[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Inisiasi Dini Pengobatan HIV Menurunkan Risiko Kanker yang Tidak Terkait AIDS di Kemudian Hari

23 Januari 2026, 332 kali dilihat Berita

Inisiasi Dini Pengobatan HIV Menurunkan Risiko Kanker yang Tidak Terkait AIDS di Kemudian Hari


Oleh: CATIE NEWS, 20 Januari 2026


Jika diminum sesuai anjuran, pengobatan HIV (terapi antiretroviral; ART) membantu menurunkan jumlah HIV dalam darah. Seiring waktu, penggunaan ART secara berkelanjutan umumnya mampu menekan HIV hingga tidak terdeteksi dalam pemeriksaan laboratorium rutin. Penekanan HIV ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk memperbaiki dirinya kembali. Hasilnya, dengan perawatan dan pemantauan yang berkelanjutan, serta dengan kondisi lain yang setara, banyak orang dengan HIV yang menggunakan ART dapat hidup sehat hingga usia lanjut.
Profil jenis kanker yang berisiko dialami oleh orang dengan HIV telah banyak berubah sejak tahun 1996, ketika ART pertama kali tersedia di Kanada dan negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya. Berbagai studi menemukan bahwa penguatan sistem imun akibat ART telah menyebabkan penurunan yang signifikan pada risiko kanker terkait AIDS.


Namun, sejak 1996, terjadi pergeseran bertahap menuju peningkatan relatif risiko kanker yang tidak terkait AIDS. Salah satu penyebabnya adalah karena orang dengan HIV kini hidup lebih lama, sehingga mereka berisiko mengalami kanker tertentu yang tidak terkait dengan HIV. Alasan lainnya adalah infeksi virus penyerta (koinfeksi) pada sebagian orang dengan HIV menjadi bersifat kronis; meskipun koinfeksi tersebut mungkin berada pada tingkat rendah, virus tersebut tidak dapat sepenuhnya dieliminasi. Selain itu, penelitian menunjukkan adanya gangguan imunologis halus yang tetap bertahan meskipun seseorang telah menggunakan ART.
Beberapa studi menemukan bahwa menunda inisiasi ART hingga jumlah CD4+ menjadi rendah dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sistem imun yang tidak dapat sepenuhnya dipulihkan dengan ART. Namun, studi-studi tersebut tidak memberikan batas waktu yang jelas mengenai apa yang dimaksud dengan infeksi HIV “dini” atau “lanjut”. Sebaliknya, studi-studi ini umumnya mengandalkan jumlah CD4+ seseorang (dan terkadang juga viral load), dengan asumsi bahwa secara rata-rata, jumlah CD4+ yang lebih rendah sebelum memulai ART berkaitan dengan infeksi HIV yang telah berlangsung lama, sedangkan jumlah CD4+ yang lebih tinggi berkaitan dengan infeksi HIV yang lebih baru.


Studi dari Belanda Membuka Terobosan Baru
Dalam perkembangan penting terkait definisi “dini” dan “lanjut” pada infeksi HIV untuk keperluan penelitian, para peneliti di Belanda melakukan pendekatan yang unik. Mereka memiliki akses ke riwayat tes HIV yang terdokumentasi dengan baik dari banyak peserta dalam sebuah kohort bernama ATHENA. Para peneliti mendefinisikan inisiasi ART dini sebagai dimulainya ART dalam waktu satu tahun sejak seseorang terinfeksi HIV; sementara mereka yang memulai ART setelah periode tersebut dikategorikan sebagai inisiator ART terlambat.
Dalam analisis terbaru, peneliti Belanda memfokuskan pada 1.858 peserta yang memulai ART secara dini dan 17.995 peserta yang memulai ART secara terlambat.
Para peserta adalah orang dewasa yang direkrut sejak Januari 2000 hingga akhir tahun 2022.


