Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Blog 02 Oktober 2026 6 kali dilihat

HIV dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar pada perempuan dibandingkan laki-laki

Cari Topik Serupa
HIV dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar pada perempuan dibandingkan laki-laki

HIV dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar pada perempuan dibandingkan laki-laki


Oleh: Peter Endicott, aidsmap.com, 2 Oktober 2026
 

Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal AIDS menemukan bahwa perempuan yang hidup dengan HIV memiliki risiko penyakit kardiovaskular hampir dua kali lipat (peningkatan risiko sebesar 93%) dibandingkan dengan perempuan yang tidak hidup dengan HIV, sementara laki-laki yang hidup dengan HIV memiliki peningkatan risiko sebesar 44% dibandingkan dengan mereka yang tidak hidup dengan HIV.


Sejak diperkenalkannya terapi antiretroviral, HIV telah menjadi kondisi jangka panjang yang dapat dikelola; namun, orang yang hidup dengan HIV tetap memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Kondisi ini mencakup serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Penelitian sebelumnya telah menetapkan bahwa orang yang hidup dengan HIV memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 50 hingga 100%. Hal ini diduga disebabkan oleh faktor risiko gaya hidup—seperti merokok dan obesitas—serta peradangan dan aktivasi kekebalan tubuh yang terjadi akibat infeksi HIV, baik sebelum maupun sesudah dimulainya pengobatan HIV.


Laki-laki dan perempuan dalam populasi umum memiliki profil risiko yang berbeda terkait penyakit kardiovaskular. Meskipun kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular lebih tinggi pada laki-laki, perempuan menghadapi risiko konsekuensi yang lebih serius—seperti kematian—ketika mengalami kejadian kardiovaskular. Fakta ini baru mulai dipahami belum lama ini dan mungkin memiliki implikasi penting bagi cara sistem kesehatan memantau serta menangani pasien.


Studi-studi sebelumnya yang meneliti perbedaan jenis kelamin terkait risiko penyakit kardiovaskular pada orang yang hidup dengan HIV menunjukkan hasil yang saling bertentangan. Sebuah tinjauan naratif terhadap berbagai studi mengenai masalah ini menemukan bahwa HIV meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada perempuan lebih besar dibandingkan pada laki-laki. Hal ini diduga disebabkan oleh lebih banyaknya faktor risiko kardiovaskular pada perempuan yang hidup dengan HIV, serta kurang efektifnya penanganan faktor-faktor risiko tersebut saat muncul. Sebaliknya, sebuah studi kohort—yang mengamati risiko penyakit kardiovaskular dari waktu ke waktu—menemukan bahwa meskipun perbedaan risiko kardiovaskular antara laki-laki dan perempuan tidak terlalu mencolok dibandingkan pada populasi tanpa HIV, risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik pada laki-laki yang hidup dengan HIV tetap lebih tinggi daripada perempuan yang hidup dengan HIV.


Apakah perbedaan-perbedaan ini benar-benar ada pada orang yang hidup dengan HIV merupakan hal yang ingin dipahami dalam sebuah studi terkini oleh Dr. Fanghui Shi dan rekan-rekannya di University of South Carolina, Amerika Serikat.


Studi tersebut
Studi ini mencocokkan 4.803 orang yang hidup dengan HIV dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 24.276 orang. Kelompok kontrol ini memiliki karakteristik demografis (usia, jenis kelamin, serta ras/etnis) dan faktor risiko penyakit kardiovaskular (seperti status sosial ekonomi, indeks massa tubuh/IMT, dan status merokok) yang serupa, namun mereka tidak hidup dengan HIV.
Para peneliti menyelidiki apakah pengendalian HIV memengaruhi perbedaan-perbedaan ini. Pengendalian HIV diukur berdasarkan apakah seseorang memiliki jumlah virus (viral load) yang tertekan dan jumlah sel CD4 yang normal. Peneliti meninjau data dari para peserta yang tinggal di Amerika Serikat yang telah memilih untuk berpartisipasi dalam penelitian populasi. Data ditinjau selama satu dekade, dengan mengukur tingkat penyakit kardiovaskular, penekanan jumlah virus, dan status kekebalan tubuh (jumlah sel CD4), kemudian dianalisis secara statistik untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan. Penyakit kardiovaskular didefinisikan sebagai gabungan dari penyakit arteri koroner, stroke hemoragik, atau stroke iskemik.


