[email protected] | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Studi Enam Bulan Menemukan Bahwa Olahraga dan Peregangan Bermanfaat bagi Kesehatan Otak dan Tubuh pada Orang dengan HIV

18 November 2025, 112 kali dilihat Blog

Studi Enam Bulan Menemukan Bahwa Olahraga dan Peregangan Bermanfaat bagi Kesehatan Otak dan Tubuh pada Orang dengan HIV
Oleh: CATIE NEWS, 18 November 2025


Ketika digunakan sesuai anjuran, pengobatan HIV (terapi antiretroviral; ART) sangat efektif dalam menekan produksi virus dalam tubuh. Ketika jumlah virus menurun, sistem kekebalan dapat mulai memperbaiki diri. Manfaat ART begitu besar sehingga studi-studi memproyeksikan bahwa banyak orang dengan HIV yang menggunakan ART dapat memiliki harapan hidup yang hampir sama dengan orang tanpa HIV.
Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa banyak orang dengan HIV kurang melakukan aktivitas fisik dan cenderung menjalani gaya hidup sedentari. Kurangnya olahraga ini kemungkinan berkontribusi pada peningkatan risiko berbagai kondisi terkait penuaan, termasuk kelebihan berat badan, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. Peneliti di Kanada dan negara lain menemukan bahwa dalam jangka panjang, kondisi-kondisi tersebut menurunkan kesehatan secara keseluruhan dan kualitas hidup—dan kemungkinan juga berdampak pada kesehatan otak.


Sebagian besar studi tentang olahraga pada orang dengan HIV hanya mengukur data pada satu titik waktu atau dalam jangka waktu yang cukup singkat.
Kini, tim peneliti di Washington University, St. Louis, Missouri, melakukan uji klinis acak selama enam bulan yang membandingkan program olahraga (aerobik dan latihan kekuatan) dengan program peregangan pada 62 orang dengan HIV yang sebelumnya sedentari. Semua peserta menggunakan ART.
Detail Studi


Peserta mengikuti program terawasi—baik olahraga maupun peregangan—sebanyak tiga kali seminggu dengan pelatih pribadi yang sama. Peneliti juga mengumpulkan sampel darah, urin, dan tinja untuk dianalisis, termasuk untuk melihat perubahan keseimbangan bakteri usus akibat intervensi.
Peserta juga menjalani pemeriksaan otak (MRI) serta serangkaian tes neuropsikologis untuk membantu peneliti memahami perubahan fungsi otak.
Profil rata-rata peserta pada saat masuk studi:

Hasil
Menurut peneliti, terdapat “peningkatan kecil namun signifikan” dalam fungsi otak pada peserta di kedua kelompok intervensi, khususnya:

 

Tidak ditemukan penurunan fungsi otak lainnya.
Ada peningkatan ringan pada indeks massa tubuh (BMI) karena kedua kelompok mengalami penurunan berat badan, meskipun tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok olahraga dan kelompok peregangan dalam hal kebugaran kardiorespirasi.
Seiring waktu, keragaman bakteri usus meningkat, dan perubahan komposisi bakteri ini terkait dengan peningkatan fungsi otak. Kedua kelompok—baik yang berolahraga maupun melakukan peregangan—menunjukkan manfaat tersebut.
Secara keseluruhan, hasilnya menunjukkan bahwa kedua intervensi memberikan perbaikan ringan pada kesehatan otak, kebugaran fisik, dan keragaman bakteri usus.


Hal yang Perlu Diperhatikan
Melakukan uji klinis adalah proses yang kompleks dan terkadang menghasilkan hasil yang tidak terduga. Seseorang mungkin berharap kelompok olahraga menunjukkan peningkatan yang lebih besar. Namun, peneliti mencatat bahwa studi sebelumnya menemukan bahwa intervensi gerak intensitas rendah, termasuk peregangan, juga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan kognitif.
Aktivitas seperti yoga, tai chi, dan qigong—yang menggabungkan peregangan terstruktur dan kesadaran diri—telah terbukti:

Belum sepenuhnya jelas bagaimana peregangan dan latihan pergerakan dapat memberikan efek tersebut, namun peneliti berteori bahwa gabungan beberapa faktor berperan, termasuk:

Studi lain juga menunjukkan bahwa peregangan dan latihan gerakan dapat memberikan manfaat baik pada fungsi otak maupun mood.
Pada akhirnya, dampak keseluruhan studi ini bersifat positif dan menambah bukti yang terus berkembang bahwa orang dengan HIV dapat memperoleh manfaat dari olahraga. Studi yang lebih besar dan lebih lama kemungkinan akan menemukan manfaat tambahan.


Sementara itu, peneliti mendorong tenaga kesehatan untuk mendiskusikan manfaat olahraga dan peregangan kepada pasien yang masih menjalani gaya hidup sedentari.
—Sean R. Hosein


Artikel asli: Six-month study finds exercise and stretching beneficial for brain and body in people with HIV

Tautan: https://www.catie.ca/catie-news/six-month-study-finds-exercise-and-stretching-beneficial-for-brain-and-body-in-people
Referensi:
Cooley SA, Ferreiro A, Nelson B, dkk. Randomized controlled trial to unveil the influence of an exercise intervention on brain integrity and gut microbiome structure in individuals with HIV. AIDS. 2025; in press.
Jones R, Hankes MJ, Armstrong ND, dkk. Physical activity, sedentary behavior, and cardiometabolic risk factors in people living with HIV. Behavioral Medicine. 2025 Aug 11:1–10.
Zhabokritsky A, Klein M, Loutfy M, dkk. Non-AIDS-defining comorbidities impact health-related quality of life among older adults living with HIV. Frontiers in Medicine. 2024 Apr 16;11:1380731.
Webel AR, Davey CH, Oliveira V, dkk. Physical activity is associated with adiposity in older adults with HIV in the modern HIV era. AIDS. 2023 Oct 1;37(12):1819–1826.
Bernal E, Martinez M, Campillo JA, dkk. Moderate to intense physical activity is associated with improved clinical, CD4/CD8 ratio, and immune activation status in HIV-infected patients on ART. Open Forum Infectious Diseases. 2021 Dec 28;9(3):ofab654.
Umbleja T, Brown TT, Overton ET, dkk. Physical function impairment and frailty in middle-aged people living with HIV in the REPRIEVE Trial ancillary study PREPARE. Journal of Infectious Diseases. 2020 Jul 9;222(Suppl 1):S52–S62.
Quigley A, Brouillette MJ, Gahagan J, dkk. Feasibility and impact of a yoga intervention on cognition, physical function, physical activity, and affective outcomes among people living with HIV: a randomized controlled pilot trial. Journal of the International Association of Providers of AIDS Care. 2020;19:2325958220935698.
Simonik A, Vader K, Ellis D, dkk. Are you ready? Exploring readiness to engage in exercise among people living with HIV and multimorbidity in Toronto, Canada: a qualitative study. BMJ Open. 2016;6(3):e010029.
Ibáñez-Carrasco F, McDuff K, Da Silva G, dkk. Qualitative insights from an online community-based exercise intervention for persons living with HIV. Frontiers in Rehabilitation Sciences. 2025;6:1602007.
Quigley A, O'Brien K, Parker R, dkk. Exercise and cognitive function in people living with HIV: a scoping review. Disability and Rehabilitation. 2019;41(12):1384–1395.