Maladewa Menjadi Negara Pertama di Dunia yang Mencapai Triple Eliminasi HIV, Hepatitis B, dan Sifilis dari Ibu ke Anak
Sumber: World Health Organization (WHO), 13 Oktober 2025
Adaptasi: Tim Spiritia, 9 Desember 2025
Dalam sebuah pencapaian bersejarah di bidang kesehatan masyarakat global, Maladewa telah divalidasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai negara yang berhasil mengeliminasi penularan hepatitis B dari ibu ke anak (EMTCT), sekaligus mempertahankan validasi sebelumnya untuk EMTCT HIV dan sifilis yang telah diperoleh pada tahun 2019. Dengan capaian ini, Maladewa resmi menjadi negara pertama di dunia yang mencapai eliminasi tiga penyakit sekaligus dari ibu ke anak.
“Maladewa telah menunjukkan bahwa dengan kemauan politik yang kuat dan investasi berkelanjutan dalam kesehatan ibu dan anak, eliminasi penularan penyakit mematikan ini dari ibu ke anak—beserta penderitaan yang ditimbulkannya—adalah sesuatu yang mungkin,” ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. “Tonggak sejarah ini memberikan harapan dan inspirasi bagi negara-negara di seluruh dunia yang tengah berupaya mencapai tujuan yang sama.”
Beban Global Penularan dari Ibu ke Anak
Penularan penyakit dari ibu ke anak masih menjadi tantangan kesehatan global yang memengaruhi jutaan orang. Di Wilayah Asia Tenggara WHO saja, perkiraan sementara menunjukkan bahwa pada tahun 2024:
lebih dari 23.000 perempuan hamil menderita sifilis,
lebih dari 8.000 bayi lahir dengan sifilis bawaan,
sekitar 25.000 ibu hamil dengan HIV memerlukan pengobatan untuk mencegah penularan ke bayinya,
sementara hepatitis B masih memengaruhi lebih dari 42 juta orang di kawasan tersebut.
Perawatan Terpadu dan Cakupan Kesehatan Universal sebagai Kunci Keberhasilan
“Pencapaian Maladewa merupakan bukti nyata komitmen kuat negara ini terhadap cakupan kesehatan universal, dengan menyediakan layanan berkualitas dan merata di seluruh pulau-pulau yang tersebar, termasuk bagi populasi migran,” ujar Dr. Catharina Boehme, Pejabat Sementara Kantor Regional WHO Asia Tenggara.
“Prestasi ini merupakan langkah penting menuju Awal yang Sehat, Masa Depan yang Penuh Harapan, dengan mengakhiri kematian yang dapat dicegah serta memprioritaskan kesejahteraan jangka panjang ibu dan bayi.”
Selama bertahun-tahun, Maladewa membangun pendekatan yang terpadu dan komprehensif dalam layanan kesehatan ibu dan anak, dengan hasil yang sangat signifikan:
Lebih dari 95% perempuan hamil menerima layanan antenatal, termasuk tes HIV, sifilis, dan hepatitis B.
Sistem imunisasi nasional yang kuat memastikan lebih dari 95% bayi baru lahir menerima dosis vaksin hepatitis B tepat waktu dan cakupan imunisasi lengkap.
Tidak ada bayi yang lahir dengan HIV atau sifilis pada tahun 2022 dan 2023.
Survei nasional tahun 2023 mengonfirmasi nol kasus hepatitis B pada anak-anak usia sekolah dasar (kelas satu), melampaui target eliminasi global.
Semua capaian ini ditopang oleh cakupan kesehatan universal, yang menjamin layanan antenatal, imunisasi, dan diagnostik gratis bagi seluruh penduduk, termasuk migran, serta didukung oleh kebijakan yang kuat dan investasi lebih dari 10% Produk Domestik Bruto (PDB) untuk sektor kesehatan.
Komitmen Pemerintah dan Kemitraan Multi-Pihak
“Validasi bersejarah ini merupakan momen kebanggaan yang luar biasa bagi Maladewa dan mencerminkan komitmen teguh bangsa kami untuk melindungi ibu, anak-anak, dan generasi mendatang,” ujar Yang Mulia Abdulla Nazim Ibrahim, Menteri Kesehatan Maladewa.
“Eliminasi tiga penyakit sekaligus bukan hanya tonggak sektor kesehatan, tetapi juga janji pemerintah kepada rakyat bahwa kami akan terus berinvestasi dalam layanan kesehatan yang tangguh, adil, dan berkualitas tinggi—tanpa meninggalkan siapa pun.”
Capaian ini merupakan hasil dari kemitraan erat antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan swasta, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional, yang bekerja bersama dalam skrining, pelayanan, penjangkauan masyarakat, serta dukungan teknis.
“Eliminasi tiga penyakit sekaligus di Maladewa adalah contoh kuat bagaimana investasi jangka panjang dalam sistem kesehatan, inovasi, dan layanan berbasis komunitas dapat mengubah arah kesehatan masyarakat,” ujar Payden, Perwakilan WHO untuk Maladewa. “WHO bangga menjadi mitra Pemerintah Maladewa dan akan terus mendukung upaya untuk mempertahankan capaian ini, demi memastikan setiap anak di seluruh pulau memiliki masa depan yang sehat.”
Mempertahankan Kemajuan untuk Masa Depan
Ke depan, Maladewa akan terus memperkuat sistem kesehatannya melalui:
• integrasi sistem informasi kesehatan digital,
• perluasan intervensi terarah bagi populasi kunci dan migran,
• peningkatan keterlibatan serta pelaporan sektor swasta,
• dan penguatan manajemen mutu laboratorium.
WHO akan terus mendukung Maladewa untuk memastikan upaya eliminasi ini berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada pencapaian tujuan kesehatan ibu, anak, dan remaja yang lebih luas.
Artikel asli: Maldives becomes the first country to achieve ‘triple elimination’ of mother-to-child transmission of HIV, syphilis and hepatitis B
Tautan: https://www.who.int/news/item/13-10-2025-maldives-becomes-the-first-country-to-achieve-triple-elimination-of-mother-to-child-transmission-of-hiv-syphilis-and-hepatitis-b