Peneliti mengkaji dampak kemungkinan pemotongan dana HIV terhadap epidemi di Amerika Serikat
Peneliti mengkaji dampak kemungkinan pemotongan dana HIV terhadap epidemi di Amerika Serikat
Oleh: CATIE News – 22 Oktober 2026
Uji klinis menunjukkan bahwa pengobatan HIV atau terapi antiretroviral (ART) telah memberikan dampak besar terhadap epidemi HIV di seluruh dunia. ART menekan virus HIV, memperbaiki kesehatan sistem kekebalan tubuh, dan dalam banyak kasus memungkinkan orang dengan HIV memiliki harapan hidup yang serupa dengan orang tanpa HIV. Dengan kepatuhan yang baik terhadap pengobatan, seseorang dapat mempertahankan virus HIV tetap tersupresi sehingga tidak menularkannya kepada pasangan seksual. Dampak ini dikenal sebagai Treatment as Prevention atau TasP (pengobatan sebagai pencegahan).
Dampak TasP sangat besar. Sebuah tim peneliti di AS baru-baru ini memperkirakan bahwa TasP telah mencegah 200.000 infeksi HIV baru selama 14 tahun terakhir.
Ancaman yang terus membayangi
Pada 2019, AS memiliki rencana untuk mengakhiri epidemi HIV sebagai masalah kesehatan masyarakat dengan memperluas akses terhadap tes, layanan kesehatan dan pengobatan, serta pilihan pencegahan HIV. Namun, kini rencana tersebut menghadapi ketidakpastian. Para ilmuwan di Universitas Harvard menyatakan bahwa “pendanaan HIV tidak terjamin,” seraya menyoroti usulan pemotongan dana layanan kesehatan federal. Ilmuwan lain juga menyampaikan kekhawatiran tentang pemotongan anggaran di tingkat negara bagian.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, tim ilmuwan dari sejumlah pusat penelitian terkemuka di AS membuat model komputer untuk memperkirakan dampak pemotongan dana terhadap epidemi HIV. Mereka berfokus pada empat kelompok populasi:
- gay, biseksual, dan laki-laki lain yang berhubungan seks dengan laki-laki (gbMSM)
- perempuan
- laki-laki heteroseksual
- orang yang menyuntikkan narkoba
Para peneliti juga menyederhanakan rangkaian layanan HIV menjadi empat tahap:
- terinfeksi HIV tetapi belum terdiagnosis
- telah didiagnosis HIV tetapi belum menerima ART
- menerima ART tetapi belum mencapai supresi virus
- menerima ART dan telah mencapai supresi virus
Para peneliti memasukkan data dari penelitian terdahulu ke dalam model komputer. Mereka juga menggunakan informasi dari basis data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengenai penularan HIV dan rangkaian layanan HIV. Pertama, mereka menelaah dampak TasP pada masa lalu, lalu memperkirakan kemungkinan dampaknya pada masa mendatang.
Hasil
Perbaikan dalam pengobatan dan pencegahan
Para ilmuwan menemukan bahwa layanan dalam rangkaian perawatan HIV telah mengalami perbaikan besar dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, proporsi orang dengan HIV yang mencapai supresi virus meningkat dari hampir 30% pada 2011 menjadi 57% pada 2025. Para ilmuwan menyatakan bahwa “TasP saja berkontribusi terhadap penurunan [infeksi HIV baru] sebesar hampir 45%” pada 2025.
Kesenjangan dalam cakupan ART dan diagnosis HIV masih ada
Meski terjadi perbaikan, para peneliti menemukan bahwa masih ada kesenjangan yang besar. Pada tingkat populasi, mereka memperkirakan bahwa hampir 60% infeksi HIV baru pada 2025 terjadi karena orang yang telah didiagnosis HIV belum menjalani pengobatan. Mereka juga memperkirakan bahwa sekitar sepertiga infeksi baru terjadi akibat penularan dari orang dengan HIV yang belum mengetahui status HIV-nya.
Profilaksis prapajanan
Penggunaan profilaksis prapajanan HIV (PrEP) juga dapat menurunkan risiko tertular HIV. Dalam model mereka, para peneliti menemukan bahwa penggunaan PrEP sejak 2017 berkaitan dengan penurunan infeksi HIV baru sebesar 21% hingga 2025.
Kemungkinan dampak pemotongan dana HIV
Para peneliti memodelkan kemungkinan dampak pemotongan dana HIV terhadap akses ke ART. Mereka memperkirakan bahwa penurunan akses terhadap ART dapat menyebabkan tambahan infeksi HIV sebagai berikut:
- penurunan akses ART sebesar 10% – 25.000 infeksi
- penurunan akses ART sebesar 20% – 67.000 infeksi
- penurunan akses ART sebesar 30% – 123.300 infeksi
Menurut simulasi tersebut, infeksi tambahan ini akan terjadi antara 2026 dan 2030. Para peneliti menyatakan bahwa dampak sebesar ini akan “sepenuhnya menghapus kemajuan yang telah dicapai melalui TasP.”