Orang dengan koinfeksi virus hepatitis B atau C dikeluarkan dari studi (karena risiko kanker hati yang lebih tinggi), demikian pula mereka yang memiliki riwayat kanker sebelumnya. Peneliti juga mengecualikan orang dengan kanker yang mendefinisikan AIDS (seperti sarkoma Kaposi, limfoma non-Hodgkin sel B, kanker serviks), kanker kulit non-melanoma, dan penyakit Castleman.
Secara rata-rata, orang yang memulai ART lebih dini cenderung memiliki karakteristik berikut:
Gay, biseksual, dan laki-laki lain yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) (89% vs. 59%)
Usia lebih muda (34 vs. 39 tahun)
Jumlah CD4+ lebih tinggi (478 sel/mm³) dibandingkan mereka yang memulai ART lebih lambat (260 sel/mm³)
Hasil
Selama periode studi, peneliti menemukan bahwa sebanyak 25 jenis kanker yang tidak terkait AIDS berkembang pada peserta yang memulai ART secara dini. Kanker yang paling sering ditemukan adalah:
Kanker lambung – tiga kasus
Melanoma – tiga kasus
Sebaliknya, pada kelompok yang memulai ART secara terlambat, terdapat 869 kasus kanker yang tidak terkait AIDS selama masa studi. Jenis kanker yang paling umum adalah:
Kanker paru – 130 kasus
Kanker prostat – 110 kasus
Kanker anus – 86 kasus
Menurut tim peneliti, inisiasi ART secara dini berkaitan dengan sekitar “penurunan risiko sebesar 40% untuk semua kanker non-AIDS […] dibandingkan dengan memulai ART lebih lambat.”
Mereka juga menemukan bahwa dampak perlindungan dari inisiasi ART dini ini bersifat independen dari faktor sosial ekonomi maupun periode dimulainya ART (era lama vs. era terkini).
Tidak ditemukan dampak dari inisiasi ART dini terhadap kanker yang berkaitan dengan obesitas.


Mengapa Inisiasi ART Dini Bisa Bermanfaat?
Para ilmuwan dalam kohort ATHENA belum sepenuhnya yakin mengapa inisiasi ART dini memberikan manfaat yang begitu besar (karena mereka tidak melakukan penilaian formal terhadap fungsi sistem imun pada inisiator ART dini vs. terlambat). Namun, berdasarkan penelitian lain, mereka mengajukan beberapa kemungkinan berikut:
ART dini “lebih kuat dalam mengurangi dampak HIV terhadap [penuaan sistem imun], aktivasi imun yang berkelanjutan, dan peradangan, sehingga menurunkan efek pro-karsinogenik.”
ART dini membantu mempertahankan kemampuan sistem imun untuk mendeteksi dan mengeliminasi kondisi pra-kanker dan kanker.
Dengan memperkuat sistem imun, ART dini “dapat mendorong pembersihan [virus penyebab kanker], khususnya human papillomavirus (HPV).” Virus ini dapat menyebabkan kanker pada anus, serviks, bibir, penis, tenggorokan, lidah, tonsil, vagina, dan vulva. Penelitian sebelumnya mengaitkan peningkatan risiko kanker anus pada orang dengan HIV dengan jumlah CD4 yang relatif rendah sebelum memulai ART.


Catatan Penting
Studi dari Belanda ini bukan merupakan uji klinis acak terkontrol. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa faktor-faktor yang tidak terukur dapat memengaruhi interpretasi hasil. Sebagai contoh, data mengenai kebiasaan merokok dan penggunaan alkohol bermasalah pada peserta tidak memadai. Namun demikian, para peneliti melakukan beberapa analisis tambahan untuk mengurangi dampak potensi bias, dan analisis tersebut mengonfirmasi temuan utama mereka tentang penurunan risiko kanker yang tidak terkait AIDS pada mereka yang memulai ART secara dini.
Karena orang dengan koinfeksi hepatitis B dan C dikeluarkan dari studi ini, temuan penelitian ini mungkin tidak sepenuhnya relevan bagi orang dengan HIV yang juga terinfeksi virus tersebut.
Meski demikian, studi ini menegaskan pentingnya tes HIV dan inisiasi ART sedini mungkin bagi orang yang hasil tesnya positif.
Tim peneliti Belanda mencatat bahwa HIV stadium lanjut masih umum terjadi di Belanda dan “mencakup 46% dari seluruh diagnosis HIV baru antara tahun 2021 dan 2023, dengan persentase yang bahkan lebih tinggi pada laki-laki dan perempuan heteroseksual. Memfasilitasi akses terhadap tes HIV untuk meningkatkan kemungkinan diagnosis dini dan pengobatan segera tetap menjadi prioritas kesehatan masyarakat, guna menurunkan risiko [kanker] di masa depan.”
— Sean R. Hosein

