Duviral adalah kaplet yang mengan- dung dua jenis obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART): AZT dan 3TC – lihat Lembaran Infor- masi (LI) 411 dan LI 415. Duviral diproduksi oleh Kimia Farma. Versi asli dibuat oleh ViiV Healthcare dengan nama Combivir, dan gabungan ini juga tersedia dengan nama lain di Indonesia.
Kedua jenis obat yang ada di dalam Duviral disebut sebagai analog nukleo- sida atau nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI). Obat golongan ini menghambat enzim reverse transcriptase. Enzim ini mengubah bahan genetik (RNA) HIV menjadikannya bentuk DNA. Ini harus terjadi sebelum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke kode genetik sel yang terinfeksi HIV.
Duviral disetujui oleh BPOM pada 2004 sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang dengan infeksi HIV. Duviral sebaiknya tidak dipakai oleh anak dengan berat badan di bawah 30kg.
3TC (lamivudine) disetujui untuk mengobati hepatitis B. 3TC adalah satu unsur di dalam Duviral. Kalau kita terinfeksi hepatitis B bersamaan dengan HIV, penyakit hepatitis B dapat mem- buruk bila kita berhenti penggunaan 3TC. Kita sebaiknya dites untuk hepatitis B se- belum kita mulai memakai 3TC untuk mengobati HIV. Bila kita hepatitis B dan berhenti memakai Duviral, fungsi hati kita (ALT) sebaiknya dipantau secara ketat oleh dokter.
Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.
Jika kita memakai Duviral dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.
Karena AZT (zidovudine), salah satu unsur di dalam Duviral, cenderung menekankan sel darah merah (lihat efek
samping di bawah), bila kita sudah mengalami anemia dengan Hb yang rendah (mis. di bawah 7,0), kemungkinan dokter akan mengusulkan kita tidak memakai Duviral. Dalam keadaan itu, kemungkinan kita akan ditawarkan d4T (lihat LI 414) untuk mengganti AZT.
Orang dengan masalah ginjal sebaiknya tidak memakai Duviral.
Duviral mengandung dua obat dalam satu kaplet. Penggunaan satu pil dapat lebih mudah daripada memakai masing- masing obat sendiri. Hal ini memudah- kan kepatuhan, dengan mengurangi kemungkinan dosis terlupakan.
Waktu HIV menggandakan diri, se- bagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengem- bangkan resistansi’ terhadap obat ter- sebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.
Kadang kala, jika virus kita mengem- bangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.
Duviral dipakai dengan ditelan sebagai kaplet. Dosis biasa untuk orang dewasa adalah satu kaplet dua kali sehari per 12 jam. Setiap kaplet mengandung 300mg AZT dan 150mg 3TC.
Duviral dapat dipakai dengan atau tanpa makan.
Jika kita mulai memakai ART, kita mungkin mengalami efek samping sementara, misalnya sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan terasa tidak enak. Efek samping ini biasanya mem- baik atau hilang dalam beberapa minggu.
Efek samping Duviral yang paling umum adalah sama dengan efek samping AZT dan 3TC, termasuk sakit kepala, mual, dan kelelahan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kelelahan, lihat LI 551.
Efek samping yang paling berat akibat AZT adalah anemia, neutropenia dan miopati. Bila efek samping ini terjadi, mungkin kita harus berhenti memakai Duviral, dan ganti AZT dengan d4T. Lihat LI 411 untuk informasi lebih lanjut mengenai efek samping AZT.
Anemia adalah kekurangan sel darah merah akibat kerusakan sumsum tulang. Untuk informasi lebih lanjut tentang anemia, lihat LI 552.
Neutropenia adalah jumlah sel darah putih yang di bawah normal, yang juga diakibatkan oleh kerusakan pada sumsum tulang.
Miopati adalah sakit dan kelemahan otot. Tidak ada pengobatan khusus untuk miopati.
Duviral dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai
Duviral tidak boleh dipakai dengan d4T. Juga FTC (emtricitabine – lihat LI 420) adalah serupa dengan 3TC (salah satu kandungan Duviral), jadi tidak ada manfaat memakai Duviral dengan FTC. Tingkat 3TC dalam darah dapat diting-
katkan oleh kotrimoksazol (lihat LI 535).
Efek samping AZT (juga satu kan- dungan Duviral) mungkin lebih berat jika dipakai dengan beberapa obat lain.
Metadon dapat meningkatkan tingkat AZT dalam darah – lihat LI 541. Bila kita memakai Duviral bersamaan dengan metadon, kita sebaiknya memperhatikan efek samping AZT.
Diperbarui 6 Maret 2014 berdasarkan FS 417 The
AIDS InfoNet 7 April 2013
Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: [email protected] Situs web: http://spiritia.or.id/
Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.
Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org