Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Blog 25 Agustus 2026 1 kali dilihat

Tim dari Ontario menemukan peningkatan tingkat infeksi utama yang ditularkan secara seksual dan melalui darah 

Cari Topik Serupa
Tim dari Ontario menemukan peningkatan tingkat infeksi utama yang ditularkan secara seksual dan melalui darah 

Tim dari Ontario menemukan peningkatan tingkat infeksi utama yang ditularkan secara seksual dan melalui darah 
 

Oleh: CATIE News, 25 Agustus 2026


Para peneliti di McMaster University di Hamilton dan Public Health Ontario melakukan studi terhadap informasi terkait kesehatan yang dikumpulkan antara tahun 2013 dan 2023. Para peneliti berfokus pada tingkat pengujian dan diagnosis penyakit menular seksual dan infeksi menular seksual berikut ini:

  • klamidia
  • gonore
  • HIV
  • sifilis

Para peneliti meninjau data dari 269.814 hasil tes positif; sebagian besar di antaranya adalah untuk kondisi selain HIV. Semua infeksi telah dikonfirmasi oleh laboratorium di Ontario.


Hasil
Selama masa studi, tingkat keempat jenis infeksi menular seksual dan darah (STBBI) yang diteliti mengalami peningkatan di seluruh Ontario, khususnya di wilayah Greater Toronto, Ontario Barat Laut, dan kawasan sekitar Thunder Bay.
Sebagian orang mengalami dua infeksi secara bersamaan (koinfeksi), dan kondisi ini mencakup hampir 6% dari hasil tes yang positif. Rata-rata, kasus orang dengan dua infeksi secara bersamaan meningkat sebesar 10% per tahun selama periode studi. Pria cisgender dan individu transgender memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami koinfeksi dibandingkan dengan wanita cisgender.
Koinfeksi paling banyak ditemukan di Ontario Barat Laut, disusul dengan angka yang cukup tinggi di wilayah Greater Toronto.
Faktor-faktor yang meningkatkan kerentanan terhadap penyakit menular seksual dan infeksi menular seksual
Laki-laki memiliki kemungkinan lebih besar dibandingkan perempuan untuk mendapatkan hasil tes positif terhadap salah satu infeksi yang diteliti. Para peneliti menemukan bahwa perilaku-perilaku berikut ini berkaitan dengan peningkatan risiko tertular penyakit menular seksual dan infeksi menular seksual yang diteliti:

  • melakukan hubungan seks dengan pasangan anonim
  • melakukan hubungan seks saat berada di bawah pengaruh narkoba/alkohol
  • memiliki banyak pasangan seksual
  • melakukan hubungan seks tanpa kondom
  • terlibat dalam pekerjaan seks
  • melakukan survival sex (hubungan seks demi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup)
  • menggunakan narkoba dengan cara disuntik atau dihirup

 

Kemungkinan besar, banyak dari faktor-faktor ini saling berkaitan satu sama lain. Faktor-faktor tersebut juga mungkin berkaitan dengan masalah ketidakstabilan tempat tinggal dan rendahnya pendapatan.
Menurut tim peneliti, orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak atau mengalami tunawisma memiliki risiko sangat tinggi tertular. Analisis tambahan menemukan bahwa orang-orang yang hidup dalam kemiskinan, terpinggirkan, serta menjadi sasaran diskriminasi rasial memiliki kemungkinan lebih besar terinfeksi.
Para peneliti menyatakan bahwa transgender mungkin lebih rentan terhadap penyakit menular seksual dan infeksi menular seksual karena mereka menghadapi stigma dan diskriminasi, serta hambatan dalam mengakses layanan kesehatan.


Kemungkinan solusi yang bersifat menyeluruh
Tim peneliti menyatakan bahwa "program pencegahan harus berfokus pada penanganan faktor-faktor pendorong yang saling berkaitan—baik yang bersifat perilaku maupun sosio-struktural—terkait penyakit menular seksual dan infeksi menular seksual." Mereka merekomendasikan intervensi berikut:

  • perluasan akses terhadap layanan tes dengan hambatan minimal
  • penguatan penyediaan layanan pengurangan dampak buruk napza
  • pendidikan seksual yang ditargetkan bagi populasi kunci

 

Para peneliti juga menyatakan bahwa studi mereka menegaskan pentingnya "menangani faktor-faktor pendorong struktural, seperti kondisi tempat tinggal yang tidak stabil dan kekurangan materi." Mereka menambahkan bahwa "penguatan sistem surveilans Ontario untuk lebih mengintegrasikan indikator sosial, perilaku, dan struktural akan semakin mendukung pengembangan strategi pencegahan yang adil dan berbasis bukti."
Penelitian sebelumnya oleh tim lain menemukan bahwa faktor sosial dan ekonomi dapat saling berinteraksi secara negatif dan meningkatkan risiko tertular STBBI.
—Sean R. Hosein
Referensi:
Gilchrist J, Waters K, Smieja M, et al. Sexually transmitted and blood-borne infection syndemics in Ontario: A population-based retrospective study of iPHIS data (2013-2023). Canadian Journal of Public Health. 2026; in press.


Artikel asli: Ontario team finds increasing rates of key sexually transmitted and blood-borne infections (STBBIs)
Tautan asli: https://www.catie.ca/catie-news/ontario-team-finds-increasing-rates-of-key-sexually-transmitted-and-blood-borne