Studi Kanada mengaitkan penyakit kardiovaskular dengan penurunan kesehatan otak
Studi Kanada mengaitkan penyakit kardiovaskular dengan penurunan kesehatan otak
Oleh: CATIE News, 6 Oktober 2026
Jika dimulai dan dikonsumsi sesuai petunjuk, pengobatan HIV (terapi antiretroviral, ART) akan mengurangi jumlah HIV di dalam darah. Seiring dengan terus dilakukannya pengobatan ART, kadar HIV dalam darah dapat menjadi sangat rendah hingga disebut sebagai "tidak terdeteksi" (undetectable), yang berarti HIV tidak dapat lagi ditemukan melalui tes darah yang umum digunakan. Dengan menekan jumlah HIV, ART memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk mulai memulihkan diri serta membantu orang yang hidup dengan HIV untuk hidup lebih lama dan lebih sehat. Manfaat ART sangatlah besar, sehingga banyak orang yang menjalani pengobatan ini dapat hidup hingga usia lanjut. Namun, harapan hidup yang lebih panjang juga dapat disertai dengan masalah kesehatan yang berkaitan dengan penurunan fungsi sistem organ tubuh seiring bertambahnya usia.
Otak dan HIV
Sebelum terapi antiretroviral (ART) tersedia secara luas, orang yang hidup dengan HIV rentan terhadap berbagai infeksi yang mengancam jiwa, termasuk infeksi yang dapat menyerang otak dan jaringan di sekitarnya. HIV itu sendiri juga dapat menyebabkan peradangan parah yang terus-menerus, yang berujung pada kerusakan berkelanjutan pada sel-sel otak. Seiring waktu, kondisi ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam mengingat, berkonsentrasi, dan berpikir jernih. Dalam kasus yang lebih parah, seseorang dapat mengalami perubahan kepribadian yang drastis, bahkan hingga terjadi demensia.
Saat ini, berkat ART, demensia yang terkait dengan HIV menjadi sangat jarang terjadi. Berbagai studi menemukan adanya penurunan kognitif ringan akibat HIV, namun penurunan ringan ini tampaknya tidak berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Meskipun demikian, beberapa ilmuwan khawatir akan adanya peningkatan risiko masalah otak yang berkaitan dengan penuaan seiring dengan semakin panjangnya usia harapan hidup orang dengan HIV. Oleh karena itu, para peneliti tengah melakukan berbagai studi untuk lebih memahami kesehatan otak dan fungsi kognitif pada orang yang hidup dengan HIV.
Sebuah studi di Kanada
Tim ilmuwan di pusat-pusat penelitian di Vancouver, Toronto, Hamilton, dan Montreal bekerja sama untuk merekrut 856 orang yang hidup dengan HIV guna mengikuti studi mengenai kesehatan otak. Dari jumlah tersebut, 275 peserta dipantau dalam jangka panjang (beberapa peserta bahkan telah direkrut sejak tahun 2013). Dalam publikasi terbaru mereka, para ilmuwan tersebut mengevaluasi kesehatan peserta secara menyeluruh serta menelaah faktor-faktor yang memengaruhi fungsi otak.
Saat memasuki studi, profil rata-rata peserta adalah sebagai berikut:
• usia – 54 tahun
• jenis kelamin – 87% ditetapkan sebagai laki-laki saat lahir; 13% ditetapkan sebagai perempuan saat lahir
• lama waktu sejak diagnosis HIV – 17 tahun
• jumlah sel CD4+ saat ini – 630 sel/mm3
• jumlah virus (viral load) – 95% memiliki jumlah virus kurang dari 50 kopi/mL karena mereka menjalani terapi antiretroviral (ART)
Beberapa peserta tetap berada dalam studi ini hingga 10 tahun.
Hasil
Seiring berjalannya waktu, para peneliti menemukan dua jalur kognitif yang berbeda—atau yang mereka sebut sebagai lintasan (trajektori)—pada para peserta:
• 54% diklasifikasikan sebagai stabil secara kognitif
• 46% diklasifikasikan sebagai mengalami penurunan secara kognitif
Menurut para ilmuwan, penurunan kognitif jangka panjang “paling kuat diprediksi oleh buruknya [kesehatan sistem kardiovaskular dan sirkulasi].” Yang penting, dampak buruknya kesehatan kardiovaskular dan sirkulasi terhadap otak tidak bergantung pada dampak penuaan.
