info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

METADON

22 Mei 2024 Masalah Terkait HIV

METADON

Diperbarui: 22 Mei 2024

 

Apa itu metadon?

Metadon adalah bagian dari kategori obat yang disebut opioid. Salah seorang dokter di Jerman menciptakannya selama Perang Dunia II. Ketika datang ke Amerika Serikat, dokter tersebut menggunakannya untuk mengobati orang dengan rasa sakit yang luar biasa. Saat ini, seseorang bisa mendapatkan metadon sebagai bagian dari program pengobatan untuk kecanduan heroin atau penghilang rasa sakit narkotik.

Meskipun cenderung lebih aman daripada beberapa narkotika lainnya, dokter Anda harus terus memantau saat Anda mengkonsumsi metadon. Menggunakan metadon dapat menyebabkan kecanduan atau penyalahgunaan.

 

Bagaimana cara kerja metadon?

Metadon mengubah cara otak dan sistem saraf Anda merespons rasa sakit sehingga Anda akan merasa lega. Efeknya lebih lambat daripada obat penghilang rasa sakit kuat lainnya seperti morfin. Dokter mungkin meresepkan metadon jika Anda merasa sangat kesakitan akibat cedera, operasi, atau memiliki penyakit jangka panjang.

Metadon juga memblokir rasa tinggi (‘high’) dari obat-obatan seperti kodein, heroin, hidrokodon, morfin, dan oksikodon. 

Biasanya penggunaan Metadon hanya satu bagian dari rencana perawatan Anda. Menggunakan metadon bukan pengobatan untuk kecanduan.

 

Bagaimana metadon digunakan?

Jika Anda membutuhkan metadon untuk rasa sakit, dokter Anda akan memberikan resep. Untuk kecanduan, Anda akan mendapatkannya dari program perawatan khusus.

Metadon tersedia dalam bentuk tablet, bubuk, dan cair. Anda harus memiliki resep untuk mendapatkannya. Dokter Anda akan memberi Anda dosis yang seharusnya bekerja paling baik untuk Anda. Mereka juga mungkin mengubah dosis Anda selama perawatan. Beritahu dokter Anda bagaimana perasaan Anda ketika Anda menggunakannya. Jangan berhenti minum metadon tanpa mendiskusikan dengan dokter. 

Ikuti petunjuk dosis dengan tepat. Jika dokter Anda meresepkan tablet yang "terdispersi," larutkan semua atau sebagian tablet dalam cairan (biasanya air atau minuman rasa jeruk) dan minum semuanya (jangan disisakan).

Para ahli mengatakan orang yang menggunakan metadon untuk mengobati kecanduan harus menggunakannya setidaknya selama satu tahun sementara Anda berupaya untuk pemulihan. Ketika tiba saatnya untuk berhenti, dokter Anda akan membantu Anda melakukannya secara perlahan untuk mencegah gejala putus zat.

Beberapa orang menggunakan metadon secara ilegal, tanpa resep dokter. Sebagian besar dari mereka menyuntikkannya, yang dapat membuat mereka terkena penyakit seperti HIV dan hepatitis C.

 

Efek Samping Metadon

Dengan penggunaan jangka pendek, seseorang mungkin mengalami efek samping seperti:

 

Beberapa efek samping lebih serius. Hubungi dokter jika Anda memiliki:

 

Risiko Metadon

Beberapa orang tidak boleh menggunakan metadon. Beritahu dokter Anda jika Anda memiliki:

 

Anda bisa menjadi tergantung pada metadon. Otak Anda mungkin mulai bergantung pada penghilang rasa sakit yang diberikan oleh metadon.

Meskipun efek metadon berbeda dari opioid lain, tubuh Anda masih bisa terbiasa. Ini berarti Anda mungkin perlu menggunakan lebih banyak untuk merasakan efek yang sama. Ini disebut toleransi, dan itu bisa terjadi dengan opioid apa pun.  Tubuh Anda juga bisa menjadi tergantung pada metadon dan opioid lainnya. Otak Anda bergantung pada penghilang rasa sakit yang mereka bawa, dan Anda memiliki gejala putus zat jika Anda berhenti menggunakan metadon secara tiba-tiba.

Setiap orang bereaksi terhadap metadon dengan cara yang berbeda. Mengubah dosis Anda sendiri dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya atau overdosis. Gejala overdosis meliputi:

 

Overdosis bisa berakibat fatal. Penting untuk jujur kepada dokter Anda tentang penggunaan metadon Anda.

 

Penyimpanan dan Pembuangan Metadon

Simpan metadon:

 

Jika metadon Anda kedaluwarsa atau jika Anda tidak perlu meminumnya lagi, tanyakan kepada penyedia layanan mengenai cara mengembalikan metadon secara aman atau buang ke toilet. Bicaralah dengan apoteker atau penyedia perawatan Anda jika Anda memiliki pertanyaan.

 

Wanita Hamil atau Menyusui dan Metadon

Wanita yang sedang hamil atau menyusui dapat menggunakan metadon. Metadon dapat melewati plasenta Anda atau masuk ke ASI Anda. Dokter akan mempertimbangkan hal ini ketika memutuskan rencana perawatan.

Jika Anda sedang hamil dan memiliki kecanduan heroin atau pil penghilang rasa sakit, penting untuk mendapatkan pengobatan agar Anda dan bayi Anda aman. Bayi yang lahir dari ibu yang mengonsumsi metadon mungkin mengalami gejala putus zat namun sebagian besar dari mereka memiliki lebih sedikit masalah kesehatan dibandingkan bayi yang ibunya menggunakan heroin atau opioid lainnya

Hubungi dokter Anda atau pergi ke UGD jika bayi menyusui menunjukkan kantuk yang tidak biasa, kelemahan, atau masalah pernapasan. Ketika Anda siap untuk menyapih bayi Anda dan menggunakan ASI, bicarakan dengan dokter Anda tentang cara melakukannya secara perlahan dan aman untuk menghindari gejala putus zat metadon.

 

Artikel asli: Methadone

Tautan asli: https://www.webmd.com/mental-health/addiction/what-is-methadone