HSV-2 yang kambuh dan keluar di mulut lebih umum terjadi pada laki-laki HIV-positif
Virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2) adalah penyebab umum herpes kelamin dan HSV-1 biasanya terkait dengan luka herpes (cold sores) di sekitar mulut, tetapi kedua virus tersebut dapat mengakibatkan infeksi pada kedua tempat.
Sebagaimana dilaporkan dalam Journal of Infectious Diseases terbitan 15 Agustus 2006, para peneliti dari Universitas Washington di Seattle, AS, melakukan penelitian ini untuk menggambarkan pengeluaran HSV-2 melalui mulut, dubur dan kelamin di antara 59 laki-laki HIV-positif dan 50 laki-laki HIV-negatif. Kira-kira setengah dari laki-laki HIV-positif pengguna terapi antiretroviral (ART). Para peserta mengumpulkan olesan dari mulut, kelamin dan dubur setiap hari selama paling sedikit 30 hari (rata-rata 64) berturut-turut dan HSV-2 diukur menggunakan alat PCR.
Hasil:
- Empatpuluh empat (40,4 persen) terdeteksi HSV-2 dari olesan mulut pada sekurangnya satu hari, dibandingkan dengan 77 persen yang mempunyai pengeluaran virus dari dubur dan kelamin pada sekurangnya satu hari.
- HSV-2 terdeteksi di mulut pada 148 dari 6422 hari (2,3 persen), sementara HSV-2 terdeteksi di kelamin pada 1110 dari 6505 hari (17 persen).
- HSV-1 terdeteksi di mulut pada 220 dari 4018 hari (5,5 persen), sementara HSV-1 terdeteksi di kelamin pada 88 dari 4073 hari (2,2 persen).
- Pengeluaran HSV-2 dari mulut tidak pernah dikaitkan dengan luka di mulut (yaitu tidak bergejala), tetapi sering muncul bersamaan dengan pengeluaran HSV-2 dari kelamin.
- Duapuluh tujuh persen pengeluaran HSV-2 dari dubur dan kelamin dihubungkan dengan luka.
- HSV-2 pada mulut dan kelamin terdeteksi pada 90 dari 148 hari (61 persen) dengan adanya pengeluaran HSV-2 dari mulut.
- Pengeluaran HSV-2 dari mulut terjadi pada 90 dari 1110 hari (8,2 persen) dengan adanya pengeluaran HSV-2 dari kelamin dibandingkan 58 dari 5316 hari (1,1 persen) tanpa pengeluaran HSV-2 dari kelamin (P