Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 160 Diperbarui 1 Oktober 2013
Profilaksis Prapajanan Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Profilaksis Prapajanan (PrPP) Itu?

Profilaksis berarti pencegahan infeksi dengan obat. Pajanan adalah peristiwa yang menimbulkan risiko penularan. Jadi profilaksis prapajanan (atau PrPP) berarti penggunaan obat untuk mencegah infeksi sebelum terjadi peristiwa yang berisiko. PrPP adalah pencegahan pilihan HIV yang baru untuk orang HIV-negatif untuk mengurangi risiko terinfeksi HIV. PrPP untuk pencegahan HIV terdiri dari penggunaan obat antiretroviral (ARV) oleh orang HIV-negatif untuk mengurangi risiko. Penelitian besar menunjukkan bahwa PrPP dapat membantu mencegah infeksi HIV yang baru bila dipakai oleh orang yang berisiko tinggi tertular HIV.

Penelitian terhadap PrPP hanya dilakukan dengan penggunaan kombinasi Truvada (kombinasi tenofovir dan emtricitabine). Penelitian ini menunjukkan penularan HIV menurun 90% setelah PrPP dipakai empat kali seminggu, dan 99% bila dipakai sekali sehari. Belum ada informasi yang cukup mengenai penggunaan obat lain. Belum diketahui apakah obat lain atau jadwal dosis (misalnya beberapa kali seminggu mengganti setiap hari) mungkin juga menjadi cara yang baik untuk mengurangi risiko HIV.

Truvada sebagai PrPP diteliti pada orang yang berisiko tinggi terhadap infeksi HIV. Penelitian tersebut melibatkan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria dan orang heteroseksual berisiko tinggi yang HIV-negatif. Hasil penelitian ini bermacam-macam, Penelitian menunjukkan bahwa PrPP paling efektif bagi orang yang benar-benar memakai obat setiap hari.

Bagaimana PrPP Dipakai?

Saat ini PrPP terdiri dari satu tablet Truvada setiap hari. Truvada dapat dipakai dengan makanan, atau dengan perut kosong. Ada penelitian berkelanjutan yang menguji coba obat lain untuk PrPP.

Truvada berisi dua obat, tenofovir (lihat Lembaran Informasi (LI) 420) dan emtricitabine (FTC, LI 419). Di Indonesia, kombinasi ini kadang tersedia dengan versi generik. Truvada dan versi generik hanya tersedia dengan resep.

Siapa Sebaiknya Pakai PrPP?

PrPP lebih dari sekadar minum pil ARV. FDA-AS telah mengeluarkan beberapa pedoman untuk penggunaan PrPP, termasuk satu untuk LSL dan satu lain untuk orang heteroseksual. Pedoman mengusulkan beberapa persyaratan:

PrPP juga dapat dipakai secara sementara oleh pasangan diskordan (satu terinfeksi HIV, yang lain tidak) yang ingin mempunyai anak – lihat LI 617. Namun penggunaan PrPP untuk hal ini belum disetujui.

Bagaimana Pengguna PrPP Dipantau?

Pedoman FDA-AS mengusulkan agar pengguna PrPP dipantau setiap 2-3 bulan untuk:

Apa Efek Samping PrPP

Efek samping yang paling umum ditemukan dalam uji coba terhadap Truvada sebagai PrPP termasuk sakit kepala, mual, muntah, ruam dan kehilangan nafsu makan. Pada beberapa orang, tenofovir dapat meningkatkan kreatinin dan ALT, enzim yang berhubungan dengan ginjal dan hati. Tingkat tinggi dapat menunjuk adanya kerusakan pada organ tersebut. Penggunaan tenofovir jangka panjang dapat merusak ginjal.

Tenofovir dapat mengurangi kepadatan mineral tulang (lihat LI 557). Suplemen kalsium atau vitamin D dapat mengurangi masalah ini. Masalah tulang ini terutama berlaku untuk orang dengan osteopenia atau osteoporosis.

Tingkat asam laktik dalam darah (asidosis laktik, lihat LI 556) meningkat pada beberapa orang yang memakai tenofovir dan emtricitabine. Masalah hati, termasuk “hati berlemak” (LI 528) mungkin juga terjadi.

Dalam kasus yang jarang, pengguna emtricitabine dapat mengalami perubahan sementara pada warna kulit.

Apakah PrPP Berisiko?

Odha telah memakai Truvada, tenofovir dan emtricitabine, selama beberapa tahun. Obat ini umumnya mudah ditahan. Efek samping jangka panjang yang mungkin termasuk hilangnya kepadatan mineral tulang dan kerusakan ginjal.

Beberapa orang khawatir bahwa pengguna PrPP mungkin menganggap bahwa mereka benar-benar dilindungi. Mereka mungkin kurang hati-hati tentang perilaku seksualnya. Sejauh ini, kekhawatiran ini belum menjadi kenyataan.

Garis Dasar

Profilaksis prapajanan (PrPP) berarti penggunaan obat antiretroviral Truvada sebelum terinfeksi HIV, untuk mengurangi risiko infeksi HIV. Bila Truvada dipakai sebagai PrPP secara benar dan konsisten, tindakan ini dapat mengurangi angka infeksi HIV melalui kegiatan seksual sebanyak 90%.

Manfaat PrPP berpotensi sangat tinggi untuk mengurangi infeksi HIV yang baru pada orang yang menyadari risiko infeksinya dan mampu memakai Truvada untuk melindungi dirinya sendiri. Beberapa orang takut PrPP dapat mendorong perilaku tidak aman, tapi hal ini belum terlihat. Namun jelas PrPP ini tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual lain.

Diperbarui 1 Oktober 2013 berdasarkan FS 160 The AIDS InfoNet 25 Agustus 2013