Hasil
Pada awal penelitian, tidak ada satu pun peserta yang mengidap penyakit kardiovaskular. Selama satu dekade, orang yang hidup dengan HIV ditemukan memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular sekitar 60% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak hidup dengan HIV. Peningkatan risiko ini tetap ada bahkan pada individu dengan jumlah virus yang tertekan (sekitar 50% lebih tinggi) atau jumlah sel CD4 yang tinggi (sekitar 35% lebih tinggi).
Secara khusus, perempuan yang hidup dengan HIV memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan perempuan tanpa HIV. Risiko mereka 90% lebih tinggi dibandingkan kelompok pembanding perempuan tanpa HIV, sementara risiko pada laki-laki dengan HIV adalah 40% lebih tinggi dibandingkan laki-laki tanpa HIV.
Lebih lanjut, meskipun penekanan HIV yang efektif pada laki-laki yang hidup dengan HIV dikaitkan dengan profil risiko kardiovaskular yang serupa dengan laki-laki tanpa HIV, fungsi kekebalan tubuh yang terjaga (jumlah sel CD4 normal) saja ternyata tidak cukup. Mereka yang memiliki jumlah sel CD4 normal tetap memiliki risiko yang secara signifikan lebih tinggi—sekitar 32%—dibandingkan laki-laki tanpa HIV.


Peningkatan risiko ini tetap ada pada perempuan yang hidup dengan HIV, terlepas dari apakah jumlah virus mereka telah tertekan atau mereka memiliki jumlah sel CD4 yang baik. Jika membandingkan laki-laki dan perempuan yang hidup dengan HIV secara langsung, kesenjangan ini terlihat paling jelas pada kelompok dengan jumlah virus yang tertekan: risiko kardiovaskular pada perempuan 36% lebih tinggi dibandingkan laki-laki dalam kelompok tersebut.
Perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi, namun apa penyebabnya?


Studi ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa perempuan yang hidup dengan HIV memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang hidup dengan HIV. Temuan ini juga mengisyaratkan bahwa, berbeda dengan laki-laki, perempuan mungkin tidak merasakan manfaat berupa penurunan risiko penyakit kardiovaskular meskipun kondisi HIV mereka terkendali dengan baik.


Meskipun para peneliti menggunakan kelompok pasien yang besar, lebih dari 90% di antaranya memiliki asuransi kesehatan, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk populasi umum di Amerika Serikat.
Penjelasan sebelumnya mengenai alasan mengapa perempuan yang hidup dengan HIV memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular mencakup pengelolaan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang kurang optimal dibandingkan laki-laki, serta tingkat aktivasi imun dan peradangan yang lebih tinggi. Para peneliti dalam studi ini merujuk pada penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa perempuan mungkin mengalami tingkat peradangan yang lebih tinggi, bahkan ketika kondisi HIV mereka terkendali dengan baik. Faktor fisiologis lainnya pun mungkin berperan. Sebagai contoh, selama masa menopause, kadar estrogen menurun, dan kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, seiring bertambahnya usia perempuan yang hidup dengan HIV, hal ini bisa menjadi faktor yang penting.

Referensi:
Shi F et al. Sex differences in cardiovascular disease in people with and without HIV. AIDS, published online 11 June 2026. doi:10.1097/QAD.0000000000004567

Artikel asli: HIV linked to greater increase in cardiovascular disease risk for women than men
Tautan asli: https://www.aidsmap.com/news/oct-2026/hiv-linked-greater-increase-cardiovascular-disease-risk-women-men