Lewati ke konten utama
[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kembali ke Blog
Blog 21 Agustus 2026 1 kali dilihat

Tim dari B.C. memproyeksikan kebutuhan layanan kesehatan bagi orang yang hidup dengan HIV dalam satu dekade mendatang

Cari Topik Serupa
Tim dari B.C. memproyeksikan kebutuhan layanan kesehatan bagi orang yang hidup dengan HIV dalam satu dekade mendatang

Tim dari B.C. memproyeksikan kebutuhan layanan kesehatan bagi orang yang hidup dengan HIV dalam satu dekade mendatang
 

Oleh: CATIE News, 21 Agustus 2026

Berkat efektivitas luar biasa dari pengobatan HIV (terapi antiretroviral atau ART), banyak orang dengan HIV yang menjalani ART dapat hidup hingga usia lanjut. Seiring bertambahnya usia, populasi ini berisiko mengalami komplikasi yang berkaitan dengan penuaan. Terlebih lagi, berbagai penelitian menemukan bahwa orang yang hidup dengan HIV berisiko mengalami masalah kesehatan terkait penuaan lebih dini. Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang hidup dengan HIV yang lanjut usia berisiko mengalami kematian dini akibat penyebab yang tidak berhubungan dengan HIV.
Terdapat alasan-alasan kompleks di balik munculnya masalah terkait penuaan lebih dini pada orang yang hidup dengan HIV. Dalam beberapa kasus, hal ini mungkin disebabkan oleh peradangan berlebih akibat infeksi HIV kronis, meskipun pasien telah menjalani ART dan memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang baik. Pada kasus lain, faktor psikososial—seperti isolasi dan kurangnya dukungan sosial—mungkin turut berperan. Faktor struktural—seperti akses terhadap perumahan, makanan sehat, layanan kesehatan, dan obat-obatan—juga bisa menjadi faktor penentu. Selain itu, penggunaan zat yang tidak terkendali dapat berkontribusi pada penurunan kesehatan secara keseluruhan seiring bertambahnya usia.
Tim ilmuwan dari BC Centre for Excellence in HIV/AIDS, University of British Columbia, dan Simon Fraser University mengembangkan simulasi komputer untuk memahami kebutuhan orang yang hidup  dengan HIV seiring bertambahnya usia mereka. Para ilmuwan memasukkan informasi terkait kesehatan dari berbagai basis data di provinsi tersebut. Simulasi ini memproyeksikan potensi perubahan masalah yang mungkin dihadapi oleh orang yang hidup dengan HIV maupun sistem kesehatan hingga tahun 2034.


Perubahan dalam kasus HIV dan penuaan populasi
Simulasi tersebut memperkirakan bahwa jumlah orang yang hidup dengan HIV di British Columbia (B.C.) akan mencapai puncaknya sebanyak 9.427 orang pada tahun 2025, kemudian sedikit menurun menjadi 9.182 orang pada tahun 2034.
Para peneliti menyatakan adanya "pergeseran demografis yang nyata ke arah kelompok usia yang lebih tua" dalam populasi orang yang hidup dengan HIV. Sebagai contoh, pada tahun 2019, sekitar 24% orang dengan HIV di B.C. berusia 60 tahun ke atas. Simulasi memperkirakan bahwa pada tahun 2034, hampir 50% orang yang hidup dengan HIV akan berada dalam kategori usia tersebut.


Pada tahun 2019, 6% dari orang yang hidup dengan HIV berusia 70 tahun atau lebih. Simulasi tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 2034, 24% orang  yang hidup dengan HIV akan berada dalam kategori usia ini.
Di antara orang yang hidup dengan HIV yang berusia 70 tahun ke atas, para ilmuwan memperkirakan bahwa masalah seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan tekanan darah tinggi akan menjadi masalah kesehatan utama.


Penyakit penyerta (komorbiditas)
Seiring bertambahnya usia, seseorang berisiko mengalami berbagai komplikasi (penyakit penyerta), termasuk diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, kanker, pengeroposan tulang, serta gangguan suasana hati dan kecemasan.