 

 

Referensi:
van der Wulp IAJ, Wit FW, Jongen VW, et al. Earlier initiation of treatment following HIV acquisition reduces non-AIDS-defining malignancy risk. Clinical Infectious Diseases. 2025; in press.
Crum N. Let’s Get It Started: Early ART after HIV acquisition reduces non-AIDS-defining malignancies. Clinical Infectious Diseases. 2025; in press.
Baechle JJ, Chen N, Makhijani P, et al. Chronic inflammation and the hallmarks of aging. Molecular Metabolism. 2023 Aug; 74:101755. 
Lopez Angel CJ, Pham EA, et al. Signatures of immune dysfunction in HIV and HCV infection share features with chronic inflammation in aging and persist after viral reduction or elimination. Proceedings of the National Academy of Sciences USA. 2021 Apr 6;118(14):e2022928118.  
Furman D, Campisi J, Verdin E, et al. Chronic inflammation in the etiology of disease across the life span. Nature Medicine. 2019 Dec;25(12):1822-1832. 
Vlaming KE, van Paassen PM, van Hamme JL, et al. Treatment in acute HIV infection only temporarily preserves monocyte function: a comparative cohort study in adult males. EBioMedicine. 2025 Nov 7:105997. 
Li G, Lou Y, Ma J, et al. Depletion of plasmacytoid dendritic cells rescues HIV-reactive stem-like CD8+ T cells during chronic HIV-1 infection. Science Translational Medicine. 2025 Nov 5;17(823): eadr3930. 
Buranapraditkun S, Mitchell JL, Takata H, et al. Dynamic changes in immune cell subsets in blood and lymph node over the course of acute HIV infection. Journal of Virus Eradication. 2025 May 26;11(2):100598. 
Jasinska AJ, Sivanandham R, Sivanandham S, et al. Pathogenic SIV infection is associated with acceleration of epigenetic age in rhesus macaques. Journal of Clinical Investigation. 2025 Jul 15;135(14):e189574.
Hsieh AYY, Cai R, Bernard NF, et al. Evidence of greater immune aging among untreated HIV slow progressors than antiretroviral-controlled people living with HIV. Journal of Infection. 2025 Jul;91(1):106511. 
Schoepf IC, Haerry D, Esteban-Cantos A, et al. Perspective: clinical relevance of epigenetic aging and HIV. Epigenomics. 2025 Jun;17(8):523-527. 
Martínez Martín P, Esteban-Cantos A, Jurado F, et al. Prognostic value of blood epigenetic biomarkers of aging in persons with well controlled HIV infection. Clinical Infectious Diseases. 2025 Sep 30: ciaf537.  
Delgado-Pulido S, Yousefzadeh MJ, Mittelbrunn M. Aging reshapes the adaptive immune system from healer to saboteur. Nature Aging. 2025 Aug;5(8):1393-1403.

Artikel asli: Early initiation of HIV treatment reduces subsequent risk for cancers unrelated to AIDS 
Tautan asli: https://www.catie.ca/catie-news/early-initiation-of-hiv-treatment-reduces-subsequent-risk-for-cancers-unrelated-to-aids#:~:text=According%20to%20the%20research%20team,ART%20was%20initiated%20(current%20vs.