[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Penurunan Tajam Kasus Baru Anak Menjadi Yatim Piatu di Uganda Didorong Program Pengobatan dan Pencegahan HIV

07 Januari 2026, 154 kali dilihat Blog

Penurunan Tajam Kasus Baru Anak Menjadi Yatim Piatu di Uganda Didorong Program Pengobatan dan Pencegahan HIV

Oleh: Columbia University School of Public Health, 7 Januari 2026


Perluasan program pengobatan dan pencegahan HIV telah berkontribusi pada penurunan besar angka anak yang menjadi yatim piatu di Rakai, Uganda, menurut studi terbaru dari Columbia University Mailman School of Public Health. Ketersediaan terapi antiretroviral (ART) disebut sebagai pendorong utama perubahan ini dan menegaskan pentingnya investasi yang berkelanjutan dalam program HIV.
Temuan tersebut berasal dari studi berjudul “Insiden dan prevalensi anak yatim piatu di Rakai, Uganda: studi kohort berbasis populasi, 1995–2022” yang dipublikasikan di The Lancet Global Health.


Metode dan cakupan studi
Menggunakan data Rakai Community Cohort Study (RCCS)—salah satu studi kohort komunitas terbesar di Afrika sub-Sahara—peneliti melacak 92.441 anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun di 28 komunitas yang disurvei secara konsisten selama periode 1995–2022. Tujuannya adalah memahami tren anak yatim piatu dalam konteks program HIV yang terus berkembang.


Temuan utama
Antara periode 2003–2004 dan 2020–2022, prevalensi anak yatim piatu di Rakai turun tajam dari 21,5% menjadi 6,3%—setara penurunan sekitar 70%.
Insiden anak menjadi yatim piatu (kasus baru) menurun bahkan lebih besar.
Penurunan paling drastis terjadi saat ART telah tersedia luas (2015–2022), dibandingkan masa ketersediaan terbatas (2004–2014) dan era sebelum ART (1995–2003).
Proporsi kasus baru anak menjadi yatim piatu yang terkait dengan status HIV ibu turun dari 67% (2004) menjadi 11% (2022).
Jika dilihat dari status HIV orang tua secara keseluruhan, kontribusinya turun dari 71% menjadi 12% pada periode yang sama.
“Perluasan akses terapi antiretroviral di Uganda jelas memainkan peran besar dalam penurunan angka yatim piatu yang kami amati, dan menunjukkan dampak penyelamatan nyawa dari program pengobatan HIV yang komprehensif serta pendekatan treatment as prevention,” kata Aleya Khalifa, PhD, peneliti pascadoktoral di Departemen Populasi dan Kesehatan Keluarga sekaligus salah satu penulis utama.
“Yang penting, program-program ini bukan hanya memperpanjang hidup orang tua yang hidup dengan HIV, tetapi juga melindungi anak-anak dari konsekuensi sosial dan kesehatan yang sangat merusak akibat kehilangan orang tua,” tambah Debbie Malden, DPhil, epidemiolog di Columbia Population Research Center dan salah satu penulis utama.


Implikasi kebijakan
Para peneliti menilai temuan ini sebagai bukti kuat mengenai efektivitas perluasan ART dan kekuatan pengobatan sebagai pencegahan dalam menekan angka anak yatim piatu di Afrika sub-Sahara. Meski demikian, mereka menekankan bahwa beban yatim piatu masih tetap bermakna, terutama pada kelompok remaja.
Karena itu, studi ini merekomendasikan agar kebijakan kesehatan masyarakat:
memastikan investasi berkelanjutan dalam program pengobatan dan pencegahan HIV,
meningkatkan akses dan keterjangkauan ART, serta
menyesuaikan program untuk merespons kerentanan yang masih berlanjut pada anak-anak yang berisiko menjadi yatim piatu.


Kolaborasi penelitian
Rakai Community Cohort Study merupakan proyek kolaboratif antara peneliti dari Columbia University Mailman School of Public Health, Rakai Health Sciences Program, Imperial College London, The Alan Turing Institute, Johns Hopkins University, Makerere University, City University of New York, University of Oxford, dan Uganda Virus Research Institute.
Studi ini didukung oleh beberapa lembaga, termasuk National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, Gates Foundation, National Institute of Mental Health, serta Fogarty International Center (NIH).


Jurnal: The Lancet Global Health
Judul artikel: Insiden dan prevalensi anak yatim piatu di Rakai, Uganda: studi kohort berbasis populasi, 1995–2022
Artikel asli: Dramatic decline in new cases of orphanhood in Uganda driven by HIV treatment and prevention programs
Tautan asli: https://www.eurekalert.org/news-releases/1111418