Pencegahan Positif
01 September 2023,
6085 kali dilihat
Index
Apa yang Dimaksud dengan ‘Pencegahan Positif’?
Hampir tidak ada satu pun orang yang terinfeksi HIV yang ingin orang lain mengalami nasib yang sama. Hampir semuanya ingin supaya virus yang ada di tubuh dirinya sendiri tidak menular pada orang lain, baik pasangannya, temannya atau bayinya. Pada dasarnya, pencegahan positif bertujuan untuk memotong rantai penularan HIV dan meningkatkan mutu hidup Odha.
Pencegahan positif didukung oleh banyak pihak di seluruh dunia, baik oleh organisasi Odha maupun oleh organisasi pemerintah dan LSM yang bekerja di bidang AIDS. Namun belum ada kesepakatan yang luas mengenai definisi pencegahan positif. Nampaknya setiap orang, komunitas maupun negara bisa membuat definisi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sendiri. Dengan demikian, inti pemahaman pencegahan positif diartikan sebagai upaya menyatukan pencegahan, pengobatan, dukungan dan perawatan agar kesehatan dan mutu hidup Odha menjadi lebih baik.
Pemahaman Pencegahan Positif
Peserta lokakarya dilakukan di Jakarta pada September 2011 mengusulkan pemahaman pencegahan positif sebagai berikut:
- nbsp; Pencegahan positif seharusnya merupakan strategi untuk mempromosikan tanggung jawab bersama untuk menghindari/mencegah penularan HIV.
- nbsp; Pencegahan positif merupakan peningkatan mutu hidup dan kesadaran dalam berperilaku positif.
- nbsp; Pencegahan positif merupakan kemampuan komunitas untuk meningkatkan nilai-nilai positif dalam melakukan semua aspek kehidupan.
- nbsp; Istilah yang diusulkan adalah: Pemberdayaan Positif; Pencegahan yang sehat; dan Perubahan Positif dan Kesadaran positif.
Upaya sosialisasi pedoman pencegahan positif di Yogyakarta pada Oktober 2012 memperoleh masukkan untuk definisi pencegahan positif dengan memperhatikan beberapa unsur antara lain:
- Pencegahan dilakukan oleh seseorang yang bertanggung jawab terhadap perilaku yang berisiko dan bukan semata-mata merupakan tanggung jawab Odha. Bagi Odha perlu adanya upaya penguatan atas otoritas tubuh (self esteem)-nya agar bisa bertanggung jawab atas tubuhnya sendiri.
- Penjagaan diri Odha untuk tidak menularkan virus kepada orang lain (terutama pasangan seks) dengan pola hidup sehat.
- Pencegahan reinfeksi HIV maupun infeksi lain sehingga Odha memiliki mutu hidup yang lebih baik dan terhindar dari AIDS.
- Peningkatan pemberdayaan Odha sehingga dirinya nyaman dengan diri dan statusnya serta nyaman berhubungan sosial dengan orang lain.
- Upaya pencegahan memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, penyedia layanan, Odha, LSM dan keluarga.
Definisi Pencegahan Positif
Dari semua masukkan ini muncul definisi yang berikut:
Pencegahan positif adalah upaya-upaya pemberdayaan Odha yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri, kepercayaan diri dan kemampuan serta diimplementasikan di dalam suatu kerangka etis yang menghargai hak dan kebutuhan Odha dan pasangannya.
Tiga Pilar Pencegahan Positif
- nbsp; Bagaimana meningkatkan mutu hidup Odha.
- nbsp; Menjaga diri untuk tidak tertular HIV maupun infeksi lain dari orang lain.
- nbsp; Menjaga diri untuk tidak menularkan HIV kepada orang lain.
Prinsip Panduan Umum Pencegahan Positif
- Pencegahan positif didasarkan pada perspektif dan realita Odha.
- Pencegahan positif mengakui bahwa Odha mempunyai hak seksualitas, oleh karena itu dibutuhkan informasi yang rinci tentang seksualitas.
- Pencegahan positif difokuskan pada komunikasi, informasi, dukungan dan perubahan kebijakan, tanpa stigmatisasi dan diskriminasi.
- Pencegahan positif membutuhkan keterlibatan dan partisipasi bermakna Odha. Ini dapat dilakukan dengan memberi dukungan dan dorongan agar mereka turut mendiskusikan, menentukan dan memutuskan setiap komponen program dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya. Oleh karena itu perlu menjalin jejaring dan kemitraan dengan pemerintah maupun lembaga penyedia pelayanan.
- Pencegahan positif harus memasukkan organisasi layanan HIV, kelompok dukungan dan LSM ke dalam program penanggulangan HIV. Dalam hal ini sangatlah penting untuk menyediakan informasi tentang seks aman, infeksi ulang, pilihan kesehatan produksi, dampak pengobatan ARV, menyuntik yang mana tersedia pada setiap organisasi pelayanan HIV termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik keluarga berencana, LSM dan kelompok dukungan.
- Pencegahan positif menjunjung hak asasi manusia, termasuk hak hidup sehat, hak seksualitas, privasi, konfidensialitas, informed consent dan bebas dari diskriminasi. Di samping itu juga memenuhi kewajiban dan tanggung jawab untuk tidak menularkan HIV.
- Pencegahan positif mengakui penularan HIV diperbesar oleh ketidaksetaraan jender, posisi tawar, sekualitas, pendidikan, tidak tahu status HIV dan tingkat ekonomi.
- Pencegahan positif menuntut tanggung jawab bersama dalam upaya menurunkan tingkat penularan. Keterbukaan, informasi dan komunikasi tentang seksualitas dan hubungan seks bisa menjadi cara untuk menurunkan penyebaran HIV lebih lanjut kepada pasangan atau orang lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Garis Dasar
Tujuan utama pencegahan positif adalah untuk meningkatkan mutu hidup Odha dan memotong rantai penularan HIV. Pencegahan positif bukan program, yang hanya dilakukan untuk waktu tertentu, melainkan prakarsa atau asas yang harus mendasari semua tindakan kita. Walaupun kadang prakarsa ini dianggap kontroversial, diharapkan kita dapat mendukung upaya ini, dan membahas pencegahan dalam kelompok kita.
Diperbarui 22 Januari 2015 berdasarkan Pedoman dan Modul Pencegahan Positif, April 2012