Para peneliti menekankan pentingnya gangguan suasana hati dan kecemasan, dengan mencatat bahwa "proporsi orang yang hidup dengan HIV yang mengalami setidaknya satu kondisi kesehatan mental akan meningkat dari 49% pada tahun 2019 menjadi 52% pada tahun 2034." Temuan dari simulasi ini menyoroti apa yang disebut oleh tim peneliti sebagai "kebutuhan berkelanjutan akan layanan kesehatan mental bagi populasi ini." Para peneliti mencatat bahwa gangguan suasana hati dan kecemasan akan menjadi masalah kesehatan mental utama bagi orang yang hidup dengan HIV di masa depan, sementara masalah kesehatan mental lainnya, seperti skizofrenia dan gangguan kepribadian, diproyeksikan akan "meningkat secara moderat."
Simulasi tersebut menemukan bahwa proporsi orang yang hidup dengan HIV yang memiliki setidaknya dua penyakit penyerta fisik akan meningkat dari 21% pada tahun 2019 menjadi 29% pada tahun 2034.
Para ilmuwan menyatakan bahwa pada tahun 2019, sekitar 9% orang yang hidup  dengan HIV pernah didiagnosis menderita kanker pada suatu waktu di masa lalu. Simulasi memproyeksikan bahwa pada tahun 2034, proporsi mereka yang memiliki riwayat diagnosis kanker akan meningkat hampir dua kali lipat, menjadi 17% dari total orang yang hidup dengan HIV.


Fokus pada jenis kelamin 
Penelitian sebelumnya di British Columbia (B.C.) menemukan bahwa laki-laki dan perempuan dengan HIV dapat memiliki pola masalah kesehatan yang berbeda. Hal ini mungkin berkaitan dengan kerentanan yang lebih tinggi pada perempuan dengan HIV terhadap gangguan penggunaan zat di provinsi tersebut. Akibatnya, lebih banyak perempuan yang kemungkinan akan mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) serta gangguan suasana hati dan kecemasan.
Tim peneliti menemukan bahwa laki-laki lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan perempuan. Namun, seiring berjalannya waktu, tim memprediksi bahwa kanker mungkin akan menjadi masalah yang lebih mendesak bagi laki-laki dibandingkan tekanan darah tinggi.


Perbedaan dalam hal penyakit penyerta (komorbiditas) berdasarkan jenis kelamin ini menunjukkan perlunya strategi kesehatan yang disesuaikan bagi berbagai kelompok dalam populasi orang yang hidup dengan HIV.


Memenuhi kebutuhan populasi yang menua
Simulasi tersebut memberikan kabar baik: Banyak orang  yang hidup dengan HIV akan hidup hingga usia lanjut. Namun, simulasi itu juga menegaskan perlunya para perencana kebijakan kesehatan untuk mulai bersiap merancang dan mendanai layanan bagi populasi orang yang hidup dengan HIV yang semakin menua.
Para peneliti menyatakan bahwa "intervensi bagi perempuan harus memprioritaskan akses terhadap":

  • layanan kesehatan primer
  • program pengurangan dampak buruk napza
  • program berhenti merokok
  • pengelolaan kesehatan hati
  • dukungan kesehatan mental

Para peneliti menekankan intervensi berikut bagi laki-laki:

  • skrining kanker anus, kolorektal, dan paru-paru
  • penilaian risiko kardiovaskular serta pengelolaan tekanan darah tinggi dan kadar lipid darah yang tidak normal
  • skrining dan pengobatan diabetes

 

Kelompok usia lebih muda
Meskipun simulasi ini berfokus pada kelompok usia lanjut, tim peneliti mencatat bahwa orang yang lebih muda (yang didefinisikan oleh peneliti sebagai mereka yang berusia di bawah 50 tahun) umumnya memiliki lebih sedikit penyakit penyerta, dan jumlah penyakit penyerta yang mereka miliki cenderung tetap stabil. Para peneliti menyatakan bahwa hal ini kemungkinan disebabkan oleh dimulainya terapi antiretroviral (ART) lebih dini serta penggunaan obat anti-HIV yang lebih baru dan relatif lebih aman. Para peneliti menambahkan: "Namun, upaya untuk mendorong perilaku sehat dan memitigasi risiko jangka panjang tetap penting bagi kelompok ini."


