Tingkat mikrogizi pada Odha pengguna ART
25 Agustus 2023,
1336 kali dilihat
Berita
Berbagai penelitian pernah mengamati kondisi gizi Odha, tetapi kebanyakan dilakukan sebelum terapi antiretroviral (ART) mulai dipakai, ketika wasting terkait AIDS lebih umum terjadi.
Seperti digambarkan dalam Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes edisi 1 Desember 2006, para peneliti melakukan penelitian untuk menentukan prevalensi tingkat rendah retinol (vitamin A), alfa-tokoperol (vitamin E), serta zat seng dan selenium dalam darah Odha pengguna ART dan untuk menilai keterkaitan antara tingkat mikrogizi dengan status penyakit HIV. Tingkat mikrogizi diukur dalam contoh darah yang dibekukan dari 171 laki-laki dan 117 perempuan HIV dalam kelompokNutrition for Healthy Living.
Hasil
- Lima persen laki-laki dan 14 persen perempuan mempunyai tingkat retinol yang rendah (<30mcg/dL).
- Delapan persen laki-laki dan tiga persen perempuan mempunyai jumlah zat selenium rendah (<85mcg/L).
- Tujuh persen laki-laki dan tidak satupun perempuan mempunyai tingkat alfa-tokoperol rendah (<500mcg/L).
- Empat puluh persen laki-laki dan 36 persen perempuan mempunyai tingkat zat seng yang rendah (<670mcg/L).
- Pasien dengan tingkat zat seng pada kwartil teratas mempunyai viral load HIV yang lebih rendah dibandingkan yang berada pada kwartil terendah (sebuah perbedaan yang berarti bagi perempuan).
- Pasien dengan tingkat zat selenium pada kwartil teratas cenderung mempunyai viral load lebih rendah dibandingkan yang berada pada kwartilterendah, tetapi hal ini tidak mencapai angka statistik yang bermakna.
- Perempuan dengan jumlah retinol pada kwartil lebih teratas mempunyai viral load lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada padakwartil terendah.
- Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat mikrogizi apapun dengan jumlah CD4 atau kemungkinan jumlah CD4 di bawah 200.
- Namun demikian jumlah CD4 mempengaruhi hubungan antara tingkat retinol dengan viral load pada laki-laki.
- Pada laki-laki dengan CD4 di atas 350, mereka dengan retinol lebih tinggi mempunyai viral load lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada kwartil terendah.
- Sebaliknya pada laki-laki dengan CD4 di bawah 350, mereka dengan tingkat retinol lebih tinggi mempunyai viral load lebih rendah dibandingkan laki-laki pada kwartil terendah.
Kesimpulan
“Tingkat retinol, alfa-tokoperol, dan zat selenium yang rendah jarang terjadi pada Odha pengguna ART” demikian disimpulkan oleh penulis. “Namun kekurangan zat seng tetap umum. Tingkat retinol yang rendah pada perempuan dan laki-laki dengan CD4 di atas 350 serta tingkat zat seng dan selenium yang lebih tinggi pada keduanya dapat dikaitkan dengan penekanan HIV yang lebih baik.”
Ringkasan: Micronutrient Levels in HIV Positive Patients on HAART
Sumber: C Y Jones, A M Tang, J E Forrester, and others. Micronutrient Levels and HIV Disease Status in HIV-Infected Patients on Highly Active Antiretroviral Therapy in the Nutrition for Healthy Living Cohort. JAIDS 43(4): 475-482. December 1, 2006.