Perlu dicatat bahwa hubungan antara kesehatan jantung dan sistem sirkulasi dengan otak juga telah diamati pada orang yang tidak hidup dengan HIV.
Menurunkan kadar kolesterol dan peradangan
Para ilmuwan menyatakan: “Temuan kami memunculkan kemungkinan bahwa [golongan obat yang disebut statin] mungkin juga membantu menjaga fungsi kognitif dengan cara mengurangi kerusakan serebrovaskular”—yaitu, dengan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke otak. Statin membantu menurunkan kadar apa yang disebut sebagai “kolesterol jahat” (LDL-C) serta memiliki efek antiperadangan.
HIV yang Dapat Dideteksi
Para peneliti menemukan bahwa beberapa peserta memiliki jumlah virus (viral load) yang dapat dideteksi. Dalam beberapa kasus, terjadi peningkatan sementara yang tergolong ringan (antara 50 hingga 199 kopi/mL), yang oleh para dokter disebut sebagai “blip” (lonjakan singkat). Dalam kasus yang lebih jarang, peserta memiliki jumlah virus sebesar 200 kopi/mL atau lebih. Para ilmuwan menyatakan bahwa “jumlah virus yang dapat dideteksi pada titik waktu mana pun berkaitan secara independen dengan penurunan kognitif […] dengan dampak yang teramati pada kedua kategori jumlah virus tersebut […].”
Para ilmuwan mencatat bahwa temuan mereka menegaskan pentingnya menjaga jumlah virus tetap tertekan “sebagai upaya intervensi untuk kesehatan otak.”
Penggunaan Ganja
Para ilmuwan menyurvei peserta mengenai penggunaan ganja. Mereka menyatakan bahwa penggunaan ganja “mungkin berkontribusi secara moderat terhadap penurunan kognitif jangka panjang, meskipun dampaknya tidak sekuat [faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan kardiovaskular dan jantung].”
Suasana Hati (Mood)
Para ilmuwan memantau tingkat kecemasan dan apa yang mereka sebut sebagai “motivasi.” Mereka menemukan bahwa peserta dengan tingkat kecemasan tinggi dan tingkat motivasi yang rendah memiliki risiko lebih besar mengalami penurunan kognitif. Mereka mencatat bahwa kecemasan dan depresi “sering kali terjadi secara bersamaan.” Belum jelas apakah masalah-masalah ini berkontribusi secara langsung atau tidak langsung terhadap penurunan kognitif.
Perlu Diperhatikan
Jumlah peserta dalam penelitian ini berkurang seiring berjalannya waktu, sebagaimana lazim terjadi dalam banyak penelitian jangka panjang. Dalam kasus ini, berkurangnya jumlah peserta juga dipengaruhi oleh pandemi COVID-19. Meskipun demikian, karakteristik peserta yang tetap bertahan dalam penelitian secara umum serupa dengan mereka yang mengundurkan diri. Para ilmuwan mencatat bahwa “jumlah perempuan [dalam penelitian ini] tergolong kecil.” Hal ini berarti temuan tersebut mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk perempuan yang hidup dengan HIV.
Untuk masa depan
Terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, temuan dari studi ini tetap bermanfaat dan menegaskan pentingnya kesehatan kardiovaskular yang baik—tidak hanya bagi jantung, tetapi juga bagi otak.
Studi-studi lain secara umum mencapai kesimpulan yang sama dengan studi dari Kanada ini: penyakit kardiovaskular memengaruhi kesehatan otak pada orang yang hidup dengan HIV.
Para ilmuwan Kanada tersebut menekankan pentingnya menurunkan kadar LDL-C (kolesterol jahat) dengan menggunakan statin. Ada kemungkinan bahwa dengan memperbaiki kesehatan kardiovaskular, statin juga dapat membantu melindungi kesehatan otak. Hal yang sama mungkin berlaku untuk pendekatan lain dalam meningkatkan kesehatan kardiovaskular, seperti:
• memantau tekanan darah secara rutin dan menangani tekanan darah tinggi jika diperlukan
• mengikuti pedoman diet Kanada
• melakukan olahraga secara teratur
• berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai cara menangani masalah seperti kecemasan dan depresi
• mencari bantuan untuk berhenti merokok dan mengurangi penggunaan zat-zat lain
• jika diperlukan, mendapatkan saran dan bantuan untuk menjaga berat badan yang sehat
Efek menarik dari vaksin
Dalam beberapa tahun terakhir, pada kelompok orang tanpa HIV, sejumlah tim peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang menerima vaksin flu tahunan, serta mereka yang mendapatkan vaksin cacar api (shingles), memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya. Alasan mengapa vaksin-vaksin ini dapat memberikan efek tersebut belum diketahui secara pasti dan masih dalam penelitian. Diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui apakah vaksin-vaksin ini memberikan efek serupa pada orang yang hidup dengan HIV.
