Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Blog 05 Oktober 2026 6 kali dilihat

Lonjakan kembali virus yang tidak terduga pada penggunaan obat penurun berat badan golongan GLP-1 dalam studi HIV

Cari Topik Serupa
Lonjakan kembali virus yang tidak terduga pada penggunaan obat penurun berat badan golongan GLP-1 dalam studi HIV

Lonjakan kembali virus yang tidak terduga pada penggunaan obat penurun berat badan golongan GLP-1 dalam studi HIV
 

Oleh: Simon Collins, HIV i-Base, 5 Oktober 2026
Sebuah studi retrospektif melaporkan tingginya penggunaan agonis reseptor GLP-1 (GLP-1 receptor agonists) baru-baru ini di kalangan orang yang hidup dengan HIV di sebuah pusat layanan kesehatan di Inggris. Hasil studi tersebut secara tak terduga menunjukkan adanya viral rebound (peningkatan kembali jumlah virus) pada 18% peserta. [1]
Studi ini mengidentifikasi 65 peserta dari basis data farmasi di layanan HIV University Hospitals of Leicester antara Januari 2024 dan Maret 2026, berdasarkan data peresepan atau pengakuan penggunaan agonis GLP-1.
Jumlah ini mencakup hampir 4% dari pasien di klinik HIV tersebut. Separuh dari pengguna agonis reseptor GLP-1 adalah perempuan, dengan usia rata-rata 51 tahun (rentang: 26–75 tahun) dan durasi hidup dengan HIV rata-rata selama 15 tahun.


Sekitar dua pertiga (41/65) peserta memperoleh pengobatan melalui jalur swasta, sementara sepertiga sisanya menggunakan resep dari NHS (National Health Service). Tirzepatide merupakan jenis yang paling sering digunakan (50/65), diikuti oleh semaglutide (13/65), serta dulaglutide dan liraglutide yang masing-masing digunakan oleh satu orang.
Berat badan awal rata-rata dari 60 peserta yang memiliki data perbandingan berat badan dalam rekam medis mereka adalah 108 kg (rentang: 66–205 kg), dengan penurunan berat badan rata-rata sebesar 10,6 kg (sekitar 10% dari berat badan, dengan rentang 2%–29%).


Pada 39 peserta yang memiliki data perbandingan hasil laboratorium, kadar HbA1c rata-rata turun dari 7,3% (rentang: 4,9%–15%) menjadi 6,3% (rentang: 4,9%–10%). Penurunan rata-rata yang lebih besar terlihat pada kelompok penyandang diabetes (n=22), yakni dari 8,8% (rentang: 6%–15%) menjadi 6,8% (rentang: 5,4%–10,0%). Namun, 12 orang (18%) memiliki jumlah virus (viral load) yang dapat terdeteksi selama penggunaan GLP-1 RA. Dari jumlah tersebut, 8 orang mengalami lonjakan kecil (di bawah 100 kopi/mL), 2 orang mengalami lonjakan lebih tinggi (mencapai 437 dan 825 kopi/mL) yang kemudian berhasil ditekan kembali, 1 orang mengalami lonjakan hingga 315 kopi/mL yang ditangani dengan penambahan TDF, dan 1 kasus mengalami kegagalan supresi virus (saat menggunakan liraglutide) dengan jumlah virus 1260 kopi/mL disertai resistensi obat.


Komentar
Meskipun obat-obatan baru ini sangat efektif dalam menurunkan berat badan dan kadar HbA1c, terbatasnya penelitian mengenai penggunaannya pada orang yang hidup dengan HIV menimbulkan beberapa kekhawatiran.
Kekhawatiran tersebut mencakup masalah praktis seperti keberlanjutan akses (seperti yang terjadi di AS), penentuan dosis (terutama jika akses terhadap obat tidak konsisten), risiko kurangnya asupan nutrisi atau rendahnya aktivitas fisik, kenaikan kembali berat badan (dalam bentuk lemak) jika pengobatan dihentikan, hilangnya massa otot (yang tidak pulih kembali setelah pengobatan dihentikan), serta perburukan lipoatrofi.
Berbagai kekhawatiran ini, ditambah dengan laporan mengenai adanya lonjakan jumlah virus, menunjukkan pentingnya dukungan dan penatalaksanaan medis—terutama ketika pengobatan diperoleh secara pribadi melalui layanan daring.
Angka 4% orang yang hidup dengan HIV di Leicester yang menggunakan pengobatan GLP-1 RA kemungkinan besar merupakan estimasi yang terlalu rendah, karena data ini bergantung pada pengungkapan sukarela dari pasien.

Artikel asli: Unexpected viral rebound with GLP-1 weight loss drugs in HIV study
Tautan asli: https://i-base.info/htb/54746
Referensi:
Nazareth J et al. Descriptive review of GLP-1 agonist use in PLWH at a single NHS Trust in Leicester UK. 6th Joint BHIVA/BASHH Conference, 27–29 April 2026, Liverpool. Poster abstract A190. HIV Medicine 27(Suppl. 1). doi: DOI: 10.1111/hiv.70233.
https://onlinelibrary.wiley.com/toc/14681293/2026/27/S1