Para peneliti juga menyatakan bahwa bahkan jika akses terhadap ART dipertahankan pada tingkat saat ini, hal itu “belum cukup untuk mencegah peningkatan jumlah infeksi HIV baru setiap tahun, dan akan mengakibatkan 31.500 infeksi HIV baru pada 2030.”
Dampak pemotongan dana terhadap kehidupan manusia
TasP telah membawa perubahan besar terhadap epidemi HIV di AS dan di seluruh dunia. Walaupun penelitian ini berfokus pada infeksi baru, pemotongan dana HIV dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi orang yang hidup dengan HIV. Jika akses terhadap ART berkurang, kesehatan mereka dapat memburuk dan mereka dapat mengalami komplikasi terkait AIDS, yang berisiko menyebabkan kematian. Hal ini bukan hanya akan menimbulkan trauma bagi generasi baru orang dengan HIV, komunitas mereka, dan tenaga kesehatan, tetapi juga dapat membuka kembali trauma yang dialami orang-orang yang bertahan hidup pada masa-masa awal epidemi HIV.
Dalam esai berjudul “Menghormati Warisan Epidemi HIV” di New England Journal of Medicine edisi 12 September 2026, Ofole Mgbako, MD, dari Bellevue Hospital di New York menulis:
“[…] Program pencegahan dan pengobatan HIV telah terus-menerus diserang oleh pemerintah AS selama lebih dari setahun, termasuk melalui ancaman terhadap akses Medicaid dan penghentian lebih dari 200 juta dolar AS pendanaan penelitian terkait HIV. Pemerintahan Trump mengusulkan pemotongan sebesar 2 miliar dolar AS untuk program pencegahan HIV di dalam dan luar negeri, penghapusan Divisi Pencegahan HIV di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), serta pemotongan sebesar 500 juta dolar AS untuk Program HIV/AIDS Ryan White. Meski demikian, organisasi komunitas terus menekan para anggota legislatif, pasien terus membagikan kisah mereka, dan dokter terus membicarakan kemungkinan dampak pemotongan anggaran tersebut terhadap negara. Advokasi yang berkelanjutan ini mendorong Kongres untuk mempertahankan dukungan bagi program-program yang menyelamatkan nyawa tersebut—tetapi komunitas advokasi HIV kini melihat betapa kerasnya perjuangan yang diperlukan. Baru-baru ini, sejumlah negara bagian mulai memberlakukan pembatasan besar terhadap Program Bantuan Obat AIDS (ADAP) mereka, yang menanggung biaya obat dan layanan penting bagi orang dengan HIV. Ancaman terhadap kemajuan yang telah dicapai selama puluhan tahun datang dari berbagai arah.”
Penelitian ini merupakan langkah penting untuk mendokumentasikan kemungkinan dampak terhadap epidemi HIV di AS jika kebijakan yang berlandaskan stigma, diskriminasi, dan permusuhan diberlakukan menjadi undang-undang. Mempertahankan akses terhadap tes, pencegahan, dan pengobatan HIV sangat penting untuk menjaga kemajuan yang telah dicapai dalam penanggulangan epidemi.
Di Kanada
Kanada telah mencapai kemajuan dalam penanggulangan epidemi HIV. Hal ini tercermin dalam angka yang dirilis oleh Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC) pada Juli 2026.
Pada 2024, diperkirakan terdapat 70.900 orang yang hidup dengan HIV di Kanada. Rangkaian layanan HIV yang disederhanakan adalah sebagai berikut:
- 91% telah didiagnosis
- 86% dari orang yang telah didiagnosis sedang menjalani ART
- 96% dari orang yang menjalani ART telah mencapai supresi virus
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan target 95% pada setiap tahap rangkaian layanan HIV untuk 2025. Kanada belum mencapai target tersebut dan, dalam beberapa hal, tertinggal dari kemajuan yang telah dicapai sejumlah negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Selain itu, PHAC memperkirakan terdapat 2.517 infeksi HIV baru pada 2024—meningkat 23% dibandingkan 2022.
Kanada telah mencapai kemajuan, tetapi masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan agar HIV dapat dihapuskan sebagai masalah kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini memerlukan kemauan politik dan pembaruan pendanaan.
—Sean R. Hosein
Sumber: Perkembangan Kanada dalam Mengakhiri Epidemi HIV – PHAC
Referensi
Matrajt L, Stansfield SE, Moore M, dkk. Treatment as prevention and HIV transmission in the US. JAMA Network Open. 3 Agustus 2026;9(8):e2630330.
Scott JA, Spaeth H, Chi KK, dkk. Ending the HIV epidemic in the United States among men who have sex with men: A modeling analysis. Open Forum Infectious Diseases. 3 Agustus 2026;13(8):ofag386.
Mgbako O. Honoring the Legacy of the HIV Epidemic. New England Journal of Medicine. 17 September 2026;395(11):1048–1049.
Blumenthal D, Morone JA. The End of the War on Biomedical Science? New England Journal of Medicine. 24 September 2026;395(12):1150–1152.
Artikel asli: Researchers explore the impact of potential cuts in HIV funding on the U.S. epidemic
Tautan asli: https://www.catie.ca/catie-news/researchers-explore-the-impact-of-potential-cuts-in-hiv-funding-on-the-us-epidemic