Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 618 Diperbarui 16 Juli 2014

Pengobatan HIV untuk Anak

Logo Acrobat Unduh versi PDF

Pengobatan Apa yang Dibutuhkan oleh Anak Terinfeksi HIV?

Seperti orang dewasa, anak terinfeksi HIV dapat mengembangkan penyakit HIV yang berat. Kelanjutan penyakit bisa lebih cepat pada anak – lihat Lembaran Informasi (LI) 612. Namun seperti juga orang dewasa, anak dapat diobati, baik dengan terapi antiretroviral (ART, lihat LI 619) atau untuk infeksi oportunistik (IO, LI 500). Dan pada akhirnya, perawatan dan pengobatan paliatif harus diberikan pada anak agar mereka tidak terlalu menderita rasa sakit, dan untuk memberi kenyamanan pada orang tua dan keluarga lain.

Cara terbaik untuk mencegah atau mengobati IO adalah dengan ART. Seharusnya ART terjangkau dengan subsidi penuh oleh semua anak di Indonesia yang membutuhkannya. Namun jika terapi ini tidak dapat diperoleh, masih ada banyak upaya yang dapat dilakukan untuk memperpanjang hidup anak dengan HIV, maupun meningkatkan mutu hidupnya.

Pemeriksaan oleh Dokter

Anak yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV sebaiknya diperiksa dokter setiap bulan sampai usia tiga bulan, kemudian pada usia enam bulan, dan selanjutnya setiap enam bulan. Pada kunjungan ini, dokter harus memantau keadaan, dan mengobati gejala yang muncul. Penting juga untuk menilai keadaan gizinya pada kunjungan ini.

Di luar jadwal ini, orang tua/pengasuh anak juga dianjurkan untuk membawa anak ke dokter bila sakit.

Pengobatan Penunjang

Kekurangan vitamin A adalah umum pada anak dengan HIV, dan ini meningkatkan kemungkinan akan muncul infeksi. Dosis tunggal suplemen vitamin A diusulkan setiap enam bulan.

Jika mungkin ada kekurangan zat besi atau asam folat (yang dapat menyebabkan anemia), beri suplemen yang mengandung zat tersebut.

Infeksi Oportunistik

Sebaiknya diberi obat untuk mencegah PCP (lihat LI 512) pada semua anak yang dilahirkan oleh  ibu terinfeksi HIV, dari usia enam minggu (lihat LI 950 untuk informasi lebih lanjut mengenai profilaksis kotri untuk bayi dan anak). Jika ternyata anak tidak terinfeksi, pencegahan tersebut dapat dihentikan. Obat ini juga akan mencegah infeksi tokso (lihat LI 517) dan beberapa infeksi lain.

Berdasarkan pedoman TB di Indonesia, semua anak (terutama yang di bawah usia dua tahun) yang berhubungan dengan pasien TB aktif, dan mereka yang menunjukkan tanggapan pada tes kulit TB, sebaiknya diberi obat pencegahan untuk TB, kecuali jika didiagnosis TB aktif.

Anak-anak sering mengalami kesulitan memakai banyak obat. Takaran harus disesuaikan dengan berat badan anak. Obat sebaiknya ditelan jika mungkin, dan anak diberi pilihan antara tablet utuh atau yang dapat dicampur dalam air atau ASI, dibuat puyer, atau sirop.

Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif adalah perawatan penunjang untuk meningkatkan mutu hidup, meringankan penderitaan penyakit, dan juga harus disediakan pada tahap yang tidak dapat disembuhkan. Perawatan tersebut mungkin dibutuhkan dari masa bayi dan untuk bertahun-tahun untuk beberapa anak, sementara yang lain baru memerlukannya setelah mereka lebih tua, dan untuk jangka waktu yang singkat.

Sebagian besar anak dengan penyakit berat dirawat di rumah. Orang tuanya adalah bagian dari tim perawatan serta anggota keluarga yang membutuhkan dukungan. Sebagai perawat primer anak, mereka harus terlibat dalam tim perawatan – diberi informasi, kesempatan untuk membahas rencana pengobatan, keterampilan yang dibutuhkan, dan diyakinkan bahwa nasihat dan dukungan tersedia 24 jam. Akhirnya, mereka harus diberi kesempatan untuk berduka cita atas kehilangan anak yang meninggal dunia.

