Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 550 Diperbarui 8 Juli 2013
Efek Samping Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Efek Samping Itu?

Efek samping adalah dampak dari obat yang tidak diinginkan. Obat diresepkan untuk maksud tertentu, misalnya untuk menangani HIV. Dampak lain obat adalah efek samping.

Ada beberapa efek samping yang ringan, seperti sakit kepala yang ringan. Efek samping lain, misalnya kerusakan pada hati, dapat berat dan kadang kala gawat. Ada beberapa efek samping yang bertahan hanya beberapa hari atau minggu, sementara yang lain dapat bertahan selama obat yang mengakibatkannya masih dipakai, atau bahkan setelah dihentikan. Ada efek samping yang muncul beberapa hari atau minggu setelah kita mulai penggunaan obat penyebab; ada yang baru menimbulkan masalah setelah obat dipakai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Siapa Mengalami Efek Samping?

Sebagian besar orang yang memakai obat antiretroviral (ARV) mengalami beberapa efek samping. Umumnya, semakin tinggi takaran obat yang dipakai, semakin berat efek sampingnya. Jika tubuh kita lebih kecil daripada rata-rata, kita mungkin mengalami lebih banyak efek samping. Juga, jika tubuh kita menguraikan obat lebih lambat dari yang sewajarnya, tingkat obat dalam darah kita dapat lebih tinggi, dan hal ini lebih mungkin mengakibatkan efek samping.

Beberapa efek samping menjadi semakin buruk bila obat yang bersangkutan dipakai dengan perut kosong. Yang lain dapat memburuk bila obat dipakai dengan makanan atau minuman berlemak (misalnya susu).

Semua obat dilengkapi dengan daftar efek samping yang paling umum diakibatkannya. Jangan anggap bahwa setiap orang akan mengalami semua efek samping yang terdaftar! Kebanyakan orang hanya mengalami efek samping yang ringan akibat ARV-nya.

Bagaimana Kita Menangani Efek Samping?

Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menyiapkan diri menghadapi efek samping. Belajar tentang efek samping umum obat yang kita pakai. Lembaran informasi (LI) untuk masing-masing obat membahas efek sampingnya secara umum.

Jangan berhenti penggunaan obat apa pun, atau melewati atau mengurangi dosisnya, tanpa terlebih dahulu bicara dengan dokter. Jika melakukan itu, virus dapat menjadi kebal (resistan) terhadap obat tersebut (lihat LI 126). SEBELUM efek samping memaksa kita melewati atau mengurangi dosis, bicara dengan dokter tentang mengganti obat!

Apa Efek Samping yang Paling Lazim?

Jika kita mulai terapi ARV (ART), kita mungkin mengalami sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan terasa tidak enak. Lambat laun, gejala ini biasanya membaik dan hilang.

Kelelahan (LI 551): Odha sering melaporkan kadang-kadang merasa lelah. Mengetahui penyebab kelelahan dan menanganinya adalah penting.

Anemia (LI 552) dapat menyebabkan kelelahan. Anemia meningkatkan risiko menjadi lebih sakit dengan infeksi HIV. Tes darah berkala dapat mengetahui adanya anemia, dan anemia dapat diobati.

Masalah pencernaan: Banyak obat dapat menimbulkan rasa nyeri pada perut. Obat dapat menyebabkan mual, muntah, kembung, atau diare. Tanggapan yang lazim dipakai di rumah termasuk:

Jangan melupakan makan. Coba menghindari kehilangan berat badan berlebihan. Ada beberapa obat yang dapat mengurangi rasa mual. Namun hati-hati dengan interaksi antara obat antimual yang dibeli tanpa resep dengan ARV; bahas dengan dokter sebelum memakai obat apa pun.

Lipodistrofi (LI 553) termasuk kehilangan lemak pada lengan, kaki dan wajah; penambahan lemak pada perut atau di belakang leher; dan peningkatan lemak (kolesterol) dan gula (glukosa) dalam darah. Perubahan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau serangan otak.

Tingkat lemak atau gula yang tinggi dalam darah (LI 123), termasuk kolesterol, trigliserida dan glukosa. Masalah ini dapat meningkatkan risiko penyakti jantung.

Masalah kulit (LI 620): Beberapa obat menyebabkan ruam. Sebagian besar bersifat sementara, tetapi dapat menimbulkan reaksi berat. Periksa ke dokter jika mengalami ruam. Masalah kulit lain termasuk kulit kering dan rambut rontok. Pelembab kulit dapat membantu masalah kulit.

Neuropati (LI 555) adalah penyakit yang sangat nyeri disebabkan oleh kerusakan saraf. Penyakit ini biasanya mulai pada kaki dan tangan.

Toksisitas mitokondria (LI 556) adalah kerusakan rangka dalam sel. Penyakit ini dapat menyebabkan neuropati atau kerusakan pada ginjal, dan dapat meningkatkan asam laktik dalam tubuh.

Osteoporosis (LI 557) sering terjadi pada Odha. Mineral tulang dapat hilang dan tulang menjadi rapuh. Kehilangan aliran darah dapat menyebabkan masalah pinggul. Pastikan konsumsi cukup zat kalsium dalam makanan dan suplemen. Olahraga angkat beban atau berjalan kaki dapat membantu.

Garis Dasar

Sebagian besar orang yang memakai obat antiretroviral mengalami beberapa efek samping. Namun, jangan menganggap kita akan mengalami semua efek samping yang kita pernah dengar!

Cari informasi tentang efek samping yang paling umum dan bagaimana menanganinya. Baca lembaran informasi tentang obat yang bersangkutan dan efek sampingnya. Sediakan jamu/obat yang lazim dipakai di rumah dan bahan lain yang dapat membantu menangani efek samping.

Kita harus tahu kapan kita sebaiknya kembali ke dokter karena ada efek samping yang bertahan terlalu lama atau menjadi berat.

Jangan biarkan efek samping sebagai dasar untuk menghindari penggunaan obat! Jangan anggap bahwa memakai ART berarti kita harus tahan dengan efek samping. Jika efek samping tidak dapat tertahan, jika dialami terus-menerus selama lebih dari beberapa bulan, atau bila mutu hidup kita menjadi lebih rendah akibat efek samping obat, bicara dengan dokter tentang penggantian obat penyebab.

Ditinjau 8 Juli 2013 berdasarkan FS 550 The AIDS InfoNet 12 Agustus 2012