Layanan terintegrasi
Berdasarkan hasil simulasi tersebut, para peneliti menyerukan adaptasi dan integrasi layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan populasi orang yang hidup dengan HIV yang semakin menua. Mereka menyatakan: "Model perawatan terintegrasi yang mengoordinasikan perawatan HIV dengan layanan kesehatan jiwa, geriatri, dan perawatan penyakit kronis sangatlah dibutuhkan. Tim multidisiplin yang dipimpin oleh penyedia layanan kesehatan primer—yang mungkin melibatkan spesialis HIV, psikiater, ahli jantung, dan ahli onkologi—sebaiknya menangani kebutuhan kompleks orang yang hidup dengan HIV yang menua. Selain itu, program pengurangan dampak buruk bagi pengguna narkoba, pengobatan gangguan penggunaan opioid, dan dukungan psikososial juga harus dapat diakses melalui layanan perawatan terintegrasi."
Para peneliti menambahkan bahwa "intervensi perilaku seperti berhenti merokok, pengurangan konsumsi alkohol, dan dorongan untuk melakukan aktivitas fisik sangat penting untuk memitigasi faktor-faktor risiko utama."


Hal yang perlu diperhatikan
Seperti halnya semua penelitian, simulasi ini memiliki keterbatasan. Hal ini sebagian disebabkan oleh ketidakmampuan peneliti untuk mempertimbangkan faktor-faktor tertentu, seperti kepatuhan terhadap ART, dampak formulasi ART yang lebih baru (misalnya rejimen yang mengandung TAF atau tenofovir alafenamide), atau rejimen pengobatan HIV dengan jumlah obat yang lebih sedikit (seperti rejimen dua obat). Selain itu, masalah kesehatan seperti osteoporosis dan demensia tidak diperhitungkan dalam penelitian ini. Meskipun demikian, proyeksi simulasi para peneliti tersebut masuk akal dan diharapkan dapat mendorong otoritas kesehatan di British Columbia (B.C.) serta wilayah lain di Kanada untuk mempertimbangkan bagaimana mereka akan menangani kebutuhan populasi orang yang hidup dengan HIV yang semakin menua.
Tim peneliti dari B.C. berniat untuk menyempurnakan simulasi mereka di masa mendatang. Mereka menyatakan rencana untuk "menguji intervensi yang dirancang guna mengoptimalkan pemberian layanan kesehatan di fasilitas layanan primer, seperti layanan kesehatan jiwa dan fisik yang terintegrasi, peningkatan akses terhadap skrining preventif (untuk penyakit kardiovaskular dan kanker), serta program telehealth yang disesuaikan bagi orang yang hidup dengan HIV yang menua." Para peneliti berharap dapat mengevaluasi program-program "yang menyediakan layanan terpadu untuk perawatan geriatri, kesehatan mental, dan HIV melalui tim multidisiplin." Evaluasi tersebut akan mengkaji kemampuan program-program ini dalam mengurangi beban penyakit penyerta (komorbiditas) serta meningkatkan kesehatan terhadap orang yang hidup dengan HIV yang lanjut usia.
—Sean R. Hosein


Referensi:
Lima VD, Zhu J, Shen T, et al. Forecasting multimorbidity in aging people with HIV using a microsimulation model. Communications Health. 2026;1(1):7. 
Artikel asli: B.C. team forecasts the healthcare needs of people living with HIV in the coming decade
Tautan asli: https://www.catie.ca/catie-news/bc-team-forecasts-the-healthcare-needs-of-people-living-with-hiv-in-the-coming-decade