[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

FOSAMPRENAVIR

04 Februari 2014 Terapi Antiretroviral

Apa Fosamprenavir Itu?

Fosamprenavir  adalah obat yang dipakai sebagai  bagian  dari terapi  antiretroviral (ART). Obat ini juga dikenal sebagai Lexiva atau Telzir. Fosamprenavir dibuat oleh Viiv Healthcare.  Fosamprenavir  belum tersedia dalam versi generik. Saat ini fosamprenavir belum tersedia secara umum di Indonesia.

Fosamprenavir adalah protease inhibitor. Obat  golongan  ini mencegah  pekerjaan enzim  protease.  Protease  HIV bertindak seperti gunting kimia. Enzim ini memotong bahan baku HIV menjadi potongan khusus yang dibutuhkan  untuk membangun  virus baru. Protease  inhibitor  merusak  gunting ini.

Siapa Sebaiknya Memakai Fosamprenavir?

Fosamprenavir disetujui di AS pada 2003 sebagai  obat antiretroviral  (ARV)  untuk orang dengan infeksi HIV. Pada 2007, versi sirop disetujui untuk dipakai oleh anak berusia 2 sampai 18 tahun. Pada 2012, ARV ini disetujui untuk anak berusia 4 minggu ke atas.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya  mulai memakai ART. Kita dan dokter  harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran  Informasi  (LI)  404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Jika kita memakai fosamprenavir dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan  jumlah  CD4 kita. Hal ini seharusnya  berarti  kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya.  Jenis berbeda  ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain. Kemungkinan fos- amprenavir tidak resistan silang dengan protease inhibitor lain. Resistansi  dapat segera berkembang. Sangat  penting  memakai  ARV  sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana Fosamprenavir Dipakai?

Fosamprenavir dipakai sebagai tablet. Takaran normal untuk orang dewasa adalah 1.400mg dipakai dua kali sehari. Masing- masing tablet mengandung 700mg, jadi kita harus memakai  dua tablet fosamprenavir dua kali sehari. Fosamprenavir  juga dapat dipakai dalam berbagai kombinasi dengan ritonavir  untuk meningkatkan  tingkatnya dalam darah. Takaran tergantung pada apakah kita sebelumnya sudah pernah memakai ART, atau protease inhibitor lain. Pastikan  dokter mengetahui  riwayat ART kita.

Takaran untuk anak dihitung berdasarkan berat badan. Bila kita mempunyai masalah hati atau kerusakan pada hati, bahas dengan dokter. Mungkin takaran fosamprenavir harus disesuaikan.

Fosamprenavir boleh dipakai dengan atau tanpa makan. Fosamprenavir  dapat disim- pan pada suhu ruang. Namun bila kita memakai fosamprenavir bersamaan dengan ritonavir,  ritonavir  harus disimpan  dalam kulkas, atau sampai 30 hari pada suhu ruang (di bawah 25ºC).

Apa Efek Samping Fosamprenavir?

Efek samping paling umum yang diaki- batkan oleh fosamprenavir termasuk mual, diare, muntah, ruam dan sakit kepala. Beberapa  orang  mengalami  mati rasa di daerah mulut, dan nyeri pada perut. Kurang dari 1% orang  mengalami  masalah  kulit yang berat, termasuk sindrom Stevens- Johnson (lihat LI 562). Diare biasanya dapat ditangani dengan obat tanpa resep.

Fosamprenavir  dapat menyebabkan  peningkatan pada tingkat kolesterol dan trigliserida  (lemak  dalam  darah  – lihat LI 123), serta angka serangan jantung (lihat LI 652). Tingkat lemak dalam darah dan risiko serangan jantung sebaiknya diukur sebelum penggunaan fosamprenavir dimulai dan secara berkala selama ARV ini dipakai. Fosamprenavir adalah obat sulfa. Bila kita alergi terhadap obat sulfa, pastikan hal ini diketahui oleh dokter.

Bagaimana Fosamprenavir Berinteraksi dengan Obat Lain?

Fosamprenavir  diuraikan  oleh hati, dan dapat berinteraksi dengan obat lain yang juga diuraikan oleh hati (lihat LI 407). Interaksi ini dapat mengubah tingkat masing-masing obat dalam aliran darah kita dan mengakibatkan  overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus- menerus diketahui. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Obat yang harus diperhatikan  termasuk ARV lain, obat yang dipakai untuk mengobati TB (lihat LI 515), obat untuk disfungsi ereksi  (mis. Viagra),  obat yang mengendalikan denyut jantung (antiaritmia), dan obat sakit kepala  migran.  Interaksi  juga dapat terjadi dengan beberapa antihistamin (obat antialergi), sedatif, obat untuk meng- urangi kolesterol, dan obat antijamur.

y Fosamprenavir  tidak  boleh  dipakai bersamaan dengan Kaletra/Aluvia (lopi- navir/r). Tingkat lopinavir dan fosampre- navir dalam darah dikurangi. Lebih banyak efek samping diamati.

y Bila fosamprenavir  dipakai dengan ritonavir  dan efavirenz,  takaran  ritonavir mungkin harus ditingkatkan.

y Beberapa pil KB mungkin tidak bekerja bila kita memakai fosamprenavir. Bicara dengan dokter mengenai bagaimana mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

y Fosamprenavir  menyebabkan  peningkatan yang tinggi pada tingkat beberapa obat antidepresan (mis. amitriptilin dan imipramin) dalam darah. Obat ini kadang kala dipakai untuk mengobati  neuropati perifer (lihat LI 555). Namun fosamprenavir mengurangi tingkat paroksetin, sejenis obat antidepresan  lain, sehingga mungkin dibutuhkan  takaran paroksetin yang lebih tinggi. Bahas penggunaan obat antidepresan dengan dokter.

y Tingkat fosamprenavir  tampaknya  tidak dipengaruhi oleh obat antiasam.

y Memakai  fosamprenavir  bersamaan dengan metadon menurunkan tingkat kedua obat tersebut dalam darah. Bahas penggunaan metadon dengan dokter. Waspadai tanda sedasi berlebihan bila dipakai fosamprenavir bersamaan dengan buprenorfin.

y Jamu St. John’s Wort (lihat LI 729) menurunkan tingkat beberapa protease inhibitor dalam darah. Jangan memakai jamu ini bersamaan dengan fosamprenavir.

y Fosamprenavir meningkatkan tingkat beberapa obat statin (penurun tingkat kolesterol) dalam darah. Beberapa statin sebaiknya tidak dipakai bersamaan dengan fosamprenavir. Takaran yang lain mungkin harus dikurangi.

 

Diperbarui 7 April 2014 berdasarkan FS 448 The AIDS InfoNet 4 Februari 2014

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected].id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org