Manitoba menetapkan keadaan darurat kesehatan masyarakat karena peningkatan kasus HIV.
Oleh: Ozten Shebahkeget, CBC News, 7 Mei 2026 | Diperbarui: 8 Mei 2026.
Dr. Brent Roussin, kepala petugas kesehatan masyarakat Manitoba, mengatakan bahwa penetapan keadaan darurat kesehatan masyarakat membuka berbagai opsi bagi provinsi untuk memperluas layanan tes HIV, baik melalui pendekatan tradisional maupun non-tradisional. Pemerintah juga melihat langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran publik.
Manitoba mendeklarasikan keadaan darurat kesehatan masyarakat karena provinsi tersebut terus mencatat salah satu tingkat HIV tertinggi di Kanada, demikian diumumkan pada hari Kamis oleh kepala petugas kesehatan masyarakat provinsi.
“Pada tahun 2024, kami melaporkan angka 19,5 kasus per 100.000 penduduk, sekitar 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kanada sebesar 5,5,” kata Dr. Brent Roussin dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan bahwa situasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan narkotika suntik, ketidakstabilan tempat tinggal, masalah kesehatan mental, peningkatan infeksi menular seksual dan infeksi yang ditularkan melalui darah, serta berbagai hambatan dalam mengakses layanan kesehatan.
Menurutnya, angka kasus HIV meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Sebanyak 328 kasus baru dilaporkan pada tahun 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 142 kasus pada tahun 2021 dan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan 90 kasus pada tahun 2019.
Hingga tahun 2026, jumlah kasus baru masih menunjukkan tren serupa dengan kuartal pertama tahun 2025.
Deklarasi keadaan darurat kesehatan masyarakat ini memberikan ruang bagi provinsi untuk memperluas pendekatan layanan tes HIV serta meningkatkan kesadaran publik.
“Kami ingin membawa rasa urgensi dan kesadaran ini kepada seluruh mitra dan masyarakat Manitoba,” kata Roussin.
Ia menambahkan bahwa respons terhadap situasi ini membutuhkan kerja sama lintas pemerintah, baik di tingkat federal maupun provinsi, serta keterlibatan komunitas, terutama untuk mengatasi masalah penggunaan narkotika suntik yang menjadi salah satu faktor utama penularan HIV.
Ini merupakan pertama kalinya Manitoba mendeklarasikan keadaan darurat kesehatan masyarakat terkait HIV.
Gagasan deklarasi ini muncul setelah pertemuan pada akhir tahun 2025 yang melibatkan para pemimpin masyarakat adat dan organisasi komunitas yang telah lama menyuarakan kekhawatiran mengenai tingginya angka HIV di provinsi tersebut.
Namun demikian, Roussin menegaskan bahwa deklarasi ini tidak dimaksudkan untuk mengabaikan upaya besar yang selama ini telah dilakukan organisasi kesehatan dan komunitas di Manitoba dalam merespons peningkatan kasus HIV.
“Mengakui kenyataan”
“Ketika kita terus melihat angka meningkat meskipun berbagai upaya telah dilakukan, maka ini adalah langkah berikutnya yang perlu diambil,” ujarnya.
“Keadaan darurat ini bukan tentang menciptakan ketakutan. Ini tentang mengakui kenyataan yang dihadapi individu dan komunitas saat ini, serta meresponsnya dengan tingkat urgensi yang diperlukan.”
Pada tahun 2024, sekitar 70% penularan HIV di Manitoba berkaitan dengan penggunaan narkotika suntik. Penularan heteroseksual menjadi faktor utama lainnya.
“Itulah pendorong terbesar penularan saat ini,” kata Roussin.
Lebih dari separuh kasus HIV baru di Manitoba terjadi pada perempuan, dibandingkan rata-rata nasional Kanada sebesar 32%.
Sebagian besar perempuan yang baru didiagnosis berusia di bawah 40 tahun, yang meningkatkan risiko penularan perinatal.
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat dua bayi yang lahir dengan HIV di Manitoba, masing-masing satu kasus pada tahun 2024 dan 2025. Sebelumnya, kasus terakhir tercatat pada tahun 2021.
Peningkatan akses PrEP
Provinsi Manitoba juga ingin meningkatkan penggunaan profilaksis pra pajanan (PrEP), yaitu obat pencegahan HIV yang terbukti efektif menurunkan risiko infeksi.
Meskipun mayoritas kasus HIV baru terjadi pada perempuan, Roussin menyebut bahwa perempuan masih sangat jarang mengakses PrEP, demikian pula dengan individu yang menggunakan narkotika suntik.
Tingkat HIV tertinggi ditemukan di wilayah otoritas kesehatan regional utara dan Prairie Mountain di barat daya Manitoba, sementara Winnipeg tetap mencatat jumlah kasus tertinggi secara keseluruhan.
Masyarakat adat terdampak secara tidak proporsional oleh HIV, yang disebut sebagai salah satu dampak berkelanjutan dari kolonisasi.
“Situasi ini signifikan, mengkhawatirkan, dan membutuhkan respons terkoordinasi lintas pemerintah, komunitas, dan sistem kesehatan,” kata Roussin.
Ia menambahkan bahwa kompleksitas faktor yang mendorong tingginya angka HIV di Manitoba membutuhkan lebih dari sekadar respons kesehatan masyarakat.
“Kami bekerja sama dengan kepemimpinan masyarakat adat, organisasi komunitas, dan mitra federal untuk mengatasi kondisi yang mendorong penularan HIV.”
“Langkah awal yang baik”
Keewatinohk Inniniw Minoayawin Inc. (KIM), organisasi kesehatan yang bekerja untuk 23 komunitas First Nations di Manitoba utara, menyebut deklarasi keadaan darurat ini sebagai “langkah awal yang baik.”
Pelaksana tugas kepala eksekutif KIM, Michelle Monkman, berharap deklarasi tersebut dapat menciptakan rasa urgensi dan diikuti dengan dukungan pendanaan serta sumber daya lokal bagi komunitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pengurangan dampak buruk dan layanan kesehatan.
“Sebenarnya, situasi ini membuat saya marah karena saya sudah berkali-kali mencoba menarik perhatian terhadap masalah ini,” ujar Monkman. Ia menambahkan bahwa sekitar dua tahun lalu dirinya pernah mengajukan pendanaan federal untuk tim penjangkauan yang berfokus pada edukasi dan tes HIV, tetapi pengajuan tersebut ditolak.
Menurutnya, situasi sebenarnya kemungkinan lebih besar daripada yang terlihat saat ini karena masih terbatasnya akses terhadap tes HIV.
Beberapa komunitas hanya memiliki akses ke pos perawat dengan jam layanan yang sangat terbatas setiap bulan. Layanan tersebut umumnya memprioritaskan kondisi darurat seperti serangan jantung dan stroke, sehingga layanan pencegahan HIV sering kali terabaikan.
“Saya berharap ada kejelasan mengenai pembagian tanggung jawab sehingga kita dapat mulai benar-benar mengatasi masalah ini,” kata Monkman.
“Situasi ini sebenarnya dapat dicegah jika sumber daya tersedia lebih awal.”
Artikel asli: Manitoba declares public health emergency as HIV rates rise
Tautan asli: https://www.cbc.ca/news/canada/manitoba/hiv-manitoba-public-health-emergency-9.7191004?cmp=rss