—Sean R. Hosein
Artikel asli: Canadian study links cardiovascular disease to declining brain health
Tautan asli: https://www.catie.ca/catie-news/canadian-study-links-cardiovascular-disease-to-declining-brain-health
Sumber:
Trends in non-HIV dementia in people on HIV treatment (ART) in the U.S. – CATIE News
Researchers explore age-associated dementia risk as people with HIV live longer – CATIE News
B.C. team forecasts the healthcare needs of people living with HIV in the coming decade – CATIE News
Swiss researchers encourage prevention and treatment of cardiovascular disease and cancer as people with HIV live longer – CATIE News
British Columbia study underscores the importance of the shingles vaccine for people with HIV – CATIE News
Italian researchers search for Alzheimer’s dementia in people with HIV – CATIE News
Loneliness linked to poorer brain health and reduced quality of life in HIV – CATIE News
Referensi:
Brouillette MJ, Scott SC, Harris M, et al. Vascular risk drives cognitive decline over 10 years in people aging with well-controlled HIV. AIDS. 2026; in press.
Obare LM, Stephens VR, Wanjalla CN. Understanding residual risk of cardiovascular disease in people with HIV. Current Opinion in HIV/AIDS. 2025 Jul 1;20(4):319-330.
Pomirchy M, Chung S, Bommer C, et al. Herpes zoster vaccination and incident dementia in Canada: an analysis of natural experiments. Lancet Neurology. 2026 Feb;25(2):170-180.
Bukhbinder AS, Ling Y, Hasan O, et al. Risk of Alzheimer’s disease following influenza vaccination: A claims-based cohort study using propensity score matching. Journal of Alzheimer’s Disease. 2022;88(3):1061-1074.
Harris K, Ling Y, Bukhbinder AS, et al. The impact of routine vaccinations on Alzheimer’s disease risk in persons 65 years and older: A claims-based cohort study using propensity score matching. Journal of Alzheimer’s Disease. 2023;95(2):703-718.
Hayes KN, Harris DA, McConeghy KW, et al. Dementia risk after recombinant herpes zoster vaccination in older adults with a recent skilled-nursing facility stay: A target trial emulation. Annals of Internal Medicine. 2026 Jul;179(7):958-967.
Rouphael N. Zoster vaccination and dementia: Interpreting the signal and testing the mechanisms. Clinical Infectious Diseases. 2026; in press.
Devine J, Jacobs B, Leroux-Roels I, et al. Infection, vaccination and risk of dementia: a proposed immunological model. Frontiers in Immunology. 2026 Mar 4; 17:1748535.
Lima VD, Hussain SS, Yan J, et al. Incidence of Herpes Zoster Infection (Shingles) Among Adults Living with and Without HIV in British Columbia, Canada: A Population-based Study. Journal of Infectious Diseases. 2026 Aug 3;234(1):e69-e80.
Nguyen HD, Ding-Su AK, Soulas C, et al. Monocyte Correlates of Neurocognitive Impairment in Chronic HIV infection, Early, Persistent Changes with Antiretroviral Therapy. JCI Insight. 2026 Aug 27:e194766.
Wilson M, Abdellatif A, Abohashem S, et al. Carotid inflammation on FDG-PET is associated with lower cognitive performance in people with treated HIV infection. AIDS. 2026; in press.
Wang G, Yang X, Wang K, et al. Clinical and behavioral predictors of HIV-associated neurocognitive disorder among people with HIV who use substances: a secondary analysis of the HOPE trial. Journal of Neuroviology. 2026 May 7;32(3):18.
Kennedy J, Cooley SA, Roman Fox J, Petersen KJ, Westerhaus E, Reid P, Lopez L, Ances BM. Longitudinal Changes in Cognition and Brain Imaging in Persons with Human Immunodeficiency Virus. Journal of Infectious Diseases. 2026 May 15;233(5):e1173-e1180.
Saloner R, Sun-Suslow N, Morgan EE, et al. Plasma biomarkers of vascular dysfunction uniquely relate to a vascular-risk profile of neurocognitive deficits in virally-suppressed adults with HIV. Brain, Behavior, Immunity — Health. 2022 Nov 14; 26:100560.