Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Berita 01 September 2023 6.881 kali dilihat

Apakah rokok merupakan faktor risiko terhadap penularan HIV dan perkembangan penyakit?

Cari Topik Serupa
Apakah rokok merupakan faktor risiko terhadap penularan HIV dan perkembangan penyakit?

Berbagai penelitian terdahulu berpendapat bahwa merokok dapat merusak fungsi kekebalan, dan dapat dikaitkan dengan penularan HIV dan perkembangan penyakitnya.

Seperti dilaporkan pada jurnal Sexually Transmitted Disease diterbitkan pada 21 Agustus 2006 di internet, para peneliti Inggris secara sistimatis melakukan peninjauan kembali terhadap penelitian yang mengamati keterkaitan antara merokok dengan serokonversi HIV atau perkembangannya menjadi AIDS.

Hasil

  • Ditemukan enam penelitian yang menyelidiki serokonversi HIV.
  • Lima dari penelitian ini menemukan bahwa merokok merupakan faktor risiko independen terhadap penularan HIV setelah terjadi penyesuaian terhadap faktor perusak penting.
  • Rasio rata-rata (adjusted odds ratio) pada penelitian ini berkisar dari 1,6 sampai 3,5, yang menunjukkan bahwa perokok 60 hingga 350 persen lebih mungkin tertular HIV.
  • Ditemukan sepuluh penelitian yang menyelidiki perkembangan menjadi AIDS.
  • Sembilan dari penelitian ini tidak menemukan hubungan dengan merokok.

Kesimpulan

Para peneliti menyimpulkan, “Merokok mungkin faktor risiko independen terhadap penularan HIV walaupun residual confounding memberi penjelasan lain...Merokok sepertinya tidak terkait dengan perkembangan menjadi AIDS, walaupun penemuan ini barangkali tidak benar di negara berkembang atau dengan harapan hidup yang lebih lama akibat terapi antiretroviral (ART).”

Satu keterbatasan dari penelitian yang ditinjau adalah kebanyakan penelitian tersebut dilakukan sebelum ART tersedia secara luas. Penelitian lebih baru yang melibatkan peserta dari Women’s Interagency HIV Study (WIHS) menemukan bahwa perkembangan menjadi AIDS atau kematian lebih mungkin terjadi pada perempuan pengguna ART yang merokok.

Penelitian terhadap masyarakat HIV-negatif menyimpulkan bahwa merokok meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini menjadi masalah khusus bagi Odha pengguna ART, yang dapat mengakibatkan komplikasi metabolik misalnya peningkatan tingkat lemak (lipid) dalam darah.

Sebagai tambahan, penelitian lain telah menunjukkan bahwa merokok dapat memperburuk kondisi terkait HIV misalnya displasia dubur dan rahim akibat infeksi virus papilloma (HPV), dan mungkin juga hepatitis C kronis.

Ringkasan: Is Smoking a Risk Factor for HIV Infection and Disease Progression?

Sumber: A S Furber, R Maheswaran, C J Carroll, and others. Is smoking tobacco an independent risk factor for HIV infection and progression to AIDS? Sexually Transmitted Infections. August 21, 2006 [Epub before print].
J G Feldman, H Minkoff, M F Schneider, and others. Association of cigarette smoking with HIV prognosis among women in the HAART era. American Journal of Public Health 96(6): 1060-1065. June 2006.