Tanggapan terhadap ART dan kelanjutan hidup Odha di Asia yang koinfeksi HIV/HCV dan HIV/HBV
28 Agustus 2023,
1960 kali dilihat
Berita
Karena jalur penularan yang bersamaan, banyak Odha terinfeksi virus hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) secara bersamaan (koinfeksi).
Sebuah penelitian yang disampaikan pada Konferensi AIDS Internasional ke 16 di Toronto menyelidiki tingkat infeksi bersamaan serta dampaknya terhadap terapi antiretroviral (ART) dan kelanjutan hidup Odha di Asia.
Peneliti dari Taiwan menganalisis data 2979 pasien yang diambil dari The TREAT Asia HIV Observational Database (TAHOD), dengan peserta dari 15 klinik di wilayah Asia-Pasifik.
Hasil:
- 171 dari 1641 pasien dites HbsAg-positif, dengan prevalensi HBV 10,4%.
- 153 dari 1469 dites antibodi HCV-positif, dengan prevalensi HCV 10,4%.
- Pasien dengan HBV atau HCV mempunyai peningkatan CD4 yang lebih rendah setelah memulai ART, tetapi secara statistik perbedaannya tidak berarti.
- Pasien mencapai viral load HIV yang tidak terdeteksi (<400) rata-rata 148 hari setelah memulai ART. Hal ini juga tidak berbeda secara berarti antara pasien dengan atau tanpa HBV atau HCV.
- Dengan analisis univariate, pasien dengan koinfeksi HIV/HCV mempunyai angka kematian yang lebih tinggi. Rasio bahaya (hazard ratio/HR) 2,77; P=0,008).
- Namun demikian, koinfeksi HBV atau HCV tidak dikaitkan dengan peningkatan angka kematian setelah penyesuaian untuk jumlah CD4, viral load HIV, pemakaian ART, dan stadium penyakit HIV pada awal koinfeksi (HR yang disesuaikan secara berturut-turut, 0,82; 95% CI 0,25-2,69; P=0,745 dan HR 1,55; 95% CI 0,66-3,68; P=0,317).
- Sebagian kecil pasien yang koinfeksi ketiga virus yaitu, HIV dengan HBV dan HCV, tidak memiliki perbedaan yang berarti terhadap tanggapan ART atau angka kematian dibandingkan dengan pasien terinfeksi ganda HIV/HBV atau HIV/HCV.
- Pasien koinfeksi HIV/HBV mempunyai ALT yang sedikit lebih tinggi, dan ALT pasien koinfeksi HIV/HCV lebih tinggi secara berarti.
- Pasien koinfeksi mengalami lebih banyak toksisitas terkait antiretroviral.
Kesimpulan
Dalam kesimpulannya, para peneliti menulis, “Tidak ada perbedaan yang berarti dalam hal tanggapan immunologi dan virologi terhadap antiretroviral [terapi kombinasi] yang terlihat di antara pasien dengan atau tanpa hepatitis. Secara menyeluruh kelanjutan hidup para pasien koinfeksi juga serupa.
Ringkasan: Response to Antiretroviral Therapy and Survival in HIV/HCV and HIV/HBV Coinfected Patients in Asia
Sumber: J Zhou, G Dore, Y-M A Chen, and others. Hepatitis B and C virus coinfection among patients with HIV in treat Asia HIV observational database. XVI International AIDS Conference. Toronto, August 13-18, 2006. Abstract TUAB0302.