Jika kita memakai  darunavir  dengan ARV lain, kita dapat mengurangi  viral load kita sampai  tingkat  yang  sangat rendah dan meningkatkan  jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan  tersebut  ternyata  kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja  lagi.  Hal  ini disebut  sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.  Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan  petunjuk  dan jadwal,  serta tidak melewati atau mengurangi dosis. Darunavir dikembangkan secara khusus untuk mengendalikan  HIV yang sudah resistan terhadap protease inhibitor lain. Oleh karena itu, kemungkinan  darunavir akan menunjukkan resistansi silang dengan protease inhibitor lain adalah rendah.

Bagaimana Darunavir Dipakai?

Darunavir dipakai sebagai tablet. Dosis normal untuk orang dewasa adalah 600mg plus ritonavir 100mg dipakai dua kali sehari. Tablet tersedia sekarang mengandung 75mg, 150mg, 300mg, 400mg, 600mg dan 800mg. Pilihan ini dapat mengurangi  jumlah pil yang harus dipakai.

Pada 2008, FDA AS menyetujui darunavir sebagai  bagian  dari rejimen  lini pertama (untuk orang yang belum pernah memakai ART), dengan dosis 800mg plus ritonavir 100mg sekali sehari dengan makanan. Pada 2010, dosis sekali sehari itu disetujui untuk mengobati pasien yang berpengalaman  dengan ART,  asal tes resistansi  genotip  (lihat LI 126) tidak menunjukkan  mutasi terhadap  protease inhibitor yang terkait.

Pada 2011 Tibotec mengumumkan persetujuan dengan Gilead Sciences untuk mengembangkan pil kombinasi mengan- dung darunavir  dan cobicistat  (penguat pengganti ritonavir). Versi ini akan dipakai sebagai satu pil sekali sehari.

Darunavir  juga sudah disetujui untuk dipakai oleh anak berusia tiga tahun ke atas yang berpengalaman  dengan ART. Tersedia tablet yang mengandung 75mg dan 150mg darunavir untuk anak. Versi sirop disetujui oleh FDA-AS pada 2011 untuk dipakai oleh anak atau orang dewasa. Pada 2012, darunavir  disetujui oleh FDA-AS  untuk dipakai oleh anak berusia 6 tahun ke atas. Pada anak tetap dipakai  dengan  ritonavir,  dan takaran tergantung pada berat badan.

Darunavir  harus dipakai dengan ma- kanan, agar tingkat darunavir dalam darah menjadi cukup tinggi. Jenis makanan tidak penting. Darunavir  sebaiknya  disimpan  pada suhu ruang.

Apa Efek Samping Darunavir?

Efek samping yang paling umum yang diakibatkan oleh darunavir termasuk diare, mual, sakit kepala, dan pilek. Beberapa orang dapat mengalami  ruam kulit; masalah ini dapat menjadi gawat, walau jarang.

Darunavir belum ditelitikan secara ketat pada  pasien  dengan  hepatitis  B atau hepatitis C, atau orang dengan penyakit hati. Odha terinfeksi  bersama  dengan virus hepatitis atau dengan penyakit hati yang memakai darunavir sebaiknya dipantau  secara ketat. Beberapa  kasus kerusakan hati yang berat dilaporkan.

Darunavir yang dipakai bersamaan dengan ritonavir dapat meningkatkan tingkat kolesterol dan trigliserida (lemak dalam darah). Lihat LI 123 untuk informasi mengenai lemak darah. Tingkat lemak darah yang tinggi dapat mening- katkan risiko penyakit jantung. Pastikan tingkat lemak dalam darah diukur sebelum kita mulai pakai darunavir, dan kemudian secara berkala.

Darunavir adalah obat sulfa. Bila kita alergi terhadap obat sulfa, pastikan hal ini diketahui oleh dokter.

Bagaimana Darunavir Berinteraksi dengan Obat Lain?

Darunavir dengan ritonavir dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai – lihat LI 407. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing  obat yang masuk  ke aliran darah kita dan mengakibatkan overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus-menerus diketahui.

Obat yang harus diperhatikan termasuk ARV lain, obat yang dipakai untuk mengobati TB (lihat LI 515), obat untuk disfungsi ereksi (mis. Viagra), obat yang mengendalikan denyut jantung (anti- aritmia), dan obat sakit kepala migran. Interaksi juga dapat terjadi dengan beberapa  antihistamin  (obat antialergi), sedatif, obat untuk mengurangi kolesterol, dan obat antijamur. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Beberapa pil KB mungkin tidak bekerja bila dipakai bersamaan dengan darunavir. Membahas cara KB yang terbaik untuk kita dengan dokter.

Darunavir  menurunkan  tingkat metadon dalam darah. Waspadai tanda sedasi berlebihan  bila dipakai  darunavir  bersamaan dengan buprenorfin.

Jamu St. John’s Wort (lihat LI 729) menurunkan  tingkat beberapa  protease inhibitor dalam darah. Jangan memakai jamu ini bersamaan dengan darunavir.

 

Ditinjau 1 Juni 2014 berdasarkan FS 450 The AIDS InfoNet 4 Februari 2014

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected].id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org