[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Mengurangi Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil dengan HIV

04 November 2025, 241 kali dilihat Blog

Mengurangi Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil dengan HIV


Oleh: CATIE NEWS, 4 November 2025


Ketika digunakan sesuai anjuran, pengobatan HIV (terapi antiretroviral; ART) sangat efektif dalam menekan virus dan membantu sistem kekebalan membaik kembali. Perbaikan yang disebabkan oleh ART telah menghasilkan peningkatan kesehatan dan harapan hidup yang mendekati normal bagi banyak orang dengan HIV. Selain itu, viral load yang tersupresi akibat ART secara signifikan mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke bayi selama kehamilan dan proses persalinan.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa, secara umum, ibu hamil dengan HIV memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur cenderung memiliki berat badan lahir rendah dan lebih rentan mengalami komplikasi.
Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang meningkatkan risiko kelahiran prematur pada ibu hamil dengan HIV, sekelompok peneliti di British Columbia menganalisis data kesehatan yang dikumpulkan dari ibu hamil dengan HIV dan bayi mereka antara tahun 1997 hingga 2022. Para peneliti memfokuskan analisis pada 578 kehamilan tunggal (singleton pregnancies). Secara keseluruhan, 93% ibu menggunakan ART sebelum melahirkan, dan 80% di antaranya memiliki viral load tersupresi pada saat persalinan.
Para peneliti menemukan bahwa 11% peserta mengalami infeksi menular seksual (IMS) atau bacterial vaginosis (BV) selama kehamilan. Secara total, 111 bayi (19%) lahir secara prematur.
Tim peneliti kemudian menganalisis data untuk menemukan faktor-faktor yang secara statistik berkaitan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur. Analisis mempertimbangkan berbagai variabel seperti etnis, riwayat kelahiran prematur, penggunaan zat sebelum atau sekitar waktu persalinan, koinfeksi hepatitis C, penggunaan ART berbasis protease inhibitor, serta jumlah CD4+ dan viral load saat melahirkan.
Temuan utama
Para peneliti mendapati bahwa adanya IMS atau BV secara signifikan meningkatkan risiko kelahiran prematur pada ibu hamil dengan HIV. Dengan kata lain, IMS atau BV saat kehamilan melipatgandakan risiko kelahiran prematur.
Sebagai contoh:

 

Hal yang Perlu Diperhatikan
Dalam kurun 25 tahun pengumpulan data, peneliti menemukan bahwa 19% bayi yang lahir dari ibu hamil dengan HIV di British Columbia lahir prematur, jauh lebih tinggi dibanding tingkat kelahiran prematur populasi umum provinsi tersebut—sekitar 7%.
Para peneliti juga menyoroti satu IMS tertentu, yaitu trikomoniasis (sering disebut “trich”). IMS yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis ini sebenarnya dapat diobati. Peneliti mencatat bahwa peserta yang mengalami trikomoniasis saat hamil memiliki angka kelahiran prematur sebesar 50%. Namun, jumlah kasus trikomoniasis dalam studi ini cukup kecil sehingga analisis statistik yang kuat tidak dapat dilakukan. Kondisi ini kemungkinan perlu dipelajari lebih lanjut di masa mendatang.
Lamanya periode pengumpulan data—25 tahun—merupakan salah satu kekuatan utama dari studi ini. Namun, para peneliti tidak yakin berapa banyak peserta yang mungkin tidak menjalani skrining IMS atau BV selama kehamilan. Studi lain menunjukkan bahwa BV cukup umum terjadi pada orang dengan HIV, tetapi dalam studi ini hanya 7,3% peserta yang teridentifikasi memiliki BV.
Peneliti menambahkan bahwa The Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada tidak merekomendasikan skrining rutin BV pada kehamilan bagi individu tanpa gejala dan tanpa faktor risiko kelahiran prematur. Pengujian hanya disarankan bagi ibu hamil yang menunjukkan gejala BV.
Walaupun demikian, temuan dari studi ini menegaskan pentingnya skrining komprehensif untuk IMS dan BV pada ibu hamil dengan HIV, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap risiko kelahiran prematur.
—Sean R. Hosein


Artikel asli: Reducing premature birth risk in pregnant people with HIV
Tautan: https://www.catie.ca/catie-news/reducing-premature-birth-risk-in-pregnant-people-with-hiv
Referensi:
Wong JMH, Av-Gay G, Lee T, dkk. Sexually transmitted infections and bacterial vaginosis and preterm birth in pregnant people living with HIV: a population-based cohort study. International Journal of STD and AIDS. 2025 Aug;36(9):712–718.
Ravindran J, Richardson BA, Kinuthia J, dkk. Chlamydia, gonorrhea, and incident HIV infection during pregnancy predict preterm birth despite treatment. Journal of Infectious Diseases. 2021 Dec 15;224(12):2085–2093.
Walters MK, Bulterys MA, Barry M, dkk. Probability of vertical HIV transmission: a systematic review and meta-regression. Lancet HIV. 2025 Sep;12(9):e638–e648.