Konsumsi alkohol berlebihan dikaitkan dengan perkembangan penyakit HIV secara lebih cepat
Konsumsi alkohol secara berlebihan dikaitkan dengan perkembangan penyakit HIV secara lebih cepat, berdasarkan laporan hasil penelitian dari jurnal Alcoholism: Clinical and Experimental Research terbitan Oktober 2006.
Sangat diketahui bahwa penggunaan alkohol secara berlebihan dapat merusak fungsi kekebalan. Untuk menilai dampak dari alkohol terhadap perkembangan penyakit HIV, para peneliti memberi alkohol pada 16 ekor kera jantan jenis macaque selama lima jam dalam empat hari berturut-turut setiap minggu selama 12 minggu. Penggunaan tersebut mampu mencapai tingkat kepekatan alkohol dalam darah sebanyak 50 hingga 60 mM (kurang lebih 0,25 persen) – serupa dengan seseorang yang berpesta minuman keras yang berkepanjangan (“binge” drinking); 16 kera dalam kelompok kontrol diberi pil gula (plasebo).
Setelah tiga bulan, setengah dari kera dari kedua kelompok disuntik dengan virus simian immunodeficiency (SIV) dan dipantau sampai kera itu menggembangkan penyakit stadium akhir.
Hasil
- Pada stadium awal penyakit tanpa gejala, jumlah SIV dalam darah kera yang diberi alkohol lebih tinggi dibandingkan kera yang diberi pil gula.
- Hal ini tidak ditemukan pada masa selanjutnya.
- Peningkatan pada “set point” virus dikaitkan dengan perkembangan terhadap penyakit stadium akhir secara lebih cepat pada kera yang diberi alkohol (kira-kira 374 hari) dibandingkan dengan kera yang diberi pil gula (rata-rata 900 hari).
- Penurunan CD4 rata-rata yang serupa terjadi pada kedua kelompok kera tersebut.
Kesimpulan
Dalam kesimpulannya, penulis menuliskan,“penelitian ini menunjukkan bahwa intoksifikasi alkohol yang berulang pada kera SIV-positif meningkatkan set point virus yang dikaitkan dengan perkembangan penyakit stadium akhir secara lebih cepat.”
Ringkasan: Heavy Alcohol Consumption Linked to Faster HIV Disease Progression
Sumber: G J Bagby, P Zhang, J E Purcell, and others. Chronic Binge Ethanol Consumption Accelerates Progression of Simian Immunodeficiency Virus Disease. Alcoholism: Clinical and Experimental Research 30(10): 1633-1806. October 2006.