Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Blog 01 September 2023 4.281 kali dilihat

APA SIH PENCEGAHAN POSITIF ITU?

Cari Topik Serupa
APA SIH PENCEGAHAN POSITIF ITU?

Ada yang belum tau tentang Pencegahan Positif itu apa? Atau mungkin pernah mendengar istilah tersebut tapi belum paham maksud dari Pencegahan Positif?

Jadi, konteks arti Pencegahan Positif disini bukan berarti mencegah orang yang belum terinfeksi HIV supaya tidak terinfeksi HIV. Melainkan konteks Pencegahan Positif disini lebih berfokus ke teman teman ODHA ( Orang Dengan HIV AIDS ), supaya bagaimana seorang ODHA bisa menerapkan tindakan pencegahan, seperti pencegahan agar tidak menularkan HIV ke orang lain, pencegahan supaya ODHA tidak terinfeksi HIV jenis lain maupun infeksi lainnya dari orang lain, dan meningkatkan kualitas hidup ODHA itu sendiri.

Sebetulnya arti pemahaman Pencegahan Positif itu sendiri masih berbeda – beda tergantung wilayah, profesi dan komunitasnya. Ada yang memahami Pencegahan Positif sebagai hubungan antara tes HIV maupun tes IMS dengan pencegahan infeksi terutama infeksi oportunistik, penggunaan kondom dan membuka status HIV kepada pasangan tetapnya, hubungan antara tes HIV dengan akses terapi ARV, kepatuhan obat, perubahan perilaku yang aman, pola hidup sehat dan pencegahan infeksi HIV baru. Namun meskipun pemahaman beberapa pihak mungkin berbeda, inti dari pemahaman Pencegahan Positif itu sendiri menyatukan antara pencegahan, pengobatan, dukungan dan perawatan agar kesehatan dan kualitas hidup ODHA menjadi lebih baik.

Di dalam Pencegahan Positif, terdapat tiga pilar atau tiga pedoman dalam pelaksanaannya, yaitu :

  • Peningkatan kualitas hidup ODHA
  • Pencegahan untuk tidak tertular HIV baru maupun infeksi lainnya dari orang lain
  • Pencegahan untuk tidak menularkan HIV kepada orang lain.

Pencegahan Positif menjadi penting karena mempunyai manfaat seperti :

  • Mendukung ODHA meningkatkan martabat dan rasa percaya diri dalam menjalani hidupnya.
  • Mencegah infeksi HIV baru
  • Meningkatkan kesehatan dan mengurangi sakit serta perawatan di RS
  • Mencegah penularan HIV yang resisten ARV

Dalam menjalani Pencegahan Positif ini pun banyak tantangan yang perlu dihadapi, seperti halnya :

  • Informasi pengetahuan terkait HIV AIDS yang belum merata ke semua pihak dan lapisan masyarakat.
  • Tantangan terkait dengan kebijakan maupun perda yang kurang mendukung program pencegahan HIV AIDS maupun program untuk perawatan ODHA.
  • Tantangan terkait akses layanan kesehatan yang belum merata, prosedur tiap layanan yang berbeda, serta pemenuhan jaminan kesehatan.
  • Tantangan yang berkaitan dengan dunia pendidikan tinggi di mana masih ada perguruan tinggi yang tidak mau menerima isu HIV , padahal penting isu ini diintegrasikan ke dalam pendidikan.
  • Tantangan yang berkaitan dengan Stigma dan diskriminasi HIV-AIDS yang masih kuat sehingga selalu memosisikan Odha pada posisi sulit.
  • Tantangan yang berkaitan dengan isu membuka status HIV kepada pasangan maupun keluarga dan relasi pasangan yang serodiskordan (pasangan dimana salah satu terinfeksi HIV) sering membuat mereka menemui kesulitan dalam mengambil keputusan pilihan kesehatan reproduksi yang tepat dalam rangka menegakan hak reproduksi. Di samping itu pengetahuan yang terbatas tentang reinfeksi HIV dengan galur virus yang berbeda membuat pasangan yang konkordan (pasangan dimana keduanya terinfeksi HIV) tidak melakukan pencegahan seperti misalnya mengabaikan seks aman.

Jadi kurang lebih seperti itu sekilas informasi terkait Pencegahan Positif. Karena masih banyaknya pemahaman yang berbeda, inti dari Pencegahan Positif masih di dalam lingkup PDP ( Perawatan Dukungan dan Pengobatan ).

Penulis - Azis Putra