[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

SAQUINAVIR

21 Februari 2014 Terapi Antiretroviral

Apa Saquinavir Itu?

Saquinavir  adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART).  Obat ini juga dikenal  sebagai Invirase.  Sebelumnya  ada versi  yang dikenal sebagai Fortovase, tetapi versi ini tidak lagi dibuat. Saquinavir dibuat oleh Roche Laboratories. Saquinavir juga tersedia sebagai versi generik dari produsen di India.

Saquinavir  adalah protease  inhibitor. Obat golongan  ini mencegah  pekerjaan enzim protease. Protease HIV bertindak seperti gunting kimia. Enzim ini memo- tong bahan baku HIV menjadi potongan khusus yang dibutuhkan untuk mem- bangun  virus baru. Protease  inhibitor merusak gunting ini.

Bentuk saquinavir yang pertama dibuat adalah Invirase. Obat ini bekerja dengan baik untuk beberapa orang, tetapi tidak diserap  dengan  baik. Oleh karena  itu, Fortovase  dibentuk.  Bentuk ini diserap jauh lebih baik, sehingga  lebih banyak obat  masuk  ke aliran  darah.  Namun, penggunaan  bersama  dengan ritonavir, sebuah protease inhibitor lain (lihat Lembaran  Informasi  (LI) 442), sangat efektif untuk meningkatkan tingkat Invirase dalam darah. Kombinasi ini sering disebut sebagai saquinavir/r  atau SQV/RTV. Obat yang dikuatkan (boost- ed) dengan ritonavir sudah menjadi bentuk pilihan saquinavir. Fortovase tidak dibuat lagi sejak 2006. Lihat ‘Bagaimana Saquinavir  Dipakai’  di bawah  untuk informasi lebih lanjut.

Siapa Sebaiknya Memakai Saquinavir?

Saquinavir  disetujui di AS pada 1995 sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang dengan infeksi HIV.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan  jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran  Informasi  (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART. Catatan: Pedoman Nasional ART tidak mengusulkan penggunaan saquinavir di Indonesia, dan obat tersebut  tidak tersedia  dalam program ART nasional.

Jika kita memakai  saquinavir  dengan ARV lain, kita dapat mengurangi  viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya  berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu  HIV menggandakan  diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan lang- sung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan  tersebut ternyata  kebal  terhadap  obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan  resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengem- bangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan  petunjuk  dan jadwal,  serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana Saquinavir Dipakai?

Pada  2003,  FDA di AS menyetujui takaran  Invirase  1.000mg  plus 100mg ritonavir  dengan dosis dua kali sehari. Takaran  Invirase  yang  dikuatkan  ini menghasilkan tingkat obat yang jauh lebih tinggi  dibandingkan  dengan  Invirase sendiri, dan bahkan lebih tinggi diban- dingkan Fortovase. Sekarang saquinavir paling umum dipakai dengan takaran ini. Pada  akhir  2004  FDA  menyetujui bentuk Invirase dengan 500mg dalam satu pil. Dengan bentuk ini, jumlah pil yang harus dipakai dikurangi dari lima per dosis dengan bentuk 200mg lama menjadi dua per dosis. Takaran yang berbeda mungkin dipakai dalam beberapa kombinasi.

Saquinavir harus diminum tidak lebih dari dua jam setelah makan. Saquinavir diserap lebih baik bila diminum setelah makan makanan dengan tingkat kalori, lemak dan protein yang tinggi. Aturan ini mungkin kurang penting bila dipakai saquinavir dikuatkan dengan ritonavir. Namun aturan makan yang resmi belum diubah. Di rumah, saquinavir  dapat disimpan pada suhu ruang dalam botol yang ditutup rapat.

Apa Efek Samping Saquinavir?

Efek samping saquinavir umumnya ringan. Kebanyakan orang dapat mema- kainya tanpa masalah. Namun beberapa orang mengalami mual, diare, dan sakit perut.  Bila dipakai  bersama  ritonavir, beberapa  orang dapat mengalami  efek samping ritonavir (lihat LI 442).  Pada 2010, FDA-AS mengeluarkan peringatan bahwa penggunaan saquinavir dikuatkan dengan ritonavir membawa risiko yang rendah menyebabkan denyut jantung yang abnormal. Dokter diusulkan memeriksa jantung sebelum mulai penggunaan saquinavir.

Bagaimana Saquinavir Berinteraksi dengan Obat Lain?

Saquinavir  dapat berinteraksi  dengan obat lain atau suplemen yang dipakai bersamaan (lihat LI 407). Ritonavir berinter- aksi  dengan  banyak  obat  lain  (lihat LI 442).  Jangan  memakai  saquinavir bersamaan dengan tipranavir/ritonavir. Interaksi ini dapat mengubah tingkat masing-masing obat dalam aliran darah kita dan mengakibatkan  over dosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus-menerus diketahui.

Obat yang harus diperhatikan termasuk ARV lain, obat yang dipakai untuk meng- obati TB (lihat LI 515), obat untuk disfungsi ereksi (mis. Viagra), dan obat sakit kepala migran. Memakai  ritonavir  bersamaan dengan saquinavir  dapat menyebabkan denyut  jantung  yang tidak terkendali. Interaksi juga dapat terjadi dengan beberapa antihistamin (obat antialergi), sedatif, obat untuk mengurangi kolesterol, dan obat anti- jamur. Tingkat digitalis dapat ditingkatkan menjadi berbahaya oleh saquinavir. Kapsul bawang putih dapat mengurangi tingkat saquinavir. Obat antiasam omeprazol dapat meningkatkan  tingkat saquinavir  secara bermakna. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen  dan jamu yang kita pakai.

Tampaknya  saquinavir  tidak berinter- aksi secara bermakna dengan metadon. Namun tingkat metadon dapat dikurangi bila dipakai bersamaan dengan ritonavir. Perhatikan gejala sedasi (penenang) berlebihan bila obat ini dipakai bersama dengan buprenorfin.

Beberapa pil KB mungkin tidak bekerja jika kita memakai saquinavir. Bicara dengan dokter tentang bagaimana mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Jus grapefruit  meningkatkan  tingkat saquinavir.  Hindari  jus ini waktu me- minum saquinavir, terutama bila saquina- vir dikuatkan oleh ritonavir, Jamu  St. John’s  Wort  menurunkan tingkat beberapa protease inhibitor dalam darah. Jangan pakai bersamaan  dengan saquinavir.

 

Diperbarui 3 Januari 2015 berdasarkan FS 443 The AIDS InfoNet 21 Februari 2014

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected].id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org