Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Blog 16 September 2026 2 kali dilihat

Fiji Menetapkan HIV sebagai Krisis Nasional Seiring Lonjakan Kasus

Cari Topik Serupa
Fiji Menetapkan HIV sebagai Krisis Nasional Seiring Lonjakan Kasus

Fiji Menetapkan HIV sebagai Krisis Nasional Seiring Lonjakan Kasus
 

Oleh: Medscape
Tanggal: 16 September 2026


WELLINGTON, 17 September (Reuters) — Fiji telah menetapkan HIV sebagai krisis nasional setelah jumlah diagnosis baru meningkat 27% pada tahun lalu. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa epidemi HIV, yang sebelumnya terkonsentrasi di kalangan pengguna narkoba suntik, kini semakin meluas di negara kepulauan Pasifik tersebut.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui Facebook, pemerintah Fiji menyebutkan bahwa 2.016 orang didiagnosis HIV pada 2025. Pemerintah juga memperkirakan bahwa satu dari setiap 60 orang dewasa di Fiji hidup dengan HIV.
Sebanyak 59 bayi lahir dengan HIV pada tahun lalu, dan 18 di antaranya meninggal sebelum mencapai usia satu tahun.
Pihak berwenang menyatakan bahwa perluasan cakupan tes telah membantu menemukan lebih banyak kasus, sehingga pengobatan dapat dimulai lebih dini. Fiji kini berencana memperluas akses terhadap tes HIV yang gratis, sukarela, dan rahasia; obat pencegahan HIV; layanan pengurangan dampak buruk bagi pengguna narkoba suntik; serta pengobatan HIV.


Menurut UNAIDS, Fiji—dengan jumlah penduduk sekitar 900.000 jiwa—mengalami salah satu lonjakan infeksi HIV baru paling tajam di dunia. UNAIDS memperkirakan terdapat sekitar 9.100 orang yang hidup dengan HIV di Fiji pada tahun lalu. Namun, hanya 39% yang mengetahui status HIV mereka dan 22% yang menerima terapi antiretroviral.
“Fiji telah menyadari urgensi situasi saat ini dan meningkatkan responsnya. Ini juga menjadi pengingat keras bagi dunia bahwa AIDS belum berakhir.”
— Winnie Byanyima, Direktur Eksekutif UNAIDS
UNAIDS menyebutkan bahwa, di antara kasus yang diketahui jalur penularannya, lebih dari separuh terkait dengan penularan seksual dan lebih dari 42% terkait dengan penggunaan narkoba suntik.
Badan tersebut menyambut baik rencana pemerintah Fiji untuk menjalankan program penyediaan jarum dan alat suntik steril, serta memperluas akses terhadap pre-exposure prophylaxis (PrEP), yaitu obat yang digunakan untuk menurunkan risiko tertular HIV.


Pemerintah Fiji telah membentuk subkomite kabinet yang terdiri atas lima menteri untuk mengatasi berbagai hambatan dalam respons terhadap HIV. Pemerintah juga menegaskan bahwa diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV merupakan tindakan ilegal dan layanan terkait HIV tersedia di seluruh negeri.
Estimasi Fiji bahwa satu dari setiap 60 orang dewasa hidup dengan HIV masih lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah di Afrika, tempat hampir satu dari setiap 35 orang dewasa hidup dengan HIV, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Artikel asli: Fiji Declares HIV a National Crisis as Diagnoses Surge
Tautan asli:
https://www.medscape.com/s/viewarticle/fiji-declares-hiv-national-crisis-diagnoses-surge-2026a1000yhg?src=rss&form=fpf