Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 414 Diperbarui 7 April 2014
d4T (Stavudin) Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa d4T Itu?

d4T (Zerit) adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini pertama kali dibuat oleh Bristol-Myers Squibb (BMS), tetapi sekarang tersedia dari beberapa produsen, terutama di India. d4T dikenal sebagai stavudin atau didehydrodeoxythymidine.

d4T adalah obat antiretroviral (ARV) yang paling sering dipakai di seluruh dunia. Namun pada 2009, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mengusulkan agar ARV tidak dipakai lagi karena menimbulkan berbagai efek samping yang berat (lihat di bawah).

d4T termasuk golongan analog nukleosida atau nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI). Obat golongan ini menghambat enzim reverse transcriptase. Enzim ini mengubah bahan genetik (RNA) HIV menjadikannya bentuk DNA. Ini harus terjadi sebelum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke kode genetik sel yang terinfeksi HIV.

Siapa Sebaiknya Memakai d4T?

d4T disetujui di AS pada 1994 sebagai ARV untuk orang dengan infeksi HIV, termasuk bayi yang baru lahir.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

d4T dapat mengakibatkan efek samping yang gawat. Sekarang WHO mengusulkan agar d4T tidak lagi dipakai sebagai bagian dari ART lini pertama.

Jika kita memakai d4T dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Perempuan hamil menghadapi risiko khusus bila memakai d4T. Lihat informasi di bawah mengenai asidosis laktik dan reaksi obat.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana d4T Dipakai?

d4T tersedia dalam berbagai bentuk. Dahulu, takaran tergantung pada berat badan. Namun sekarang WHO mengusulkan dosis 30mg dua kali sehari untuk semua orang dewasa. Juga ada versi sirop untuk bayi dan anak.

d4T boleh diminum dengan atau tanpa makan.

Pastikan dokter mengetahui jika kita pernah mengalami masalah hati. Hati kita harus diawasi dengan teliti jika kita memakai d4T, dan dokter mungkin memutuskan bahwa sebaiknya kita tidak memakai d4T sama sekali.

Apa Efek Samping d4T?

Jika kita mulai memakai terapi antiretroviral, kita mungkin mengalami efek samping sementara, misalnya sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan terasa tidak enak. Efek samping ini biasanya lambat laun membaik atau hilang.

Efek samping yang paling berat akibat d4T adalah neuropati perifer, lipodistrofi dan asidosis laktik:

Neuropati perifer (peripheral neuropathy/PN) adalah bentuk kerusakan saraf. Biasanya PN dialami seperti kesemutan, mati rasa atau rasa seperti terbakar pada kaki dan tangan. Kerusakan saraf biasanya bersifat sementara dan akan hilang jika kita berhenti pemakaian d4T, atau mengurangi dosis. Jika kita terus memakai d4T setelah kerusakan saraf dialami, kerusakan ini dapat menjadi permanen. Lihat LI  555 untuk informasi lebih lanjut.

Lipodistrofi adalah kumpulan perubahan pada bentuk tubuh dan kimia darah. Lihat LI 553 untuk informasi lebih lanjut. Beberapa penelitian menemukan kaitan erat antara d4T dan kehilangan lemak pada kaki, lengan dan muka.

Asidosis laktik adalah penambahan asam laktik dalam darah. Ini hasil sambilan pembuatan tenaga oleh sel. Penyakit ini juga dapat diakibatkan kerusakan pada mitokondria – lihat LI 556 untuk informasi lebih lanjut. Asidosis laktik dapat menyebabkan kerusakan yang berat pada pankreas dan hati. Gejala asidosis laktik meliputi kehilangan berat badan, sakit perut dan kelelahan parah. Risiko asidosis laktik lebih tinggi untuk perempuan dan orang yang sudah lama memakai obat analog nukleosida atau orang yang sangat gemuk.

Karena ada semakin banyak bukti mengenai efek samping jangka menengah dan panjang ini, pedoman ART Indonesia menganjurkan agar d4T diganti setelah penggunaan enam bulan, walau tidak dijumpai efek samping dan/atau toksisitas. Lagi pula, dianjurkan agar penggunaan dihentikan secara bertahap, dengan d4T tidak disediakan lagi setelah stok habis.

Walau begitu, d4T masih pilihan untuk dipakai oleh anak. Masalahnya anak kecil sering mengalami anemia akibat AZT, tenofovir belum disetujui untuk anak di bawah usia 2 tahun, dan abacavir belum tersedia karena mahal.

Bagaimana d4T Berinteraksi dengan Obat Lain?

d4T dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai – lihat LI 407. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat yang masuk ke aliran darah kita dan mengakibatkan overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus-menerus diketahui. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

d4T tidak boleh dipakai dengan AZT.

Sebaiknya d4T tidak dipakai bersamaan dengan ddI, karena dua-duanya dapat menyebabkan PN.

Perempuan hamil sebaiknya tidak memakai d4T dan ddI bersamaan karena ini meningkatkan risiko asidosis laktik.

Efek samping d4T mungkin lebih berat jika dipakai dengan gansiklovir atau pentamidin.

Sebaiknya kita menghindari penggunaan d4T selama lebih dari enam bulan.

Ditinjau 7 April 2014 berdasarkan FS 414 The AIDS InfoNet 4 Februari 2014