Laporan Situasi Perkembangan HIV/AIDS dan PIMS s.d. Desember 2016

Berikut adalah Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2016, yang diterima dari Ditjen PP & PL, berdasarkan surat Direktur Jenderal P2PL, dr. H.M. Subuh, MPPM tertanggal 18 Mei 2016 :

Bersama ini kami sampaikan Iaporan perkembangan HIV-AIDS & PIMS di Indonesia Triwulan IV tahun 2016 yang sudah ditambahkan dengan data kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berasal dari unit pelayanan kesehatan. Data HIV-AIDS & PIMS Triwulan IV 2016 yang disajikan adalah bersumber dari aplikasi Sistem Informasi HIV-AIDS & IMS (SIHA). Pada periode pelaporan Juli - September 2016 telah dilakukan perbaikan data kasus HIV-AIDS & PIMS pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama seluruh Provinsi di Indonesia pada Juli 2016.

Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan. Laporan perkembangan HIVAIDS & PIMS di Indonesia Triwulan IV Tahun 2016 sebagai berikut :

A. Situasi Masalah HIV-AIDS & PIMS Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2016

1. HIV

  • Dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2016 jumlah infeksi HIV yang dilaporkan sebanyak 13.287 orang.
  • Persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-49 tahun (68%), diikuti kelompok umur 20-24 tahun (18,1%), dan kelompok umur z 50 tahun (6,6%).
  • Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1
  • Persentase faktor risiko HIV tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (53%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (35%), lain-lain (11%) dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (1 %).

2. AIDS

  • Dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2016 jumlah AIDS dilaporkan sebanyak 3.812 orang.
  • Persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (35.3%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (32.3%) dan kelompok umur 40-49 tahun (16.2%).
  • Rasio AIDS antara Iaki-Iaki dan perempuan adalah 2:1
  • Persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (71,9%), homoseksual (Lelaki Saks Lelaki) (21,3%), perinatal (3,6%0), dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (2,5%)

3. PIMS

  • Dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2016 jumlah kasus Duh Tubuh Uretra (DTU) dilaporkan sebanyak. 2.815 kasus, dan kasus luka pada alat kelamin/ Ulkus Genital dilaporkan sebanyak 472 kasus
  • Rasio ulkus genital antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1
  • Jumlah kasus.IMS dengan penegakan diagnose berdasarkan pendekatan sindrom dan pemeriksaan laboratorium menurut kelompok risiko tertinggi adalah Wanita Pekerja Seks 9.399 (29,3%); Lain-lain 9.022 (28.2%); Pasangan Risiko Tinggi 71076 (22,1%); LSL 4,030 (12,6%); Pelanggan : Pekerja Seks 1.400 (4,4%); Waria 676 (2,1%); IDU 334 (16/o); dan Pria Pekerja Seks (PPS) 87 (0,3%)
  • Kaskade jumlah kasus Sifilis pada ibu hamil sebagai berikut;
    • Jumlah ibu hamil berkunjung pertama kali ke ANC =18.532
    • Jumlah ibu hamil yang berkunjung pertama kali ke ANC dan:di tes siflis 14.262
    • Jumlah ibu he mil yang positif sifilis = 1.169
    • Jumlah ibu hamil yang diobati = 325

B. Situasi Masalah HIV-AIDS Tahun 1987 - Desember 2016

Sejak pertama kali ditemukan, tahun 1987 sampai, dengan Desember 2016, HIV-AIDS tersebar di 407 (80%%) dari 507 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya HIV-AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Beret pada Tahun 2012.

1. HIV

  • Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 859, tahun 2006 (7.195), tahun 2007 (6.048), tahun 2008 (10.362), tahun 2009 (9.793), tahun 2010 (21.591), tahun 2011 (21.031), tahun 2012 (21.511), tahun 2013 (29.037), tahun 2014 (32.711), tahun 2015 (30.935), dan tahun 2016 (41.250). Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Desember 2016 sebanyak 232.323
  • Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (45.355), diikuti Jawa Timur (31.429), Papua (24.725), Jawa Be rat (2V 45}, dan Jaws Tengah (16.867).

