Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Blog 18 Juli 2025 391 kali dilihat

Perubahan Pengobatan Tidak Mengurangi Berat Badan pada Orang dengan HIV

Cari Topik Serupa
Perubahan Pengobatan Tidak Mengurangi Berat Badan pada Orang dengan HIV

Perubahan Pengobatan Tidak Mengurangi Berat Badan pada Orang dengan HIV


Oleh: Keith Alcorn, aidsmap.com, 17 Juli 2025
Diadaptasi oleh Tim Spiritia: 18 Juli 2025


Sebuah uji coba teracak yang dipresentasikan pada hari Selasa di 13th International AIDS Society Conference on HIV Science (IAS 2025) menunjukkan bahwa mengganti obat yang dianggap menyebabkan kenaikan berat badan tidak menghasilkan penurunan berat badan yang lebih signifikan dibandingkan tetap menggunakan pengobatan yang ada—bahkan ketika salah satu obat pengganti telah terbukti menekan kenaikan berat badan. Studi ini dirancang untuk menyelidiki dampak penggantian obat-obat yang dikaitkan dengan kenaikan berat badan dengan obat yang tidak memiliki kaitan tersebut.
Obat integrase inhibitor seperti dolutegravir dan bictegravir telah dikaitkan dengan kenaikan berat badan, begitu pula dengan tenofovir alafenamide (TAF).
Studi lain menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi tenofovir disoproxil (TDF) mengalami kenaikan berat badan yang lebih sedikit setelah memulai pengobatan, yang menunjukkan bahwa TDF mungkin menekan kenaikan berat badan pada orang yang menjalani terapi antiretroviral (ART), baik kenaikan tersebut berkaitan dengan ART atau penyebab lainnya.
Dr John Koethe dari Universitas Vanderbilt melaporkan hasil dari uji coba DO-IT. Studi ini merekrut 145 orang dengan obesitas yang telah mencapai supresi virus menggunakan kombinasi pengobatan yang mengandung integrase inhibitor dan TAF. Peserta dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok:
Tetap pada pengobatan yang sama, Beralih ke doravirine dan TDF, atau Beralih ke doravirine tetapi tetap menggunakan TAF.
Doravirine adalah jenis non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor yang dalam studi sebelumnya tidak dikaitkan dengan kenaikan atau penurunan berat badan.
Peserta telah menggunakan integrase inhibitor dengan TAF dan emtricitabine selama rata-rata 3,4 tahun, dengan BMI median 34,9 dan usia median 49 tahun. Hampir setengah peserta (49%) adalah perempuan, 53% berkulit hitam, dan 18% berasal dari etnis Hispanik/Latino.
Hasil utama studi adalah perubahan berat badan setelah 48 minggu tindak lanjut. Peserta di ketiga kelompok mengalami sedikit penurunan berat badan, tetapi tidak ada perbedaan signifikan secara statistik antara mereka yang mengganti pengobatan dengan mereka yang tetap menggunakan pengobatan semula.
Kelompok yang tetap menggunakan pengobatan lama kehilangan 1,84 kg,
Kelompok yang beralih ke doravirine dan TDF kehilangan 2,73 kg,
Kelompok yang beralih ke doravirine dan tetap menggunakan TAF kehilangan 0,47 kg.
“Saya merasa tenang karena ketiga kelompok sama-sama mengalami penurunan berat badan,” ujar Koethe. “Kenapa bisa begitu? Kami menyimpulkan bahwa orang yang mengikuti studi untuk menurunkan berat badan mungkin juga melakukan hal lain seperti diet dan olahraga.”
Faktor ras, jenis kelamin, usia, jenis integrase inhibitor, dan riwayat kenaikan berat badan selama pengobatan tidak memengaruhi besarnya perubahan berat badan antara kelompok yang mengganti terapi dengan kelompok yang tetap menggunakan bictegravir.
“Studi A5391 memberikan bukti kuat bahwa perubahan regimen ART tidak efektif untuk menurunkan berat badan pada orang dengan HIV yang mengalami obesitas. Intervensi lain akan dibutuhkan untuk mengurangi komorbiditas terkait berat badan pada populasi ini,” simpul Koethe.
“Saya rasa kita harus berhenti mengejar penggantian terapi sebagai cara untuk mengelola berat badan, dan mulai menjelaskan kepada pasien bahwa berat badan mereka bertambah karena kondisi kesehatan, lingkungan sosial, karakteristik genetik mereka. Kita perlu mengidentifikasi orang yang berisiko lebih tinggi agar mereka bisa diberi informasi lebih awal,” kata Dr Graeme Moyle dari Chelsea and Westminster Hospital, London. Ia menambahkan bahwa memulai atau mengganti pengobatan harus dilihat sebagai kesempatan untuk intervensi lebih umum terkait berat badan, diet, dan olahraga.
Kenaikan Berat Badan Setelah Memulai Pengobatan
Sebuah studi retrospektif observasional besar terhadap orang dengan HIV yang menggunakan ART di Amerika Serikat, yang juga dipresentasikan dalam konferensi ini, tidak menemukan hubungan antara ART dan perubahan berat badan. Dr Rick Elion dari Trio Health melaporkan bahwa kenaikan berat badan substansial setelah minimal tiga tahun ART lebih berkaitan dengan ras kulit hitam, jenis kelamin perempuan, atau jumlah CD4 rendah sebelum memulai pengobatan—bukan karena regimen ART saat ini.
Studi ini dirancang untuk menyelidiki faktor-faktor yang berhubungan dengan kenaikan berat badan signifikan selama tiga tahun masa pengobatan ART di Amerika Serikat. Fokusnya pada mereka yang mengalami kenaikan berat badan paling besar (setidaknya 10% dari berat badan), karena kelompok ini paling berisiko mengalami konsekuensi biologis akibat kelebihan berat badan.
Orang dengan HIV yang dirawat di fasilitas peserta studi memenuhi syarat jika mereka berada dalam perawatan antara tahun 2015–2023, memiliki minimal tiga tahun data tindak lanjut termasuk pengukuran berat badan awal dan tahun ketiga. Mereka harus menunjukkan supresi virus (