Pengobatan Rasa Nyeri (Sakit)

WHO menyusun strategi pengobatan bertahap dengan tiga langkah untuk orang dewasa dengan rasa nyeri yang berat, yang disebut ‘jenjang analgesik’ (lihat LI 560). Namun WHO mengubah jenjang ini untuk anak kecil, dengan diusulkan hanya dua langkah. Langkah pertama pada jenjang tersebut meliputi pengobatan dengan parasetamol dan NSAID (mis. ibuprofen). Langkah kedua, dengan nyeri sedang atau berat, memberikan opioid sedang atau berat, biasanya morfin. Sayang, sebagian besar dokter belum berpengalaman meresepkan morfin untuk anak, dan sering terlalu berhati-hati. Dengan pengobatan yang sesuai, rasa nyeri yang berat hampir selalu dapat ditangani, dan seharusnya tidak ada pasien yang terlalu menderita akibat rasa nyeri.

Anak kecil sering tidak dapat langsung menunjukkan tingkat rasa sakitnya. Ada gambar yang dapat dipakai untuk menilai tingkat rasa nyeri pada anak; gambar ini bisa diminta dari dokter anak.

Makanan

Makanan terbaik untuk bayi terinfeksi HIV adalah air susu ibu (ASI). Bila bayi terlanjur terinfeksi HIV, tidak ada alasan untuk tidak menyusui, dan tidak ada alasan untuk berhenti penyusuan setelah enam bulan. Kalau ibu mengalami kesulitan dalam menyediakan ASI, sebaiknya konsultasi dengan ahli laktasi.

Jika ada kesulitan memberi makanan pada anaknya, banyak orang tua merasa sangat bingung, sehingga mungkin mereka merasa tidak berhasil sebagai orang tua. Menghisap dan memakan adalah bagian dari perkembangan anak, dan memberi kenyamanan, kebahagiaan, dan perangsang. Masalah ini harus dipertimbangkan bersama dengan masalah medis dan praktis si anak terkait dengan makanan.

Masalah makanan sering dipersulit oleh rasa mual dan muntah. Obat yang dipakai untuk menghadapi masalah ini pada orang dewasa juga sering dapat dipakai oleh anak.

Dukungan untuk Keluarga

Keluarga membutuhkan dukungan mulai saat anaknya didiagnosis dan selama pengobatan, bukan hanya pada waktu penyakit sangat lanjut. Setiap keluarga adalah berbeda, dengan kekuatan dan keterampilan untuk menangani yang berbeda. Kebutuhan kakak-adik dan nenek-kakek juga harus diperhatikan. Harus dipertimbangkan ketersediaan kelompok dukungan sebaya untuk keluarga yang mengasuh anak dengan HIV.

Umumnya, sedikitnya ibu dari anak terinfeksi HIV juga terinfeksi sendiri. Oleh karena itu, orang tua sering membutuhkan dukungan dan bantuan tambahan, apa lagi bila mereka merasa salah karena anaknya harus menderita penyakit berat ini.

Garis Dasar

Anak dengan HIV perlu pengobatan seperti orang dewasa. Sebagian besar pengobatan orang dewasa cocok untuk anak, walaupun belum ada banyak penelitian mengenai efek samping atau takaran. Jelas takarannya harus diubah sesuai dengan berat badan, dan oleh karena itu takaran mungkin harus disesuaikan setiap beberapa bulan.

Anak yang terinfeksi HIV sebaiknya diobati oleh dokter spesialis anak yang berpengalaman menatalaksana HIV, dan diperiksa dokter secara berkala.

Seperti dengan orang dewasa, tidak ada alasan anak harus menderita rasa nyeri yang berlebihan. Anak dapat diberikan obat penawar nyeri, sampai dengan morfin.

Keluarga anak dengan AIDS membutuhkan banyak dukungan, apa lagi jika orang tuanya sendiri terinfeksi HIV.

Diperbarui 16 Juli 2014 berdasarkan beberapa sumber