Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

ART lini ke-2: Clinton Foundation mengumumkan potongan harga yang baru Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Keith Alcorn, aidsmap.com Tgl. laporan: 6 Agustus 2009

Sebuah kombinasi empat obat yang dikemas bersama sebagai terapi antiretroviral (ART) lini kedua untuk negara berkembang akan tersedia mulai awal 2010 dengan harga 425 dolar AS per tahun. Hal ini baru diumumkan oleh Clinton HIV/AIDS Initiative (CHAI).

Mulai sekarang, obat tersebut – tenofovir, 3TC, atazanavir, serta ritonavir sebagai penguat – akan tersedia dengan harga 475 dolar per tahun. Harga itu 115 dolar lebih murah daripada pilihan yang termurah sebelumnya untuk rejimen lini kedua, yaitu lopinavir/ritonavir plus tenofovir/emtricitabine, yang saat ini ditawarkan pada negara yang memenuhi persyaratan di dunia berkembang oleh Procurement Consortium CHAI dengan harga paling tinggi 590 dolar per tahun.

Harga yang dipotong ini memperbandingkan 210 dolar per tahun untuk kombinasi takaran tetap (fixed dose combination/FDC) tenofovir, emtricitabine dan efavirenz, dan 89 dolar per tahun untuk d4T, 3TC dan nevirapine, kombinasi lini pertama yang paling umum dipakai.

Tahun depan produsen obat generik dari India, Matrix, akan mengemas obat dalam satu pak untuk ditawarkan sebagai terapi lini kedua dalam satu kotak, pertama kali rejimen lini kedua dikemaskan dalam cara ini di mana pun di dunia.

Matrix mampu membuat produk ini karena obat tersebut tidak dipaten di India, dan dapat menawarkannya dengan harga rendah akibat upaya peningkatan efisiensi pembuatan dan karena ada jaminan Matrix akan menerima pesanan besar.

CHAI menyatakan mereka akan menawarkan produk Matrix setelah formulasi atazanavir dan ritonavir menerima prakualifikasi dari WHO. Produk tersebut akan tersedia pada negara berpenghasilan rendah dan menegah yang mengikuti Procurement Consortiumnya.

Pembelian obat lini kedua didanai oleh UNITAID, organisasi pembelian obat internasional. UNITAID menyediakan perpanjangan pendanaan untuk terapi lini kedua sampai akhir 2011 agar mendorong penggunaan formulasi baru ini secara cepat.

Presiden Clinton juga mengumumkan bahwa Pfizer menyetujui menyediakan obat TB-nya rifabutin dengan potongan harga 60%, yaitu 1 dolar per hari, berarti 90 dolar untuk pengobatan TB penuh. Harga ini akan membuatnya lebih murah daripada pengobatan dengan rifampisin. Rifabutin lebih cocok untuk dipakai secara bersamaan dengan PI karena tidak mengurangi tingkat ritonavir.

CHAI memperkirakan bahwa antara 6.000 dan 10.000 pasien dengan TB akan memperoleh manfaat dari tawaran ini. Namun jumlah ini dapat meningkat secara bermakna apabila penelitian yang disokong oleh pemerintah Prancis, yang akan segera mulai di Vietnam, menunjukkan bahwa penggunaan rifabutin secara bersamaan dengan nevirapine (salah satu unsur ART lini pertama) adalah aman dan efektif. Pedoman ART saat ini mengusulkan penggunaan efavirenz, obat lini pertama yang lebih mahal, pada pasien TB, karena tidak berinteraksi secara negatif dengan rifampisin; beberapa penelitian (tetapi tidak semua) menunjukkan bahwa rifampisin berdampak negatif pada tingkat nevirapine.

Artikel asli: Second-line treatment: Clinton Foundation announces new price cut

Edit terakhir: 7 Agustus 2009