Integrase inhibitor lebih terkait dengan depresi dan bunuh diri dibandingkan obat HIV lainnya
Oleh: Keith Alcorn, 24 Agustus 2023
Diterjemahkan oleh: Tim Spiritia (30 Agustus 2023)
Berdasarkan tinjauan pangkalan data pelaporan efek samping Organisasi Kesehatan Dunia, kasus depresi baru dan perilaku bunuh diri masing-masing lebih mungkin dilaporkan untuk ARV golongan integrase inhibitor dibandingkan golongan obat antiretroviral lainnya.
Peneliti Perancis yang melakukan tinjauan terhadap lebih dari 124.000 laporan efek samping obat antiretroviral mengatakan petugas kesehatan perlu mewaspadai efek samping yang jarang terjadi ini selama bulan-bulan awal pengobatan dengan menggunakan ARV golongan integrase inhibitor dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami penyebabnya.
Depresi umum terjadi pada orang dengan HIV dan terdapat beberapa bukti bahwa tingkat bunuh diri lebih tinggi pada orang dengan HIV. Penelitian di Inggris menemukan bahwa angka bunuh diri pada laki-laki dengan HIV dua kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Risiko tertinggi terjadi pada tahun pertama setelah diagnosis HIV.
Baik depresi maupun pikiran atau perilaku untuk bunuh diri telah diidentifikasi sebagai potensi efek samping dari integrase inhibitor dalam uji klinis dan pengawasan pasca pemasaran. Namun, tidak jelas sejauh mana obat antiretroviral golongan ini dapat meningkatkan risiko perilaku bunuh diri atau depresi dan apakah ada perbedaan antara obat-obatan dalam sesama golongan integrase inhibitor.
Obat-obatan dalam golongan integrase inhibitor termasuk dolutegravir, bictegravir, cabotegravir, elvitegravir, dan raltegravir.
Integrase inhibitor adalah obat utama yang paling banyak diresepkan dalam rejimen antiretroviral di seluruh dunia. Oleh karenanya penting untuk mengetahui lebih banyak tentang potensi risiko bunuh diri atau depresi. Untuk menjawab pertanyaan ini, para peneliti dari Centre Régional de Pharmacovigilance, Université Paris Cité, merasa perlu menilai apakah efek samping obat ini dilaporkan dalam jumlah yang tidak proporsional pada orang yang memakai integrase inhibitor dibandingkan dengan jenis antiretroviral lainnya.
Kelompok peneliti Perancis menganalisis laporan yang diserahkan ke VigiBase, basis data farmakovigilans Organisasi Kesehatan Dunia, untuk mengidentifikasi laporan kasus yang diklasifikasikan sebagai depresi atau “bunuh diri/melukai diri sendiri” pada orang yang memakai obat antiretroviral antara tahun 2008 dan 2020. Para peneliti mencari kejadian yang baru muncul setelah penggunaan suatu obat dan yang diidentifikasi dalam laporan kasus sebagai potensi efek samping.
Vigibase mengumpulkan semua laporan kasus efek samping yang dikirim ke skema farmakovigilans nasional oleh dokter, apoteker, dan pasien. Laporan kasus ini ditinjau di tingkat nasional sebelum ditambahkan ke database WHO.
Sebanyak 19,99 juta laporan diserahkan ke VigiBase selama periode ini, termasuk 124.184 orang yang menggunakan obat antiretroviral. Dari mereka yang menggunakan antiretroviral, 22.661 menggunakan antiretroviral golongan integrase inhibitor (18,2%).
Para peneliti mengidentifikasi 1.404 kasus depresi dan 777 kasus bunuh diri terkait dengan obat antiretroviral. Dari jumlah tersebut, 547 kasus depresi dan 357 kasus bunuh diri terjadi pada orang yang menggunakan integrase inhibitor. Laporan paling sering datang dari Amerika Serikat, Perancis dan Spanyol.
Mereka melakukan analisis disproporsionalitas untuk menentukan apakah prevalensi depresi atau perilaku bunuh diri lebih tinggi dalam laporan kasus mengenai orang yang memakai integrase inhibitor dibandingkan obat lain.
Analisis disproporsionalitas menunjukkan bahwa pelaporan depresi atau bunuh adalah tiga sampai empat kali lebih tinggi pada penggunaan integrase inhibitor dibandingkan dengan obat antiretroviral lainnya.
Integrase inhibitor dan depresi
Dibandingkan dengan obat antiretroviral lain, obat antiretroviral golongan integrase inhibitor adalah 3,6 kali lebih mungkin dikaitkan dengan laporan kasus depresi. Semua inhibitor integrase dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi untuk melaporkan depresi. Bictegravir dan dolutegravir secara signifikan lebih mungkin dikaitkan dengan depresi dibandingkan elvitegravir atau raltegravir.
Integrase inhibitor dan bunuh diri
Dibandingkan dengan obat antiretroviral lain, obat antiretroviral golongan integrase inhibitor adalah 4,7 kali lebih mungkin dikaitkan dengan laporan kasus bunuh diri. Semua integrase inhibitor dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi untuk melaporkan tindakan bunuh diri. Dolutegravir secara signifikan lebih mungkin dikaitkan dengan bunuh diri dibandingkan inhibitor integrase lainnya.
Depresi berkembang rata-rata 90 hari setelah memulai integrase inhibitor, meskipun timbulnya depresi lebih cepat pada orang yang memakai bictegravir (30 hari).
Meskipun waktu rata-rata antara memulai pengobatan dan upaya bunuh diri adalah 90 hari, terdapat variasi yang besar antar obat, berkisar dari rata-rata enam hari pada orang yang memakai bictegravir hingga 90 hari pada orang yang memakai dolutegravir, 120 hari pada orang yang memakai raltegravir, dan 150 hari pada orang yang memakai cabotegravir.
Alasan tingginya tingkat depresi dan bunuh diri pada orang yang memakai integrase inhibitor masih belum diketahui secara pasti. Karena laporan kasus tidak berisi informasi standar mengenai riwayat kesehatan, jumlah CD4 atau waktu sejak diagnosis HIV, maka mustahil untuk menganalisis kontribusi faktor-faktor ini. Tidak jelas apakah orang yang mencoba atau melakukan bunuh diri memiliki riwayat depresi atau mengalami perburukan kondisi kesehatan mental akibat penggunaan integrase inhibitor.
Para peneliti menekankan bahwa pada orang dengan riwayat psikiatrik sebelumnya, peralihan dari integrase inhibitor harus dipertimbangkan jika efek samping neuropsikiatri muncul.
Artikel asli: Integrase inhibitors more likely to be linked to depression and suicidality than other HIV drugs
Tautan asli: https://www.aidsmap.com/news/aug-2023/integrase-inhibitors-more-likely-be-linked-depression-and-suicidality-other-hiv-drugs
Referensi: Préta L-H et al. Association of depression and suicidal behaviour reporting with HIV integrase inhibitors: a global pharmacovigilance study. Journal of Antimicrobial Chemotherapy 78 (8): 1944-47, 2023 (open access). https://doi.org/10.1093/jac/dkad187