[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Orang yang hidup dengan HIV bergabung dengan tim penjangkauan sebagai bentuk dukungan  sebaya

07 Mei 2026, 8 kali dilihat Blog

Orang yang hidup dengan HIV bergabung dengan tim penjangkauan sebagai bentuk dukungan  sebaya


Oleh: Roger Pebody, 7 Mei 2026

John Gibbons dalam konferensi BHIVA BASHH 2026. Foto oleh Roger Pebody.
Program untuk menemukan individu yang telah berhenti dari layanan perawatan HIV di Inggris dan membantu mereka kembali terhubung dengan layanan kesehatan mulai memanfaatkan peran pekerja pendukung sebaya. Hal ini disampaikan dalam konferensi gabungan British HIV Association (BHIVA) dan British Association for Sexual Health and HIV (BASHH) di Liverpool.
Find & Treat merupakan tim penjangkauan NHS yang bekerja bersama individu dengan pengalaman hidup terkait tunawisma, penggunaan zat, sistem peradilan pidana, pekerjaan seks, maupun migrasi. Tim ini sebelumnya memainkan peran penting dalam program keterlibatan kembali layanan hepatitis C di London. Seiring perluasan program untuk HIV, mereka mulai merekrut lebih banyak orang yang hidup dengan HIV sebagai pekerja sebaya berdasarkan pengalaman hidup yang relevan. Menurut John Gibbons dari Find & Treat, pendekatan ini bertujuan menghadirkan “pendamping yang tepat untuk orang yang tepat.”
“Jika layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan individu, bersifat holistik dan inklusif, maka individu tersebut dapat kembali terlibat dalam perawatan,” ujarnya.
Ketika menerima laporan dari klinik HIV atau unit gawat darurat mengenai pasien yang sudah lama tidak terhubung dengan layanan, tim menggunakan berbagai basis data untuk membantu melacak keberadaan mereka, termasuk NHS Spine, London Care Record, serta basis data terkait tunawisma dan narapidana.
Bagi individu yang mengalami kesulitan untuk kembali mengakses layanan klinik konvensional, seorang dokter dan pekerja sebaya dapat memberikan layanan melalui mobil van atau kunjungan rumah. Dalam situasi tertentu, fokus layanan lebih diarahkan pada tantangan sosial yang dihadapi dibandingkan aspek medis semata.
Peran pekerja pendukung sebaya juga dianggap penting dalam program yang dijalankan oleh Terrence Higgins Trust, khususnya ketika ketidakterlibatan dalam perawatan dipengaruhi oleh stigma dan pemahaman yang keliru tentang HIV, bukan semata faktor ekonomi. Pendekatan yang mengedepankan empati, sensitivitas budaya, dan hubungan personal membantu membangun kepercayaan. Selain itu, layanan di luar jam kerja standar, pertemuan di lokasi netral, dan tindak lanjut yang konsisten namun tetap menghormati privasi dianggap sangat penting.
Find & Treat dan Terrence Higgins Trust merupakan bagian dari inisiatif keterlibatan kembali layanan HIV di beberapa wilayah London yang didukung oleh Fast Track Cities London, sebuah kemitraan lintas sektor yang melibatkan NHS, rumah sakit, pemerintah daerah, dan organisasi komunitas untuk memperkuat koordinasi layanan HIV di London.
Karena ketidakterlibatan dalam perawatan sering bersifat berulang, pendanaan tambahan dialokasikan untuk organisasi komunitas guna membantu mengatasi tantangan sosial yang dihadapi klien. Misalnya, individu yang mengalami kerawanan pangan dapat dirujuk ke organisasi Food Chain untuk mendapatkan bantuan makanan, sementara individu dengan masalah chemsex dapat dihubungkan dengan layanan dukungan penggunaan zat Antidote.
Selain dukungan dari Fast Track Cities, Rencana Aksi HIV pemerintah Inggris juga mengalokasikan dana sebesar £9 juta selama tiga tahun untuk program retensi dan keterlibatan kembali layanan HIV secara nasional. Program-program tersebut diperkirakan mulai berjalan pada akhir tahun ini.
BHIVA juga baru-baru ini menerbitkan panduan yang menjelaskan langkah-langkah dasar yang perlu dilakukan klinik untuk mendukung keterlibatan kembali dalam layanan HIV. Panduan tersebut menyebutkan bahwa setiap klinik perlu memiliki penanggung jawab khusus, titik kontak bagi mitra layanan kesehatan lain, melakukan penjangkauan sistematis terhadap pasien yang tidak hadir selama 12 bulan, serta memastikan pendekatan yang ramah dan mendukung ketika individu kembali menjalani perawatan.
Model pendekatan ini banyak dipengaruhi oleh pengalaman di London tenggara. Dalam konferensi tersebut, Dr. Kate Childs dari King’s College Hospital melaporkan bahwa dari 333 individu yang kembali menjalani perawatan selama tiga tahun terakhir, sebanyak 55% memiliki viral load di atas 10.000 saat kembali mengakses layanan dan 35% memiliki jumlah CD4 di bawah 200.
Sebanyak 60% individu yang kembali menjalani perawatan berasal dari lingkungan dengan tingkat kemiskinan tinggi. Hampir separuh tidak bekerja, satu dari lima melaporkan penggunaan narkotika — terutama terkait chemsex — dan hampir separuh menghadapi tantangan kesehatan mental. Banyak individu menghadapi berbagai tekanan sosial yang saling berkaitan dan memengaruhi kemampuan mereka untuk tetap menjalani perawatan.
Meskipun program berhasil membawa banyak individu kembali ke layanan, sebagian kembali berhenti menjalani perawatan. Situasi ini lebih sering terjadi pada perempuan, individu yang tinggal di lingkungan paling miskin, dan mereka yang memiliki kebutuhan kesehatan mental. Akibatnya, 35 orang harus dirawat di rumah sakit karena kondisi terkait HIV dan tiga orang meninggal akibat penyebab terkait HIV. Saat ini, masih terdapat 299 orang dalam daftar layanan yang tidak hadir selama 12 bulan terakhir.
Data tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan kembali dalam layanan HIV bukanlah intervensi satu kali, melainkan membutuhkan dukungan berkelanjutan serta pendanaan jangka panjang.

Referensi:
Gibbons J et al. 'Return to Care': A peer-led outreach inclusion health approach to reengage people living with HIV who are lost to follow-up in London, UK. Sixth Joint Conference of the British HIV Association (BHIVA) and the British Association for Sexual Health and HIV (BASSH), abstract O23, Liverpool, 2026.
Garrett J et al. Understanding and addressing disengagement from HIV care: characteristics, barriers and effective outreach interventions. Sixth Joint Conference of the British HIV Association (BHIVA) and the British Association for Sexual Health and HIV (BASSH), abstract A009, Liverpool, 2026.
Childs K et al. The critical role of funded clinical work in reengagement of PLWH who are not in care. Sixth Joint Conference of the British HIV Association (BHIVA) and the British Association for Sexual Health and HIV (BASSH), abstract O24, Liverpool, 2026.

Artikel asli: People living with HIV join outreach teams as re-engagement in care moves up the political agenda
Tautan asli: https://www.aidsmap.com/news/may-2026/people-living-hiv-join-outreach-teams-re-engagement-care-moves-political-agenda