2. AIDS

  • Sampai dengan tahun 2005 jumlah AIDS yang dilaporkan sebanyak 5.239, tahun 2006 (3.680), tahun 2007 (4.828), tahun 2008 (5.298), tahun 2009 (6.744), tahun 2010 (7.470), tahun 2011 (8.279), tahun 2012 (10.862), tahun2013 (11.741), tahun 2014 (7.963), tahun  2015 (7.185), dan 2016 (7.491). Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Desember 2016 sebanyak 86.780 orang b. Persentase kumulatif AIDS tertinggi pada kelornpok umur  20-29 tahun (31,4%), kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun (30,6%), 40-49 ta.hun (12,8%),, 50-59 tahun (4,5%). dan 15-19 tahun (2,7%)
  • Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 67,9% dan perempuan 31,5%. Sementara itu 0,6% tidak melaporkan jenis kelamin.
  • Jumlah AIDS tertinggi menurut, pekeijaan/status adalah pada ibu rumah tangga (12.219), diikuti tenaga non-profesional / karyawan (11.580), wiraswasta (11.051), petani / peternak nelayan (4.036); buruh kasar (3.798), penjaja seks (2.953), pegawai negeri sipil (2.197), dan anak sekolah 1 mahasiswa (2:020).
  • Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Jawa Timur (16.911), Papua (13.398), DKI Jakarta (8.648), Bali (6.803), Jawa Tengah (6.444), Jawa Barat (5.251), Sumatera Utara (3.897), Sulawesi Selatan (2.812), Kalimantan Barat (2.567), dan NTT (1.954)
  • Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (67,8%), penasun (10,5%), diikuti homoseksuai (4,1%), dan penularan melalui peninatal (3%)
  • Angka kematian (CFR) AIDS menurun dari 1,16% pada tahun 2015 menjadi 1,11 % pada bulan Desember tahun 2016.

3. PIMS

  • Dari bulan Januari sampai dengan Desember 201.6 jumlah kasus Duh Tubuh Uretra (DTU) dilaporkan sebanyak 10.672 kasus, dan kasus luka pada alat kelamin/ Ulkus Genital dilaporkan sebanyak 1.628 kasus
  • Rasio ulkus genital antara laki-laki dan perempuan adalah 1:1
  • Jurnlah kasus IMS dengan penegakan diagnosa berdasarkan pendekatan sindrom dan pemeriksaan laboratorium menurut. kelompok risiko tertinggi adalah lain-lain  47.711 (33:6%); WPS 39.179 (27.6%); Pasangan Risiko Tinggi 32.862 (23.1%); LSL 12.751 (9%) Pelanggan Pekerja Seks 6.409(4.5%:); Waria.2.082 (1.5%); IDU 638 (0.4%); da.n Pria Pekerja.Seks (PPS) 421 (0;3,%)
  • Kaskade jumlah kasus Sifilis pada ibu hamil sebagai berikut;
    • Jumlah ibu hamil berkunjung pertama kali ke ANC = 63.672
    • Jumlah ibu hamil yang berkunjung pertama kali ke.ANC dan di tes sifilis = 43.873
    • Jumlah ibu hamil yang positip sifilis =4:169
    • Jumlah ibu hamil yang diobati 1254

C. Layanan

1. Sampai dengan Desember 2016, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan data layanannya, sebagai berikut:

  • 3.771 layanan Konseling dan Tes HIV Sukarela (KTS), termasuk Tes HIV dan Konseling yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (TIPK).
  • 704 layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) yang aktif melakukan pengobatan ARV, terdiri dari 501 Layanan Rujukan PDP (induk) dan 203 satelit.
  • 92 layanan PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon).
  • 2.026 layanan IMS (Infeksi Menular Seksual)
  • 277 layanan PPIA (Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak)

2. Pada Oktober sampai dengan bulan Desember 2016, jumlah Lapas/Rutan/Bapas yang melaksanakan kegiatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS, sebagai berikut:

  • 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan Kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi).
  • 20 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan penjangkauan.
  • 78 Lapas/Rutan/Bapas memiliki Kelompok Dampingan Sebaya (KDS).
  • 45 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan Konseling dan Tes HIV.
  • 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan koordinasi.
  • 9 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan layanan PTRM.
  • 127 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan rujukan HIV-AIDS.

3.  Jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Desember 2016 sebanyak 77.748 orang. Pemakaian rejimennya adalah 76,81% (59.717 orang) menggunakan rejimen original lini 1; 20,14% (15.657 orang) substitusi; dan 3,05% (2.374 orang) switch.

 

 

Demikian laporan kami, mohon arahan lebih lanjut dari Ibu Menteri.

Atas perhatian dan arahan dari Ibu Menteri, kami ucapkan terima kasih.

 

Direktur Jenderal P2P

dr. H. Mohamad Subuh, MPPM