Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 726 Diperbarui 1 November 2013
Echinacea Logo Acrobat Unduh versi PDF

Catatan: Keberadaan lembaran informasi ini bukan berarti penggunaan jamu ini disokong atau didukung oleh Yayasan Spiritia - lihat Lembaran Informasi 700 mengenai Terapi Penunjang.

Apa Echinacea Itu?

Echinacea adalah tanaman berbunga. Nama lainnya adalah ‘Purple Coneflower’. Tanaman ini terutama tumbuh di Eropa dan Amerika Utara. Ada beberapa jenis yang serupa: Echinacea purpurea, angustifolia, dan palida. Masing-masing mempunyai sifat medis yang sedikit berbeda. Echinacea purpurea tampak lebih aktif dalam tabung percobaan. Echinacea angustifolia tampak lebih efektif pada manusia.

Echinacea adalah jamu yang paling umum dipakai oleh orang asli Amerika di daerah Great Plains. Echinacea adalah salah satu jamu yang paling laku di AS.

Sejak akhir 1930-an, peneliti Jerman meneliti echinacea dan dampaknya pada sistem kekebalan tubuh. Pemerintah Jerman sudah menyetujui akar Echinacea palida dan daun Echinacea purpurea untuk dipakai terhadap selesma, flu, dan infeksi saluran pernapasan dan saluran kencing yang kronis. Banyak penelitian mendukung penggunaannya. Namun satu penelitian di AS pada 2006 tidak menemukan manfaat dari satu bentuk tertentu.

Bagaimana Echinacea Dipakai?

Pendukung echinacea mengusulkan jamu dipakai sebagai teh yang dibuat dari sejumlah rempah yang kecil berusia kurang dari satu tahun. Echinacea tersedia dalam kapsul yang mengandung bubuk tanaman atau akar yang dikeringkan, dan juga sebagai tincture (larutan dalam alkohol). Pada kasus tertentu, orang minum jus yang diperas dari tanaman segar. Untuk mengobati masalah kulit, jamu khusus yang mengandung jus tersebut dipakai.

Takaran echinacea yang disarankan tergantung pada jenis dan bagian tanaman yang dipakai. Secara umum, sebaiknya echinacea tidak dipakai secara terus-menerus lebih dari dua minggu.

Echinacea adalah satu ramuan dalam beberapa kombinasi jamu yang dipasarkan untuk masalah hati, yang sering disebut sebagai ‘hepatoprotektor’ (lihat Lembaran Informasi 760).

Apa Manfaat Echinacea?

Kegunaan utama echinacea adalah untuk mengobati selesma dan flu. Echinacea juga dipakai untuk infeksi saluran kencing, luka pada kulit yang tidak pulih, dan masalah kulit seperti psoriasis dan eksema.

Echinacea merangsang sistem kekebalan tubuh. Jamu ini mendorong penggiatan sel CD4 dan meningkatkan kegiatan sistem kekebalan tubuh. Echinacea juga membantu sel darah putih melawan kuman. Dampak ini dapat menjadi semakin kurang bila echinacea dipakai lebih dari beberapa minggu.

Echinacea secara umum tidak disarankan untuk dipakai oleh orang dengan penyakit pada sistem kekebalan tubuh seperti HIV, multiple sclerosis, atau TB. Pemerintah Jerman mengusulkan echinacea tidak dipakai bila kita mengalami penyakit ini. Beberapa peneliti menganggap bahwa echinacea sebetulnya dapat memperburuk masalah sistem kekebalan tubuh. Beberapa ahli jamu tidak mengusulkan echinacea dipakai oleh orang dengan jumlah CD4 di bawah 200.

Mengapa Odha Memakai Echinacea?

Banyak Odha memakai echinacea karena jamu ini merangsang sistem kekebalan tubuh, atau untuk jangka pendek sebagai pengobatan untuk selesma atau flu. Penggunaan echinacea oleh Odha adalah kontroversial.

Beberapa dokter menganggap bahwa sistem kekebalan tubuh orang dengan masalah kekebalan sebaiknya tidak dirangsang. Meningkatkan penggiatan sel CD4 dapat memberi HIV lebih banyak ‘sel sasaran’ untuk diinfeksikan. Dokter lain menganggap bahwa beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh Odha sudah terlalu aktif, dengan akibat kerusakan pada sel dan jaringan yang sehat.

Dokter juga prihatin terhadap penelitian pada hewan yang menunjukkan bahwa echinacea meningkatkan tingkat faktor tumor nekrosis alfa (TNF-alpha), sebuah senyawa yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel yang tidak sehat. Tingkat tinggi TNF-alpha pernah dikaitkan dengan kelanjutan penyakit HIV.

Sayangnya belum pernah dilakukan penelitian secara teliti terhadap Odha, seperti halnya dengan hampir semua jenis jamu. Belum dilaporkan penelitian yang menemukan hasil yang berbahaya dari penggunaan echinacea oleh Odha. Belum dilakukan penelitian mengenai penggunaan echinacea oleh perempuan hamil. Mereka sebaiknya hati-hati bila memakai tincture karena kandungan alkohol yang tinggi.

Beberapa peneliti menganggap bahwa penggunaan dalam jangka pendek (hingga dua minggu) untuk mengobati selesma atau flu tidak menimbulkan risiko yang bermakna pada Odha. Namun baik peneliti AIDS maupun praktisi jamu mengusulkan agar echinacea tidak dipakai dalam jangka panjang.

Apa Efek Samping Echinacea?

Tidak diketahui efek samping dari penggunaan echinacea melalui mulut atau pada kulit. Peringatan mengenai dampak negatif dari penggunaan echinacea oleh orang dengan masalah kekebalan berdasarkan penelitian dalam laboratorium. Belum ada penelitian terhadap manusia yang menemukan efek samping tersebut.

Bagaimana Echinacea Berinteraksi dengan Obat Lain?

Kebanyakan interaksi antara ramuan dan obat belum diteliti secara hati-hati. Echinacea ditunjukkan menurunkan tingkat beberapa obat antiretroviral (ARV) dalam darah. Namun belum ada interaksi yang terbukti bermakna atau yang membutuhkan penyesuaian takaran. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai, termasuk echinacea.

Garis Dasar

Echinacea adalah tanaman berbunga yang dipakai sebagai jamu untuk mengobati masalah saluran pernapasan dan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Jamu ini sangat populer di AS. Ada ratusan penelitian terhadap echinacea yang diterbitkan, kebanyakan di Eropa. Penelitian ini membuktikan dampak echinacea pada sistem kekebalan tubuh dan manfaatnya dalam mengobati selesma dan flu.

Beberapa peneliti menganggap bahwa dampak echinacea pada sistem kekebalan tubuh dapat menimbulkan masalah untuk Odha. Namun belum diterbitkan penelitian yang menunjukkan dampak buruk dari penggunaan echinacea oleh Odha. Kemungkinan tidak ada risiko asal echinacea tidak dipakai lebih dari dua minggu.

Ditinjau 1 November 2013 berdasarkan FS 726 The AIDS InfoNet 16 Mei 2013