[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

OSTEONEKROSIS

25 Agustus 2023 Efek Samping

OSTEONEKROSIS

Diperbarui 25 Agustus 2023

 

Apa Osteonekrosis Itu?

Tulang adalah bahan yang hidup dan tumbuh. Tulang mempunyai kerangka protein. Kalsium memperkuat kerangka tersebut. Lapisan luar tulang mempunyai saraf dan jaringan pembuluh darah yang kecil. Tulang terus-menerus diuraikan dan diperbarui.

Orang dengan HIV mengalami dua macam penyakit tulang dengan angka yang luar biasa tinggi: yaitu osteoporosis (lihat Lembaran Informasi (LI) 557) dan osteonekrosis. Masalah ini mungkin disebabkan oleh infeksi HIV sendiri. Osteoporosis dapat diperburuk oleh beberapa obat yang dipakai untuk mengobati HIV.

Osteonekrosis berarti kematian tulang. Kehilangan aliran darah membuat sel yang membuat tulang baru menjadi “lapar”. Osteonekrosis juga disebut nekrosis avaskular (avascular necrosis/AVN).

Bila osteonekrosis berlanjut, pembuatan tulang tidak cukup untuk mengganti tulang yang terurai. Bentuk tulang berubah, dan sendi tidak lagi bekerja dengan lembut. Hal ini menyebabkan radang (artritis) dan nyeri.

Studi menunjukkan bahwa risiko osteonekrosis meningkat 100 kali lipat pada populasi yang terinfeksi HIV dibandingkan populasi umum. Studi juga menunjukkan bahwa kondisi ini dapat ditemukan pada populasi yang terinfeksi HIV tanpa gejala. Faktor risiko osteonekrosis termasuk penggunaan steroid, penggunaan alkohol, merokok, dan koagulopati (kondisi di mana kemampuan darah untuk membeku mengalami gangguan)

Osteonekrosis biasanya berpengaruh pada tulang paha. Kepala (tombol) tulang paha mendapatkan aliran darahnya dari hanya satu pembuluh darah. Bila pembuluh ini tersumbat atau dihalangi, aliran darah ini ditutup dengan akibat osteonekrosis. Hal serupa dapat berpengaruh pada bahu dan lutut.

Apa Penyebab Osteonekrosis?

Osteonekrosis disebabkan oleh kehilangan aliran darah pada tulang. Hal ini dapat disebabkan oleh patah tulang atau sambungan tulang terlepas. Tidak diketahui mengapa orang dengan HIV cenderung mengalami osteonekrosis. Beberapa penyakit dapat mengurangi aliran darah ke tulang. Di beberapa kasus, lemak menyumbat pembuluh darah dalam tulang. Infeksi HIV dapat menyebabkan masalah dengan metabolisme lemak. Tingkat lemak yang tinggi dalam darah (lihat LI 123) dapat menyumbang pada gumpalan darah. Lebih banyak radang (LI 484) dapat meningkatkan pembekuan darah dan juga meningkatkan risiko gumpalan darah.

 

Obat yang dipakai untuk mengurangi radang (kortikosteroid, mis. prednison atau hidrokortison) dapat meningkatkan risiko osteonekrosis bila dipakai dalam durasi yang lama. Merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan juga dikaitkan dengan osteonekrosis.

Tidak ada bukti yang mengaitkan penggunaan obat antiretroviral apa pun dengan osteonekrosis.

 

Bagaimana Kita Tahu Kita Mengalami Osteonekrosis?

Osteonekrosis mengakibatkan rasa sakit pada sendi. Rasa sakit pada daerah pinggul mungkin tanda osteonekrosis. Pada awal, rasa sakit mungkin terjadi hanya waktu kita membebani sendi. Dalam kasus lebih berat, rasa sakit dapat terus-menerus. Bila osteonekrosis terus berlanjut, berjalan kaki dapat menjadi mustahil.

Pengamatan magnetic resonance imaging (MRI) dapat mendeteksi tahap awal osteonekrosis. Rontgen dan pengamatan lain dapat mendeteksi kasus lanjut. Beberapa dokter memakai pembedahan sebagai tes untuk osteonekrosis.

 

Bagaimana Kita Menghadapi Osteonekrosis?

Osteonekrosis kadang kala dapat pulih pada seorang yang sehat, terutama jika penyakit diakibatkan cedera dari kecelakaan. Tubuh kita dapat memperbaiki pembuluh darah yang rusak dan membangun kembali tulang yang rusak. Jika osteonekrosis disebabkan konsumsi alkohol atau steroid, tubuh mungkin mampu memulihkan diri bila penggunaannya dihentikan.

Pengobatan pertama umumnya obat anti nyeri. Kita juga dapat mengurangi beban pada sendi. Ini sebaliknya dengan terapi yang dianjurkan untuk osteoporosis.

Pengobatan dengan obat bifosfonat (mis. alendronat atau residronat) dapat membantu membentuk tulang kembali, sedikitnya untuk waktu yang singkat. Ada laporan yang jarang mengenai osteonekrosis pada rahang pada orang yang memakai alendronat selama lebih dari lima tahun. Kebanyakan kasus ini berhubungan dengan penggunaan alendronat secara infus, dan dengan pencabutan gigi atau infeksi.

Pengobatan dapat bekerja dengan baik untuk pasien dengan osteonekrosis dini pada daerah tulang yang kecil. Namun, pengobatan tidak berhasil bagi mereka dengan osteonekrosis pinggul atau lutut dan keruntuhan tulang progresif.

Tindakan bedah mungkin dianjurkan untuk meringankan rasa sakit dan mencegah keruntuhan tulang. Tindakan yang disebut dekompresi inti (core decompression) dapat dipakai untuk mencabut sepotong (inti) tulang dari daerah yang terkena dalam upaya untuk meningkatkan aliran darah. Dalam kasus yang lebih lanjut, ahli bedah dapat mencabut tulang mati dan mengatur kembali tempat tulang sehingga permukaan sendi yang menahan beban didukung oleh tulang yang sehat. Jika sendi sudah runtuh, mengganti sendi mungkin satu-satunya cara untuk mengurangi rasa sakit dan mengembalikan fungsi.

 

Kunci pokok pembahasan

Orang dengan HIV dapat mengalami osteonekrosis (juga disebut sebagai AVN) dengan angka yang luar biasa tinggi. HIV sendiri atau efek samping ARV mungkin bertanggung jawab.

Rasa sakit pada sendi, terutama pada daerah pinggul, mungkin merupakan tanda osteonekrosis. Jika kita mengalami rasa sakit pada sendi, kita sebaiknya bicara dengan dokter sebelum meningkatkan program olahraga kita. Kasus ringan mungkin dapat diobati dengan penawar rasa sakit dan pengurangan penggunaan sendi tersebut. Kasus berat mungkin membutuhkan tindakan bedah.

 

Diperbarui 25 Agustus 2023